
...________________...
...{ KULTUS IBLIS }...
Kultus Iblis adalah suatu kelompok besar yang terdiri dari banyak Sekte yang menjunjung tinggi kekuatan dan dunia iblis.
Di antara sekte-sekte tersebut, terdapat delapan belas sekte besar yang menjadi fondasi Kultus Iblis.
Delapan sekte tersebut disebut sebagai Sekte Utama.
Sekte-sekte tersebut adalah Sekte Pedang, Sekte Tombak, Sekte Sihir, Sekte Formasi, Sekte Racun, Sekte Pengintai, Sekte Golok, dan Sekte Harmoni.
Di dalam Kultus Iblis terdapat sebuah tradisi.
Setiap Kultus Iblis berganti kepemimpinan, maka Pemimpin Kultus yang baru akan menikahi delapan gadis perawan dari delapan Sekte Utama.
Dari tradisi itu maka terciptalah perjanjian atau kesepakatan untuk melahirkan keturunan.
Keturunan Pemimpin Kultus dari setiap sekte, tumbuh di keluarga Sang Ibu dan memiliki hak menjadi pemimpin kelompok kecil.
Kedelapan keturunan itu akan masuk ke Akademi Iblis saat memiliki usia yang cukup.
Pintu Akademi Iblis dibuka setiap sepuluh tahun sekali dan dipimpin oleh para Empu Kultus Iblis.
Tujuannya adalah untuk mencari dan mempertandingkan calon pendekar baru dan meningkatkan kemampuan beladiri mereka hingga tahap akhir.
Namun ada saat persaingan begitu ketat di tempat itu.
Yaitu ketika kedelapan keturunan atau calon pemimpin kelompok kecil dari setiap sekte utama, ikut memasuki Akademi Iblis.
Orang-orang menyebut Akademi Iblis pada masa ini sebagai : [Era Perebutan Pemimpin Kelompok Kecil].
...****************...
Keesokan harinya, pintu Akademi Iblis resmi dibuka.
Chun Yang yang sudah lama menantikan hari itu kemudian berangkat ke Akademi Iblis.
Di Akademi Iblis terdapat sebuah lapangan yang sangat luas.
Di sanalah dua puluh ribu generasi muda dari semua sekte di Kultus Iblis berkumpul dan berbaris.
Suasana di tempat itu cukup ricuh dan berisik oleh berbagai obrolan.
"Wow! Ramai sekali! Apa benar semua generasi muda dari seluruh sekte berkumpul disini?"
"Berapa banyak orang yang ada disini?"
"Mungkin sekitar dua puluh ribuan!"
__ADS_1
"Aku gugup sekali, bolehkah aku pulang sekarang?"
"Dasar gila!"
"Pembukaan Akademi Iblis kali ini adalah pertarungan perebutan kelompok kecil. Jadi kita yang lemah harus berdiri di belakang orang yang tepat!"
"Ssst... Kalian berdua diam!"
Kemudian pada saat itu, seorang pria berpakaian hijau dan berambut merah naik ke atas punggung dan melihat ke bawah lapangan.
Pria itu adalah Penjaga Bagian Kanan, Raja Naga Api, Da Liehuo.
"Semuanya berisik sekali. Generasi muda kali ini terlihat tidak ada yang menjanjikan. Benar-benar bodoh. Apakah mereka datang ke sini tanpa berpikir bahwa hidup mereka bisa selesai di sini?" kata Sang Penjaga Kanan di atas panggung.
Sementara itu di bawah lapangan. Para generasi muda yang melihat Penjaga Kanan di atas panggung, kemudian saling mengobrol.
"Pakaian hijau itu.... Dia adalah Penjaga Bagian Kanan. Raja Naga Api!"
"Bukannya dia merupakan salah satu dari dua belas orang terkuat di Kultus Iblis?"
"Tidak. Aku dengar dia merupakan salah satu dari lima orang terkuat di Kultus Iblis!"
Pada saat itu dari atas panggung, Penjaga Kanan melihat para generasi muda yang berada di barisan paling depan.
Mereka adalah delapan keturunan Sang Pemimpin Kultus. Pemimpin kelompok kecil dari delapan Sekte Utama.
"Hooo.... Anak-anak di barisan paling depan terlihat menjanjikan. Apa mereka pemegang papan nama hitam? Keturunan dari delapan Sekte Utama?"
"Nomor dua dari Sekte Formasi - Chun Feiyun.
"Nomor tiga dari Sekte Pedang - Chun Yima.
