Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 17 : Pasien Berharga


__ADS_3

Setelah kedua staf itu pergi, Song Qiang menyuruh adiknya untuk mengambil obat, sedangkan dirinya akan memeriksa keadaan Chun Yang.


Kemudian Song Qiang duduk di sebelah Chun Yang dan memeriksa denyut nadinya


"Hmm...."


Pada saat itu Chun Yang kemudian sadar dan membuka matanya sedikit. Dia melihat wajah Tabib Song Qiang yang sedang memeriksa dirinya.


Pada saat di lapangan sakitnya benar-benar luar biasa, tapi berkat Zero yang telah menyembuhkan sebagian lukanya selama perjalanan, Chun Yang tidak terlalu merasakan sakit lagi.


"Aku tidak mengira akan langsung dibawa ke sini. Untungnya saat perjalanan ke sini, aku menyuruh Zero untuk menyembuhkan sebagian luka ku saja, bila tidak pasti aneh kalau aku tiba-tiba sembuh saat di periksa. Aku harus menahan sakitnya sebentar lagi!" pikir Chun Yang di benaknya.


Saat melakukan pemeriksaan pada Chun Yang, Song Qiang merasakan ketidak aturan pada denyut nadinya. Itu menandakan Chun Yang benar-benar mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Apa anda sudah selesai memeriksanya?" tanya Chun Yang membuat Song Qiang terkejut.


"Eh? Kamu sudah sadar?"


"Sudah beberapa menit yang lalu!"


Song Qiang yang mendengar itu merasa heran kenapa dirinya tidak sadar saat Chun Yang bangun.


"Bagaimana dengan kondisiku?" tanya Chun Yang kemudian.


"Luka dalam kamu cukup parah. Sepertinya kamu harus berada di sini selama tujuh hari!" jawab Song Qiang.


"Tujuh hari? Tidak bisakah aku keluar dari sini saat ini juga?"


"Apa yang kamu bicarakan? Kamu ingin keluar dari sini saat ini juga dengan kondisi seperti ini? Jika kamu bisa menyembuhkan dirimu dalam sekejap, baru kamu bisa melakukan itu!" kata Song Qiang.


"Tapi aku memang bisa sembuh dalam sekejap!" kata Chun Yang di benaknya.


Setelah pemeriksaan terhadap Chun Yang selesai, Song Qiang bangkit berdiri.


"Kamu tetaplah berbaring di sini selama tujuh hari. Dan jangan harap kamu bisa keluar dari sini sebelum lukamu sembuh!" kata Song Qiang.


Ketika itu Song Qiang berpikir untuk tidak boleh kehilangan pasien yang akhirnya datang. Dia tidak mau harus kebosanan seperti sebelumnya karena tidak memiliki pasien.


Kemudian Song Qiang berjalan meninggalkan Chun Yang.

__ADS_1


"Aku harus berada di sini selama tujuh hari? Kalau selama itu, bagaimana dengan akademi ku?" pikir Chun Yang merasa frustasi.


Sementara itu di tempat lain. Setelah Chun Yang dibawa ke ruang kesehatan, upacara tertunda karena para peserta harus bermeditasi dan memulihkan diri dengan tenaga dalam mereka.


Orang-orang ingin tahu, bagaimana dan apa yang akan terjadi pada Chun Yang setelah memuntahkan darah sebanyak itu. Tetapi di sisi lain, dari atas panggung Penjaga Kanan mengawasi mereka.


Di antara banyaknya peserta yang harus memulihkan diri, di barisan terdepan tampak enam orang yang terlihat baik-baik saja, seolah-olah bagi mereka melewati ujian tahap satu bukanlah apa-apa.


Ke-enam peserta itu adalah enam dari delapan keturunan sekte utama.


Mereka adalah Nomor 1 Chun Li dari Sekte Sihir, Nomor 2 Chun Feiyun dari Sekte Formasi, Nomor 3 Yima dari Sekte Pedang, Nomor 4 Chun Tian dari Sekte Pengintai, Nomor 6 Chun Yihan dari Sekte Golok, dan Nomor 7 Chun Zagang dari Sekte Tombak.


"Enam orang ini... Mereka melampaui harapan! Setidaknya mereka berada di Tingkat Pejuang yang memiliki tenaga dalam sebesar lima puluh tahun. Mereka sudah melewati level peserta!" kata Penjaga Kanan di benaknya.


