
Beberapa saat kemudian, di Gedung Kesehatan, Song Qiang dan Song Qiu dikejutkan oleh suara gedoran pintu yang benar-benar kasar.
"Brak! Brak! Brak! Brak!"
"Tabib! Cepat bukan pintunya! Disini ada pasien!" ucap seseorang dari luar.
"PASIEN!?"
Song Qiang dan Song Qiu seketika bersemangat mendengar itu. Kemudian mereka segera membuka pintu.
Saat Song Qiang membuka pintu, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat. Di sana ada Chun Zagang, Han Bin dan anggota kelompok tujuh lainnya, nafas mereka terengah-engah dengan setiap anggota kelompok sembilan di punggung mereka.
"Apa yang terjadi? Apakah kalian bertarung?" tanya Tabib Song Qiang.
"Nanti saya jelaskan! Sekarang biarkan mereka masuk lebih dulu!" kata Chun Zagang.
"Kamu benar! Cepat bawa mereka masuk ke dalam!" kata Tabib Song Qiang.
Kemudian Chun Zagang dan anggota kelompok tujuh lainnya membawa masuk para anggota kelompok sembilan yang tidak sadarkan diri.
Sementara itu dari kejauhan, tampak Chun Yang yang hanya diam melihat anggota kelompoknya di bawa masuk ke Gedung Kesehatan.
Setelah membawa mereka semua masuk ke dalam untuk dirawat, Chun Zagang menjelaskan apa yang terjadi kepada Tabib Song Qiang.
Setelah mendengar penjelasan dari Chun Zagang mengenai apa yang terjadi, Tabib Song Qiang benar-benar terkejut.
"Jadi mereka semua dihajar oleh satu orang, dan orang yang menghajar mereka adalah murid yang baru keluar dari Gedung Kesehatan hari ini?"
"Benar, Tabib!" jawab Chun Zagang.
Tabib Song Qiang yang mengetahui kebenaran itu tidak bisa berkata-kata. Dia menoleh perlahan dan melihat para murid yang terbaring di atas ranjang.
"Ah..." Dia menghela nafasnya. "Entah kenapa, aku merasa telah mengeluarkan seekor harimau dari kandangnya!" pikir Tabib Song.
Di sisi lain, setelah memberi penjelasan pada Tabib Song, kemudian Chun Zagang menghampiri Chun Yang yang berada di luar Gedung Kesehatan.
"Tadi aku tidak bisa bertanya, sekarang aku akan bertanya padamu, kenapa kamu menghajar mereka?" tanya Chun Zagang.
"Itu bukan urusanmu!" kata Chun Yang.
"Apa? Aku sudah membantumu membawa mereka ke Gedung Kesehatan, dan kamu bilang itu bukan urusanku?" ujar Chun Zagang merasa kesal.
__ADS_1
"Tapi aku tidak ada menyuruh kamu untuk membantuku!" kata Chun Yang.
"Uugh... Itu benar!" Chun Zagang tidak bisa menyangkal perkataan Chun Yang.
"Tapi tetap saja, aku berhak untuk mengetahui alasan kamu menghajar mereka. Aku adalah saksi mata yang ada di sana. Jika aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana aku menjelaskannya pada pihak akademi?" ujar Chun Zagang.
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Chun Zagang, akhirnya Chun Yang membuka mulutnya.
"Merekalah yang menyerang ku lebih dulu!" kata Chun Yang.
Melihat Chun Yang membuka mulutnya, Chun Zagang tertegun sejenak dan mulai mendengarkan.
Di sisi lain, Chun Yang masih melanjutkan penjelasannya.
"Aku hanya melakukan pertahanan diri. Salah satu dari mereka, yaitu murid nomor dua puluh pernah bermasalah dengan ku saat hari pertama akademi. Mungkin dia dendam dan ingin membalas ku saat masuk asrama. Setelah itu kamu sudah melihatnya sendiri apa yang terjadi." kata Chun Yang memberi penjelasan pada Chun Zagang.
Chun Zagang yang mendengar penjelasan Chun Yang kemudian terdiam sejenak. Setelah diam beberapa saat, Chun Zagang kemudian bicara.
"Baiklah. Tapi aku tidak bisa hanya mendengarkan penjelasan dari sisimu saja, aku juga harus mendengar penjelasan dari sisi yang lain!" kata Chun Zagang bersikap adil dan tidak memihak.
