
"Pangeran, perkenalkan, saya adalah Penjaga Kiri, dan orang yang ada di sebelah saya ini adalah Tabib Song. Beliau datang untuk memeriksa kondisi anda!" kata Penjaga Kiri pada Chun Yang.
"Salam Penjaga Kiri, Salam Tabib Song!" kata Chun Yang sembari memberi salam dan hormat.
"Pangeran, kita pernah bertemu sebelumnya, apakah anda ingat?" tanya Tabib Song.
"Maaf?"
"Saat itu anda baru keluar dari rahim ibu anda, jadi anda pasti tidak mengingatnya." kata Tabib Song.
"Ugh, apakah ini sebuah candaan? Candaannya cukup aneh untuk seorang Tabib. Tapi aku rasa, sepertinya Tabib Song adalah orang yang cukup mudah didekati!" pikir Chun Yang di benaknya.
"Baiklah, saya akan mulai memeriksa anda. Berikan tangan anda, saya akan meraba denyut nadi anda!" kata Tabib Song.
Kemudian Chun Yang memberikan tangannya dan membiarkan Tabib Song untuk memeriksa denyut nadinya.
"Oh? Sungguh hal yang sangat aneh!" ucap Tabib Song sambil memasang ekspresi keheranan di wajahnya.
"Ada apa Tabib Song? Apakah ada sesuatu yang terjadi pada tubuh Pangeran?" tanya Penjaga Kiri merasa cukup khawatir melihat ekspresi di wajah Tabib Song.
Di sisi lain, tampak pelayan wanita yang sedang mengamati dari belakang. Pelayan itu nampak tersenyum dengan wajah piciknya.
"Tentu saja. Tidak penting seberapa banyak perubahan yang terjadi padanya dalam semalam, dia tidak mungkin bisa menyembunyikan kerusakan yang ada pada tubuhnya!" kata Pelayan wanita itu di benaknya.
Setelah itu, kemudian Tabib Song segera menjawab pertanyaan Penjaga Kiri.
"Tidak perlu khawatir, itu bukan sesuatu yang buruk. Sebaliknya ini adalah hal yang baik!" kata Tabib Song seketika mematahkan pikiran licik Pelayan wanita tersebut.
"Hal baik? Bisakah anda menjelaskan padaku bagaimana kondisi tubuh Pangeran?" tanya Penjaga Kiri merasa penasaran.
"Mengesampingkan tubuh Pangeran yang kurang berenergi, tubuh Pangeran benar-benar bersih dari kotoran serta racun. Dan Pembuluh darahnya juga mengalir dengan sangat lancar. Pada umumnya seseorang setidaknya memiliki sedikit racun atau kotoran di dalam tubuhnya, tapi pangeran sama sekali tidak memilikinya. Sehingga aku katakan ini adalah sesuatu yang benar-benar aneh!" kata Tabib Song menjelaskan kondisi tubuh Chun Yang.
"Pangeran Chun, apakah anda pernah meminum obat mujarab atau semacamnya?" tanya Tabib Song kemudian.
"Tidak pernah!" jawab Chun Yang tanpa ragu.
"Begitu yah..." kata Tabib Song dengan ekspresi wajah mencurigai sesuatu. "Baiklah, mungkin ini adalah kesempatan untuk Pangeran!" kata Tabib Song.
"Maksud anda..."
__ADS_1
"Tubuh Pangeran cocok untuk belajar seni beladiri. Besok anda bisa pergi ke Akademi Iblis!" kata Tabib Song.
Mendengar itu Penjaga Kiri dan Chun Yang kemudian tersenyum senang, kecuali pelayan wanita yang sedang mengamati di belakang.
"Hmm... Jelas anak ini mendapatkan bantuan dari seseorang. Mungkinkah itu Pemimpin Kultus?" pikir Tabib Song mencoba menerka-nerka.
"Karena tidak ada masalah pada tubuh Pangeran, maka saya hanya akan memberikan anda obat supaya lebih berenergi" kata Tabib Song.
"Terima kasih banyak Tabib Song!" ucap Chun Yang.
"Baiklah, karena saya sudah selesai memeriksa kondisi tubuh Pangeran, kalau begitu saya akan langsung kembali pulang!" kata Tabib Song berpamitan.
"Eh, anda akan langsung pergi? Tidak ingin ngeteh dulu?" tanya Penjaga Kiri.
