
Tiga hari kemudian.
Tabib Song Qiang dan Song Qiu ternganga melihat kondisi Chun Yang yang telah sembuh total.
Di ambang pintu, Chun Yang dengan pakaian barunya berdiri membelakangi kedua Tabib tersebut.
"Bagaimana bisa dia benar-benar sembuh hanya dalam tiga hari? Ini tidak bisa ku percaya!" kata Tabib Song Qiang di benaknya.
"Baiklah. Sekarang aku akan pergi!"
Chun Yang kemudian menoleh ke belakang. Di sana dia melihat kedua Tabib yang tidak rela akan kepergiannya.
"Tabib, terima kasih atas bantuan kalian selama ini. Selama tinggal!" ucap Chun Yang yang kemudian berjalan meninggalkan Gedung Kesehatan.
Setelah meninggalkan Gedung Kesehatan, Chun Yang yang tidak ingin membuang-buang segera pergi ke lapangan untuk latihan.
Dalam perjalanan menuju ke sana, Chun Yang merasakan tubuhnya yang telah memiliki tenaga dalam sebanyak tiga puluh tahun.
"Sekarang aku sudah punya tenaga dalam. Berkat Zero yang membantuku menyerap Pil Tenaga Dalam pada hari kedua, aku berhasil menyerap secara maksimal seluruh energi yang ada di dalam obat. Sekarang aku memiliki tenaga dalam sebanyak tiga puluh tahun di dalam meridian ku!" kata Chun Yang di benaknya tanpa menghentikan langkah.
Beberapa saat kemudian, Chun Yang akhirnya sampai ke lapangan latihan.
Kedatangannya di sana, benar-benar menarik perhatian banyak orang.
"Dia datang?"
"Bukankah dia harusnya dirawat selama tujuh hari?"
Banyak orang melihat ke arah Chun Yang, terutama kelompoknya sendiri dan delapan keturunan dari Sekte Utama.
Tujuh saudaranya mengerutkan kening dan menatapnya dengan penuh kebencian, kecuali satu orang. Dia adalah Chun Zagang dari Sekte Tombak.
"Darah rendahan itu... Dia sudah pulih?" kata Chun Shengyi dari Sekte Racun.
Dia benar-benar tidak ingin melihat Chun Yang muncul di hadapannya. Tetapi sesaat kemudian dia tersenyum dengan jahat.
"Tapi baguslah. Dengan begini, dia akan tamat!" kata Chun Shengyi di benaknya.
Sementara itu, Chun Yang segera menghadap ke Pembimbing kelompoknya yang bernama Cang Shin, seorang pendekar Tingkat Guru Besar.
"Akhirnya kamu datang. Sekarang ambil posisimu di sana dan berlatihlah dengan yang lainnya!" kata Pembimbing Cang Shin.
"Baik!" jawab Chun Yang sembari memberi hormat.
Pembimbing Cang Shin yang mendengar jawaban itu tertegun sesaat.
"Ah, benar! Saat itu kamu tidak ada di sana!" kata Pembimbing Cang Shin.
Mendengar perkataan Pembimbing Cang Shin membuat Chun Yang merasa, bahwa dirinya telah melewatkan sesuatu yang cukup penting.
__ADS_1
Kemudian Pembimbing Cang Shin lanjut bicara dan memberitahu padanya.
"Mulai sekarang di akademi kamu dilarang memberikan jawaban Tidak atau Ya. Kamu hanya boleh menjawab dengan kata CHUNG, mengerti?"
"Mengerti...oh bukan! maksudku.. CHUNG!" jawab Chun Yang sembari memberi hormat.
Kemudian Chun Yang segera bergabung ke dalam kelompoknya dan mengambil posisi yang kosong.
Saat Chun Yang bergabung dengan kelompok, mereka tampaknya kurang menyambut kedatangan dirinya dan menatapnya dengan tatapan tidak suka.
Chun Yang menyadari kalau kelompoknya sendiri tidak menyambutnya. Namun Chun Yang memilih untuk diam dan mengabaikan mereka.
Hari itu dengan pengawasan dan bimbingan dari Pembimbing Cang Shin, Chun Yang fokus berlatih dan belajar strategi perang dengan kelompoknya.
Waktu berlalu dengan cepat, hingga tidak terasa sore hari telah tiba. Latihan hari itu berakhir dan mereka semua harus segera kembali ke asrama.
Dalam perjalanan menuju kamar asrama, Chun Yang tetap tidak lepas dari tatapan kebencian orang-orang yang tidak menyukai dirinya.