Chun Yang yang mendengar itu hanya diam tanpa komentar. Disisi lain, Chun Zagang harus kembali ke asrama bersama anggota kelompoknya.
"Sekarang aku harus kembali ke asrama. Besok, mungkin kamu akan di panggil ke kantor Pemimpin Akademi. Jadi malam ini, kamu juga kembalilah ke asrama mu dan beristirahat lah!" kata Chun Zagang yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Chun Yang dan bergabung bersama kelompoknya.
******
Keesokan harinya, Chun Yang dipanggil ke kantor Pemimpin Akademi seperti yang di katakan oleh Chun Zagang.
Dia berdiri menghadap Sang Penjaga Kanan selaku Pemimpin Akademi.
Tapi, Chun Yang tidak seorang diri datang ke tempat itu. Ada Zao Hu yang berdiri tepat di sebelah kirinya.
Di hadapan mereka, tampak Penjaga Kanan yang sedang duduk sambil menatap mereka dengan sangat intens.
"Murid nomor sembilan Chun Yang dan murid nomor dua puluh Zao Hu, apa kalian tahu kesalahan yang telah kalian lakukan?" tanya Penjaga Kanan.
Chun Yang dan Zao Hu hanya diam dan menundukkan kepala mendengar pertanyaan itu.
"Murid nomor sembilan! Sebagai tindakan pertahanan diri, kamu menghajar semua anggota kelompok mu hingga dibawa ke Gedung Kesehatan. Sedangkan murid nomor dua puluh! Karena dendam pribadi, kamu memimpin semua anggota kelompok mu untuk menyerang murid nomor sembilan. Apakah aku benar?" tanya Penjaga Kanan.
"Benar!" jawab Chun Yang dan Zao Hu bersamaan.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban mereka, Penjaga Kanan kemudian menghela nafas lemas. Dia menatap Chun Yang dan Zao Hu yang berdiri sambil menundukkan kepala di hadapannya.
"Sebelumnya tidak pernah ada kasus murid yang saling menyerang dengan anggota kelompoknya sendiri, kecuali pada hari pemilihan ketua. Juga tidak ada aturan tentang itu."
"Tapi, bukan berarti aku tidak akan menghukum kalian berdua. Mulai hari ini, kalian akan di hukum untuk membersihkan lapangan latihan selama lima hari. Selama waktu hukuman tersebut kalian dilarang untuk latihan. Mengerti?"
"CHUNG!"
"Bagus. Sekarang pergilah ke lapangan dan sapu semua daun yang berjatuhan di sana!" kata Penjaga Kanan pada mereka.
Kemudian Chun Yang dan Zao Hu meninggalkan kantor Pemimpin Akademi dan pergi ke lapangan latihan untuk menjalani hukuman.
Di lapangan latihan, tampak Chun Yang dan Zao Hu yang sedang menyapu dan mengumpulkan daun yang berjatuhan dari pohon.
Para murid yang hari itu sedang melakukan latihan kelompok di lapangan mulai memperhatikan dan membicarakan mereka.
"Bukankah mereka dari kelompok sembilan?"
"Aku dengar mereka membuat keributan tadi malam, aku tidak bisa tidur karena itu. Mungkin, sekarang mereka sedang menjalani hukum."
Di sisi lain, kelompok sembilan harus berlatih dengan dua posisi absen dan dengan tubuh yang masih menyisakan luka. Pembimbing Cang Shin yang memikirkan itu cukup merasa frustasi.
"Gara-gara dua orang itu di hukum, sekarang kelompok sembilan harus kekurangan dua orang. Semoga saja dua orang itu dapat menyusul yang lain setelah masa hukumannya selesai!" harap Pembimbing Cang Shin di benaknya.
"Hei! Kamu lakukan gerakan yang benar!" kata Pembimbing Cang Shin memarahi seorang murid yang melakukan kesalahan.
Sementara itu di sisi lain, kedelapan keturunan juga tampak memperhatikan Chun Yang dan Zao Hu yang sedang di hukum.
"Jadi pada akhirnya mereka berdua di hukum..." pikir Chun Zagang.
"Hahahaha.... Darah rendahan itu, dia membuat kesalahan untuk dirinya sendiri!" kata Chun Shengyi di benaknya sembari tersenyum dengan picik.
Sedangkan pada salah seorang pangeran, yaitu murid nomor tiga Chun Yima dari Sekte Pedang, dia tampak tidak terlalu perduli dan hanya menunjukkan sebuah ekspresi dingin di wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...