
Setelah menjatuhkan senjata dan perisai, Ketua Kelompok 101 serta kelompoknya kemudian mengangkat tangan.
"Kami menyerah!" ucap mereka.
Melihat lawan sudah menyerah, Chun Hayul dan anggota kelompoknya kemudian menurunkan senjata.
Sementara itu di sisi lain, Penjaga Kanan yang melihat pertandingan itu lekas tertawa.
"Hahaha...."
"Pertandingan yang cukup menarik. Di awal dia menggunakan Formasi Dasar untuk bertahan dari Formasi Ujung Tombak lawannya. Ketika berhasil melakukan pertahanan, dia mengubah strategi ke Formasi Sayap Bangau untuk menyerang barisan tengah dan belakang musuhnya. Dia melakukannya dengan cepat, sampai-sampai lawannya tidak dapat bereaksi tepat waktu!" kata Penjaga Kanan di benaknya.
Pada pertandingan itu, Chun Hayul berhasil menunjukkan kemampuan yang tidak mengecewakan.
Setelah menyaksikan pertandingan kelompok 3 melawan Kelompok 101, Penjaga Kanan penasaran dengan pertandingan kelompok lain.
"Bagaimana dengan pertandingan di sebelah sana?" ucap Penjaga Kanan sembari menoleh.
Ketika dia melihat pertandingan kelompok lain, di sana kelompok pemenang telah di tentukan.
Kemenangan di pegang oleh kelompok 88, kelompok 60 dan kelompok 14.
Melihat pemenang pertandingan sudah di tentukan, tanpa membuang waktu Penjaga Kanan langsung mengumumkan kelompok pemenang tersebut.
"Pemenang pertandingan ini adalah Kelompok 5, Kelompok 88, Kelompok 60, dan Kelompok 14. Selamat atas kemenangan kalian!"
Mendengar itu, kegembiraan meliputi para pemenang. Mereka memasang wajah-wajah bahagia.
"Wah... Kita menang!"
"Kita berhasil lulus ujian tahap dua!"
"Pewaris Sekte Utama benar-benar hebat!"
Setelah kemenangannya, Chun Hayul berdiri dengan penuh kebanggaan
"Bagi kelompok yang sudah selesai bertanding, segera tinggalkan lapangan!" kata Penjaga Kanan pada mereka.
Kemudian mereka yang telah selesai bertanding, segera meninggalkan lapangan seperti yang di perintahkan. Kini lapangan kembali kosong.
"Baiklah. Sekarang, pertandingan berikutnya!" kata Penjaga Kanan melanjutkan.
Pada putaran kali ini, kelompok yang akan bertanding adalah Kelompok 32 melawan Kelompok 53, Kelompok 91 melawan Kelompok 11, Kelompok 3 melawan Kelompok 13, serta Kelompok 112 melawan Kelompok 75.
Kemudian ke delapan kelompok tersebut masuk ke lapangan dan bersiap untuk bertanding.
Di antara delapan kelompok tersebut, tampak ada salah satu kelompok yang diketuai oleh salah satu Pewaris dari delapan sekte utama, itu adalah Chun Yima dari Sekte Pedang.
Saat itu dari atas altar, Penjaga Kanan melihat ke arah Chun Yima dan kelompoknya.
"Oh... Apakah sekarang giliran Pewaris dari Sekte Pedang, si nomor tiga, Chun Yima? Menarik..." kata Penjaga Kanan sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
Sementara itu di lapangan, sebelum pertandingan dimulai, Chun Yima bertanya kepada kelompoknya.
"Apakah kalian gugup?"
"Tidak, Pangeran!"
"Bagus! Ayo kita habisi mereka!" kata Chun Yima.
Di bawah kepemimpinan Chun Yima, kelompok 3 berjalan dengan penuh percaya diri.
Ketika setiap kelompok telah menentukan posisi masing-masing dan siap untuk bertempur, Penjaga Kanan segera memulai pertandingannya.
"Pertandingan.... Mulai!" seru Penjaga Kanan.
Setelah pertandingan dimulai, setiap kelompok mulai membentuk formasi.
Kelompok 13 yang melawan kelompok Tiga benar-benar bersiap dan tidak meremehkan lawannya.
"Seperti saat latihan! Gunakan Formasi Perisai! Tahan dan Serang!" seru Ketua Kelompok 13 kepada anggota kelompoknya.
Kelompok 13 bergemuruh dan berteriak. Mereka segera memasang Formasi Bertahan dengan perisai dan pedang mereka.
Sementara itu dari arah lain, kelompok 3 yang di pimpin oleh Chun Yima maju menyerang tanpa ragu.
"Bodoh!" ucap Chun Yima sembari tersenyum meremehkan.
Kemudian Chun Yima memberikan arahan kepada kelompoknya.
"Gunakan Formasi Ujung Tombak! Habisi mereka!" kata Chun Yima.