Saat Chun Yang berjalan, tiba-tiba Chun Shengyi dengan sengaja menghadangnya.
Tinggi Shengyi yang saat itu sedikit lebih dari Chun Yang, membuat Chun Yang harus sedikit mendongak ke atas untuk melihat wajahnya.
"Lihatlah bocah ini. Beraninya dia menghalangi jalanku?" ujar Chun Shengyi dengan wajah sombongnya.
"Kau lah yang menghalangi jalanku!" kata Chun Yang.
"Wah.. kau berani menjawab ku? Arogan sekali!" Chun Shengyi mendesaknya.
"Apa yang kau inginkan?" Chun Yang tak mau kalah.
"Kau bertanya apa yang aku inginkan? Kalau begitu aku akan memberitahumu, apa yang aku inginkan. Aku ingin... menghajar MU!" kata Chun Shengyi.
Dia melayangkan sebuah pukulan secara tiba-tiba ke arah Chun Yang.
Chun Yang yang terkejut segera mengangkat tangannya untuk menahan pukulan itu.
Tapi sebelum pukulan itu mendarat, Chun Zagang yang tidak tahu kapan munculnya seketika menahan pergelangan tangan Chun Shengyi.
"Hentikan!" kata Chun Zagang dengan sikap tenang.
Melihat Chun Zagang yang menahan pergelangan tangannya, seketika membuat Chun Shengyi merasa marah.
"Kau... Beraninya kau menahanku?" ujar Chun Shengyi benar-benar marah pada Chun Zagang.
"Jika aku tidak menahanmu, kau sudah pasti akan dikeluarkan besok! Apa kau lupa aturan pada ujian kali ini? Setiap kelompok dilarang saling menyerang sebelum waktu yang ditentukan!" kata Chun Zagang mengingatkan Chun Shengyi dengan tegas.
Chun Shengyi melihat wajah Chun Yang yang ada di depan matanya. Wajah itu adalah wajah yang paling dia benci.
Tapi karena aturan akademi, Chun Shengyi harus menahan amarahnya.
__ADS_1
"Cih!"
Chun Shengyi dengan marah menarik tangannya dan melepaskan diri dari Chun Zagang.
"Kau beruntung, bocah!" kata Chun Shengyi pada Chun Yang.
Dengan menahan kesal, Chun Shengyi kemudian berbalik meninggalkan mereka dan masuk ke dalam asramanya.
Kini semua mata tertuju pada Chun Yang dan Chun Zagang yang masih berada di lorong.
"Kau tidak terluka?" Chun Zagang bertanya pada Chun Yang.
Namun Chun Yang tidak menjawab pertanyaan itu dan berkata.
"Tadi kau tidak perlu menahan pukulan itu!"
Mendengar kalimat itu, seketika membuat Chun Zagang tertegun dan bingung.
Setelah mengatakan itu, Chun Yang tanpa berkata apa-apa lagi, langsung masuk ke dalam asramanya.
Sementara itu Chun Zagang yang ditinggal sendirian tampak menggaruk kepalanya.
"Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?" pikir Chun Zagang merasa bingung dan heran.
Kemudian Chun Zagang juga masuk ke dalam asramanya.
Di sisi lain, Chun Yang tampaknya masih belum terlepas dari masalah.
Setelah dirinya masuk ke dalam kamar asrama, dirinya segera di sambut oleh kepungan Zao Hu dan teman-teman sekelompoknya.
"Kamu tidak pernah mengira kita akan bertemu lagi, bukan?" ujar Zao Hu.
Chun Yang mengingat wajah itu. Wajah orang yang mencari masalah dengannya saat di depan gerbang akademi pada hari pertama.
"Setelah melihatmu barusan, ternyata kamu adalah orang yang cukup pemberani. Bahkan kamu berani mencari masalah dengan salah satu pewaris dari Sekte Utama. Tapi daripada menyebutmu berani, kamu itu...."
"Cukup! Katakan saja apa mau mu!" kata Chun Yang tidak mau banyak bicara.
Melihat Chun Yang yang tiba-tiba memotong kalimatnya, Zao Hu seketika merasa kesal dan jengkel.
"Kau benar-benar songong yah? Semuanya hajar dia! Beritahu padanya bagaimana cara bersikap sopan!" kata Zao Hu memberi perintah pada yang lainnya.
Segera mereka semua berjalan mendekat dan mengepung Chun Yang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................