"Tidak perlu, teh di rumah ini tidak lebih enak dari teh di rumahku!" kata Tabib Song sembari membuka pintu.
"Apa anda perlu saya antar?" tanya Penjaga Kiri.
"Tidak usah kamu tetaplah di sini dan urusi Pangeran!" kata Tabib Song menolak.
Kemudian Tabib Song keluar dari kamar.
Setelah keluar dari kamar, tampak Tabib Song yang sedang berpikir sambil berjalan.
"Semenjak aku menjadi seorang Tabib, aku tidak pernah melihat tubuh sebersih itu. Bahkan bisa di katakan itu adalah tubuh yang sempurna dan tidak memiliki kekurangan apapun!"
"Walau Pangeran kesembilan adalah anak di luar nikah dan tidak berasal dari sekte manapun, namun sepertinya Pemimpin Kultus tidak sepenuhnya tidak peduli padanya."
"Tapi, kalau benar tidak ada siapapun yang membantu Pangeran kesembilan, maka pembukaan Akademi Iblis kali ini pasti akan heboh."
"Anak dengan dengan Tubuh Surgawi telah muncul di Kultus Iblis!" kata Tabib Song sambil keluar dari gerbang kediaman.
Sementara itu di sisi lain, tampak Pelayan wanita yang juga sudah pergi dari kamar.
Sambil berjalan Pelayan wanita itu nampak merasa gelisah dengan mengigiti kuku jarinya.
"Bagaimana bisa dia baik-baik saja? Aku harus melaporkan ini pada Pangeran kedelapan!" pria pikir Pelayan wanita itu di benaknya.
Saat itu pada waktu yang sama, tampak Penjaga Kiri dan Chun Yang yang masih berada di kamar.
__ADS_1
"Berkat adanya Zero aku bisa menyembuhkan diriku dan bertahan sampai sekarang. Tapi walau begitu, jika pada saat itu Penjaga Kiri tidak datang atau terlambat sedikit saja, maka dapat dipastikan aku akan mati di tangan para pembunuh itu dan tidak akan hidup sampai sekarang!" pikir Chun Yang di benaknya.
"Penjaga Kiri, terima kasih!" ucap Chun Yang tiba-tiba.
Mendengar itu Penjaga Kiri tertegun sejenak dan menatap Chun Yang.
"Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Aku hanya melakukan apa yang diwasiatkan oleh ibumu pada ku. Ingatlah, setelah kamu masuk ke Akademi Iblis, maka saat itu tidak akan ada lagi perlindungan dari ku. Kamu harus melindungi dirimu sendiri!" kata Penjaga Kiri tidak bersikap lembut.
Kemudian pada siang hari. Di halaman tampak Penjaga Kiri yang sedang berlatih Teknik Pedang.
Sementara itu di sisi lain, tampak Chun Yang yang sedang mengamati dari jendela di kamarnya.
Pada saat itu kemudian Zero bertanya pada Chun Yang.
"Tuan, apakah anda ingin menduplikasi gerakan latihan Penjaga Kiri?"
"Apa? Kamu bisa memindai gerakan seseorang?" tanya Chun Yang merasa terkejut.
"Benar Tuan. Untuk saat ini di dalam sistem ku telah tersimpan data berbagai seni beladiri dari dunia sebelumnya" jawab Zero.
"Kalau begitu, kenapa sebelumnya kamu tidak pernah memberitahuku?" ujar Chun Yang.
"Itu karena sebelumnya Tuan tidak pernah bertanya!" kata Zero menjawab.
Chun Yang yang mendengar jawaban Zero seketika merasa kesal.
"Jadi kamu bisa menduplikasi gerakan orang lain dan menanamkannya di kepalaku?" tanya Chun Yang.
"Benar Tuan!" jawab Zero.
Mengetahui tentang itu, Chun Yang kemudian terdiam sejenak dalam pikirannya.
"Apa boleh aku menduplikasi Teknik Pedang Penjaga Kiri tanpa meminta izin darinya? Tidak. Besok aku sudah harus masuk ke dalam Akademi Iblis. Setidaknya aku harus memiliki sesuatu untuk menjaga diriku sendiri. Aku harus melakukan ini!" kata Chun Yang di benaknya.
"Zero, mulai duplikasi gerakan latihan Penjaga Kiri!" kata Chun Yang memberi perintah.
"Perintah di terima! Mulai menduplikasi gerakan!" kata Zero mulai menduplikasi semua gerakan yang dilakukan Penjaga Kiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...
...****************...