"Nomor empat dari Sekte Pengintai - Chun Tian.
"Nomor lima dari Sekte Harmoni, satu-satunya kandidat wanita Pemimpin Kelompok Kecil - Chun Hayul.
"Nomor enam dari Sekte Golok - Chun Yihan.
"Nomor Tujuh dari Sekte Tombak - Chun Zagang.
"Nomor Delapan dari Sekte Racun - Chun Shengyi.
"Nomor sembilan.... Eh? Kemana nomor sembilan?" ucap Penjaga Kanan di benaknya.
Sementara di waktu yang lain, tampak Chun Yang yang sedang meminta papan namanya di pos pembagian pada seorang petugas.
"Apa? Papan namaku tidak ada?"
"Iya. Hanya Papan nama Pangeran kesembilan yang tidak ada. Sepertinya anda harus menunggu sampai papan namanya ketemu!" kata Petugas tersebut jelas berbohong.
__ADS_1
"Hey! Jangan bercanda denganku!" kata Chun Yang pada Petugas tersebut.
"Siapa yang bercanda dengan Pangeran? Jika papan nama anda tidak ada, apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa mencarinya dan anda harus sabar menunggu sampai papan namanya ketemu!" kata Petugas tersebut.
"Jelas-jelas ini adalah perbuatan salah satu dari delapan sekte tersebut. Apakah mereka melakukan ini karena mereka tidak ingin berbaris bersamaku?" pikir Chun Yang di benaknya.
"Cih. Baiklah, aku akan menunggu!" kata Chun Yang memilih mengalah untuk tidak membuat keributan.
Kemudian Chun Yang berbalik pergi dari pos pembagian papan nama.
Namun ketika Chun Yang berbalik, tidak sengaja dia menabrak seorang pria.
"Hei...Pakai matamu saat berjalan!" kata pria tersebut.
Namun ketika mereka saling melihat. Pria itu mengenali wajah Chun Yang.
Pria itu bernama Zao Hu. Salah satu generasi muda dari Sekte Tingkat Atas - Sekte Naga Hitam.
"Eh? Bukannya ini Pangeran kesembilan yang terkenal itu? Pangeran sampah yang tidak berasal dari sekte manapun? Apakah papan namamu hilang? Kasihan sekali...." kata Zao Hu meremehkan Chun Yang.
Namun Chun Yang sama sekali tidak peduli dan memilih untuk mengabaikan hinaan tersebut.
Chun Yang tetap berjalan dan meninggalkan Zao Hui.
"Hei. Kenapa kamu mengabaikan aku? Cih. Pergilah! Pergilah seperti ibumu!" kata Zao Hui.
Chun Yang mendengar kalimat hinaan terakhir, kemudian berbalik dan langsung memukul wajah Zao Hu. hingga sempoyongan.
Setelah itu Chun Yang menangkap dan memegang kerah baju Zao Hu.
"Hei brengsek! Kalau kamu mau menghinaku silahkan lakukan. Tapi jangan pernah sekalipun kamu membawa-bawa nama ibuku. Jika aku mendengar kamu menyebut ibuku lagi, maka aku akan membunuhmu!" kata Chun Yang mengancam Zao Hu dengan serius.
"Hei...Hei... Sepertinya kamu cukup sensitif tentang ibumu. Ini masih diluar Akademi. Apakah kamu ingin di keluarkan sebelum masuk ke Akademi?" ujar Zao Hu memperingatkan Chun Yang.
Mendengar perkataan Zao Hu, kemudian Chun Yang melepaskan kerah Zao Hu sembari sedikit mendorongnya.
Setelah itu, Chun Yang pergi dari sana. Sedangkan Zao Hu menghampiri pos pembagian papan nama untuk mengambil papan namanya.
Dua jam setelah itu, Chun Yang yang pada akhirnya mendapatkan papan namanya kemudian masuk ke Akademi dan ikut berbaris di lapangan.
"Ramai sekali.... Pada akhirnya aku berada di barisan paling belakang."
"Yah, aku tidak peduli dengan itu! Lagi pula tidak ada bagusnya aku mencari keributan dengan ke delapan sekte itu"
"Sejak dulu mereka selalu membenciku. Kalau mereka melihat wajahku, maka bawaannya pasti ingin menghabisi ku!"
"Aku berhasil datang ke sini setelah bertahan dari mereka. Di Akademi Iblis ini aku harus menjadi lebih kuat dari siapapun. Dan kemudian membalas dendam!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...
...****************...