Sedangkan di sisi lain, sembari berlari menuju lawannya, Chun Yima segera melapisi pedangnya menggunakan tenaga dalam berwarna merah gelap.
Ketika dua pemimpin kelompok saling bertemu, Chun Yima langsung mengayunkan pedangnya.
Ketua Kelompok 13 menahan serangan tersebut dengan mengangkat perisainya.
"DAASSH!!"
Serangan pedang dari Chun Yima sangat kuat, hingga membuat tangan Ketua Kelompok 13 terhempas dan hampir melepaskan perisai di tangannya.
Chun Yima yang melihat pertahanan lawan terbuka, dengan cepat mengayunkan pedangnya kembali dan menebas tubuh Ketua Kelompok 13 dari atas hingga ke bawah.
"SRAASSH!!" Darah langsung menyembur keluar dari sepanjang luka tebasan.
Melihat ketua mereka di tebas dan kalahkan, anggota kelompok 13 yang berada di belakang terlihat panik dan ketakutan.
Chun Yima kemudian meletakkan perisainya di depan tubuh dan berteriak.
"SERANG!"
Mendengar teriakkan Chun Yima, Kelompok Tiga kemudian menyerbu kelompok lawan yang sudah kehilangan pemimpin.
__ADS_1
Akibat tidak ada Ketua yang memberikan arahan, Kelompok 13 dengan cepat tercerai berai. Formasi tempur mereka menjadi kacau dan berantakan.
Hanya dalam waktu beberapa menit, kelompok 3 berhasil menumbangkan semua anggota kelompok 13 tanpa tersisa.
Setelah pertempuran berakhir, Pengawas yang berada di sana, kemudian masuk ke arena untuk melihat keadaan Ketua Kelompok 13 yang terluka.
Penjaga Kanan yang melihat pertandingan itu dari atas altar, terlihat tidak banyak menunjukkan reaksi.
"Lagi-lagi berakhir dengan cepat, padahal lawannya cukup tangguh. Pewaris dari delapan Sekte Utama memang berada di level berbeda!" kata Penjaga Kanan di benaknya.
Melihat pertandingan telah berakhir, begitu juga dengan tiga pertandingan lainnya, Penjaga Kanan kemudian mengumumkan pemenangnya.
"Pemenang pertandingan ini adalah Kelompok 3, Kelompok 32, Kelompok 11, dan Kelompok 112. Selamat atas kemenangan kalian!" kata Penjaga Kanan kepada para pemenang.
"Woaaah!"
Mereka bersorak gembira merayakan kemenangan mereka. Namun tidak untuk Chun Yima, karena baginya melewati ujian tahap kedua bukanlah apa-apa. Itu hanya awal.
Sementara itu di hutan yang tak jauh dari Gedung Asrama, tampak Chun Yang dan Zao Hu yang sedang melakukan latihan sparing.
Mereka berdua beradu gerakan, saling menyerang, menghindar dan bertahan.
Zao Hu melakukan serangan lurus dengan Teknik Cakar Naga Hitam, namun Chun Yang dapat dengan mudah menghindarinya.
Kemudian dengan Teknik Pedang Penyapu Gunung, Chun Yang memutar badannya dengan cepat dan melakukan serangan dengan tangan pedangnya sembari bergerak ke arah samping Zao Hu.
Ketika Zao Hu tidak sempat menghindari serangan tersebut, Chun Yang dengan segera menghentikan serangannya sebelum menyentuh kepala Zao Hu.
Chun Yang kemudian menarik dan menurunkan tangannya, sedangkan Zao Hu menghela nafas.
"Huff.... Apakah ini yang ke sepuluh?" Zao Hu bertanya pada Chun Yang.
"Ya. Ini sudah yang ke sepuluh!"
Saat mendengar jawaban tersebut, Zao Hu kemudian tertawa.
"Hahaha.... Saya tak menyangka akan kalah sepuluh kali dari sepuluh pertarungan. Perkembangan seni beladiri anda benar-benar mengesankan. Sekarang pangeran sudah menjadi lebih kuat dari Saya!" kata Zao Hu.
Melihat Zao Hu mengakui perkembangannya, Chun Yang kembali melihat dirinya sendiri dan berkata.
"Ya. Aku banyak berlatih!"
Saat itu, Zao Hu melihat Chun Yang dengan kekaguman. Dia menjadi lebih yakin dengan pilihannya untuk mengikuti Chun Yang.
"Awalnya aku hanya mengira, tapi sekarang aku yakin, dia sudah jauh bertambah kuat daripada sebelumnya!"
"Ini hanya baru beberapa hari, tapi Pangeran sudah berkembang sebanyak ini. Aku yakin tidak lama lagi, Pangeran pasti bisa melampaui para Pewaris dari delapan Sekte Utama!" pikir Zao Hu di benaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................
......................