Namun tidak hanya enam orang itu saja yang dapat melewati ujian tahap satu seolah bukan apa-apa. Belasan peserta lain dari delapan sekte utama atau sekte atas, tampak melewati ujian tahap satu tanpa menerima banyak kerusakan.


"Aku pikir mereka semua lelah, tapi ini menarik. Mereka yang berasal dari Sekte Utama atau Sekte Tingkat Atas memang berbeda!" pikir Penjaga Kanan di benaknya.


Menurut Penjaga Kanan akan ada banyak pendekar kuat yang muncul pada tahun akademi ini. Namun itu semua tetap akan di putuskan setelah lima tahun, yaitu ketika semuanya berakhir.


Termasuk nomor 9 Chun Yang yang dibawa ke ruang kesehatan, sebanyak 2464 peserta lulus ujian tahap satu. Begitulah yang dilaporkan oleh Pembimbing Senior Lu Hong pada Penjaga Kanan.


Jumlah tersebut benar-benar berbeda jauh dari ujian tahap satu sepuluh tahun sebelumnya.


Penjaga Kiri yang juga mendengar laporan tersebut kemudian berkata kepada Penjaga Kanan.


"Sudah aku katakan sebelumnya padamu, bukan. Menjadikan seorang Pendekar Tingkat Raja sebagai Penguji Tahap Satu pasti akan berlebihan untuk para peserta. Sekarang jumlah pesertanya tinggal segini, kita juga tidak mungkin mengulang kembali tesnya. Karena sudah begini, maka harus kita lanjutkan upacaranya sesuai aturan!" kata Penjaga Kiri.


Sementara itu di lapangan, banyak peserta yang tidak terima karena gagal lulus ujian. Para peserta itu memberontak dan protes pada para staf yang berada di lapangan.


"Tidak! Aku tidak pingsan! Aku hanya keluar busa dari mulutku!"


"Ini tidak Adil! Aku tidak gagal!"


Melihat para peserta protes terhadap hasil ujian, salah satu staf atasan kemudian berkata kepada mereka.


"Jadi kalian tidak terima dengan hasilnya?"


"Tentu saja! Jika kalian jadi kami, apa kalian akan menerima hasilnya?"

__ADS_1


"Ya. Apa kalian mau disuruh jadi pelayan dan petani?"


"Bagaimana kami bisa hidup di dunia beladiri tanpa menjadi pendekar?"


Mendengar perkataan mereka, staf atasan itu kemudian berkata lagi.


"Baiklah.... Sepertinya tidak ada cara lain. Semuanya, seret dan lempar mereka keluar! Bagi siapapun yang menolak, pukul mereka sampai tidak menolak lagi!" kata staf atasan tersebut memberi kepada para staf lainnya.


Kemudian kericuhan pun terjadi, para staf mulai menghajar para peserta yang ada di lapangan.


Pembimbing Senior Lu yang melihat hal itu dari atas panggung, kemudian berkata.


"Setiap tahun selalu saja ada yang seperti itu. Para staf adalah pendekar tingkat Guru dan Guru Besar beladiri. Para peserta itu pasti akan dihajar habis-habisan oleh mereka!"


"Ya. Mereka yang lemah pasti tidak akan terima dengan hasilnya. Kita sudah terbiasa dengan itu!" saut Penjaga Kanan.


Tak butuh lama, setelah menghajar mereka semua, para staf akhirnya berhasil menyeret dan melempar keluar para peserta yang gagal dari akademi


Kini yang tersisa di lapangan latihan, hanyalah para peserta yang telah lulus ujian tahap satu.


Mereka kembali berdiri tegak dan berbaris di lapangan dengan rapi.


"Selamat, karena telah lulus ujian tahap satu. Masing-masing dari kalian akan diberikan sebuah token kayu. Token itu akan menunjukkan identitas kalian sebagai pendekar tingkat rendah di akademi."


"Selama lima tahun ke depan, kalian akan mendapatkan pengajaran serta pelatihan dari para pembimbing di akademi."


"Di akademi kalian tidak boleh menjawab IYA atau TIDAK. Kalian hanya boleh menjawab dengan kata CHUNG!"


"Apa kalian mengerti?"


"CHUNG!!!" jawab seluruh peserta dengan kompak dan bersemangat.


Melihat para peserta yang bersemangat membuat Sang Penjaga Kanan ikut bersemangat.


"Bagus sekali. Sekarang bisakah kita mulai pembagian kelompoknya?" ujar Penjaga Kanan sembari tersenyum dan menyeringai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2