
"Bertaruh?"
"Ya!" jawab Chun Zagang.
Pembimbing Lu Yunxiang diam sejenak mendengar itu. Namun dia perlahan tersenyum. Mungkin itu akan menjadi taruhan yang menarik untuknya.
"Bagaimana kita akan bertaruh?" tanya Lu Yunxiang.
"Sederhana. Jika kami menang dalam pertandingan besok, maka anda (sembari menunjuk) akan menjadi kekasihku!" kata Chun Zagang.
"A-Apa!?" Pembimbing Lu Yunxiang seketika terkejut mendengar itu.
Kembali pada malam sebelumnya.
Malam itu, tampak Chun Zagang yang sedang santai membaca buku sambil berbaring di tempat tidurnya.
Sementara itu, Han Bin bawahannya kemudian datang dan menghampiri dirinya.
"Pangeran..." panggil Han Bin.
Chun Zagang yang mendengarnya hanya bergumam tanpa menoleh, dan tetap fokus membaca bukunya.
Kemudian Han Bin lanjut bicara.
"Apakah... anda tertarik dengan Pembimbing Lu Yunxiang?" tanya Han Bin.
Chun Zagang tersentak. "Eh, Bagaimana kamu bisa tahu?" ucap Chun Zagang sembari menoleh.
"Uh! Anda sama sekali tidak menyangkalnya!"
"Kami tahu karena kami sering melihat anda memperhatikan Pembimbing Lu Yunxiang saat latihan maupun tidak latihan, jadi mudah bagi kami untuk mengetahuinya!" kata Han Bin.
"Apa memang terlihat sejelas itu?" ucap Chun Zagang.
Kemudian Han Bin lanjut bicara lagi.
"Pangeran, apakah anda mau kami bantu untuk mendapatkan Pembimbing Lu Yunxiang?" tanya Han Bin.
Chun Zagang yang mendengar itu merasa tertarik.
"Apakah kamu punya cara?" tanya Chun Zagang.
"Ya, aku punya sebuah ide. Kami semua akan membantumu!" kata Han Bin.
Chun Zagang kemudian melihat sekitarnya, mereka semua tersenyum setuju.
Kembali ke pagi ini.
Pembimbing Lu Yunxiang seketika terkejut mendengar taruhan itu.
"Bajingan ini, ingin aku jadi kekasihnya? Apakah dia bercanda?" pikir Pembimbing Lu Yunxiang.
Saat itu Pembimbing Lu Yunxiang memikirkan tentang jarak usia mereka. Saat ini Pembimbing Lu Yunxiang berusia 26 tahun, sedangkan Chun Zagang berusia 16 tahun. Jarak usia antara mereka berbeda 10 tahun, itu jarak usia yang cukup jauh.
Namun Pembimbing Lu Yunxiang kemudian terpikirkan tentang sisi positif dari taruhan tersebut.
"Tapi, sepertinya aku bisa memanfaatkan situasi ini. Kalau aku berpura-pura mengikuti permainannya, itu bisa membantu ku membangkitkan semangat pertandingan kelompok tujuh!"
__ADS_1
"Lalu kalau aku kalah taruhan, aku hanya perlu melupakan taruhannya!" pikir Pembimbing Lu Yunxiang dengan picik.
Di sisi lain, Chun Zagang melihat wajah Pembimbing Lu Yunxiang yang terlihat ragu-ragu.
"Kenapa anda diam? Apakah anda tidak berani?" tanya Chun Zagang.
Pembimbing Lu Yunxiang melihat wajah Chun Zagang yang tampak meremehkannya, itu benar-benar menghina harga dirinya.
"Hanya taruhan kecil. Tapi, bagaimana kalau kalian kalah? Apa yang bisa kamu berikan padaku?" tanya Pembimbing Lu Yunxiang.
Dalam pandangan Lu Yunxiang, Chun Zagang hanyalah seorang murid, mustahil dia memiliki sesuatu yang bisa menarik perhatiannya.
Namun di sisi lain, Chun Zagang kemudian tersenyum. Pembimbing Lu Yunxiang yang melihat itu merasa tidak nyaman.
"Han Bin, ambilkan itu kesini!" pinta Chun Zagang.
"Baik, pangeran!"
Han Bin kemudian mengambil sesuatu yang terbungkus oleh kain di bawah tempat tidur Chun Zagang. Setelah mengambilnya, Han Bin kemudian menyerahkannya.
Dengan wajah tersenyum, Chun Zagang kemudian membuka kain tersebut dan memperlihatkan benda yang ada di dalamnya.
Setelah seluruh kain yang membungkusnya terbuka, benda yang ada di dalamnya ternyata adalah sebuah tombak dengan ujung yang berwarna putih kebiruan dan gagang berwarna hitam. Itu adalah senjata yang benar-benar indah dan perkasa.
Melihat tombak tersebut, Pembimbing Lu Yunxiang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
"Bukankah anda seorang pendekar tombak? Jika dipertandingan besok kami kalah, aku berjanji akan memberikan Taring Biru milikku ini pada anda!" kata Chun Zagang.
Pembimbing Lu Yunxiang yang mendengar itu sontak terkejut.
"Bajingan ini, dia membawa harta karun seperti ini ke akademi? Apakah dia tidak takut senjatanya di curi?" pikir Pembimbing Lu Yunxiang.
Di sisi lain, Chun Zagang kemudian menegur Pembimbing Lu Yunxiang yang tenggelam dalam pikirannya.
"Pembimbing?" tegur Chun Zagang.
Mendengar itu, Pembimbing Lu Yunxiang seketika sadar dan kemudian berkata.
"Apa kamu sungguh ingin bertaruh dengan ini?"
"Benar!" jawab Chun Zagang tanpa keraguan.
"Kalau begitu, sebaiknya kamu menepati perkataanmu!" kata Pembimbing Lu Yunxiang.
Namun kemudian dia melanjutkan kalimatnya.
"Tapi, bukan berarti aku berharap kalian kalah. Aku masih berharap kalian bisa menang dan masuk ke tahap berikutnya."
"Sekarang, karena kalian tidak mau berlatih, maka aku akan pergi. Kalian beristirahatlah dengan baik dan jangan buat masalah apapun!" kata Pembimbing Lu Yunxiang mengingatkan mereka.
Kemudian Pembimbing Lu Yunxiang berbalik dan berjalan pergi meninggalkan kamar asrama.
Sementara itu di lapangan, pertandingan ujian tahap kedua masih berlanjut.
Sekarang hanya tersisa 24 kelompok yang belum bertanding. Di antara 24 kelompok tersebut, ada Tiga kelompok yang di ketuai oleh pewaris dari Sekte Utama.
Tiga kelompok itu adalah Kelompok 3 yang di ketuai oleh Chun Yima dari Sekte Pedang, kelompok 5 yang di ketuai oleh Chun Hayul dari Sekte Harmoni, dan kelompok 8 yang di ketuai oleh Chun Shengyi dari Sekte Racun.
__ADS_1
"Pertandingan berikutnya!" seru Penjaga Kanan dari atas altar.
Pada putaran kali ini, kelompok yang akan bertanding adalah kelompok 5 melawan Kelompok 101, kelompok 88 melawan Kelompok 41, kelompok 60 melawan Kelompok 52, serta kelompok 14 melawan kelompok 76.
Kedelapan kelompok tersebut kemudian masuk ke lapangan dan bersiap untuk bertanding.
Sementara itu di atas altar, Penjaga Kanan kembali membuka lebar matanya.
Penjaga Kanan terlihat bersemangat melihat kelompok 5 yang diketuai Chun Hayul dari Sekte Harmoni akan bertanding.
"Apakah kelompok gadis itu akhirnya bertanding? Dia adalah si nomor lima, satu-satunya perempuan di antara delapan pewaris Sekte Utama. Aku harap kemampuannya tidak membuatku kecewa!" pikir Penjaga Kanan di benaknya.
Ketika itu di lapangan, tampak setiap kelompok yang telah siap untuk bertempur.
Penjaga Kanan yang melihat itu segera memulai pertandingan tanpa membuang waktu.
"Pertandingan.... Mulai!" seru Penjaga Kanan memulai pertandingannya.
Kemudian setiap kelompok mulai saling berhadapan dan menyerang.
Kelompok 5 menggunakan Formasi Dasar untuk menyeimbangkan kekuatan barisan, sedangkan lawannya menggunakan Formasi Ujung Tombak yang memusatkan kekuatan serangan untuk menembus pertahanan.
Kedua kelompok saling bentrok. Chun Hayul menahan ketua kelompok lawan dengan pedang dan perisainya, ke-duanya saling mendorong.
Namun ketika mereka saling mendorong, Ketua Kelompok 101 terkejut melihat Chun Hayul yang terlihat tenang dan tidak bergerak sedikit pun.
"Apa-apaan ini? Dia tidak terdorong sama sekali! Tenaga dalamnya berada di tingkat yang berbeda!" kata Ketua Kelompok 101 di benaknya.
Dalam posisi itu, Chun Hayul kemudian memberi perintah kepada kelompoknya.
"Ubah Formasi! Serang!"
Kemudian formasi berubah dengan cepat menjadi Formasi Sayap Bangau yang memusatkan kekuatan pada barisan kiri dan barisan kanan. Kedua barisan tersebut kemudian menyerang barisan tengah dan belakang kelompok 101.
Melihat kelompok 5 yang tiba-tiba mengubah Formasi dan melakukan serangan balik, Ketua Kelompok 101 segera memberi arahan pada anggota kelompoknya.
"Bertahan! Angkat Perisai dan Pedang kalian!"
Namun karena situasi yang begitu tiba-tiba, kelompok 101 tidak bisa bereaksi dengan tepat, hingga akhirnya mereka di serang dengan mudah oleh anggota kelompok 5.
Melihat anggota kelompoknya dikalahkan satu persatu, Ketua Kelompok 101 tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia juga harus bertahan melawan Chun Hayul.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya kelompok 5 berhasil mendominasi kelompok 101.
Di saat-saat terakhir, tampak Ketua Kelompok 101 dan beberapa anggota kelompoknya yang terkepung oleh empat pedang yang mengarah ke leher mereka.
Melihat tidak ada harapan untuk menang, Ketua Kelompok 101 dan beberapa anggota kelompoknya tersebut kemudian menjatuhkan senjata dan mengangkat tangan.
"Kami menyerah!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
__ADS_1