Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 19 : Menjenguk


__ADS_3

Saat Song Qiu melakukan akupuntur pada tubuhnya, Chun Yang terpikirkan tentang tujuh hari yang akan dia habiskan di dalam ruang kesehatan.


"Tujuh hari.... Kalau aku berada di sini selama tujuh hari, maka aku akan tertinggal oleh yang lainnya. Apa lagi, karena aku meninggalkan lapangan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Aku tidak boleh terlalu lama berada di sini!" kata Chun Yang di benaknya.


Pada saat itu Chun Yang kemudian terpikirkan sebuah ide di kepalanya.


"Zero!"


"Ya, Tuan!"


"Bisakah kamu mempercepat proses penyembuhan ku? Tapi tidak boleh terlalu cepat karena aku bisa di curigai. Buatlah diriku sembuh secara perlahan, agar waktu penyembuhan yang seharusnya berjalan tujuh hari dapat dipersingkat menjadi tiga hari. Dapatkah kamu melakukannya, Zero?" tanya Chun Yang dalam benaknya.


"Itu hal yang mudah, Tuan!" jawab Zero.


"Bagus sekali. Kalau begitu, lakukanlah!" kata Chun Yang memberi perintah.


Beberapa saat setelah itu, Song Qiu akhirnya selesai melakukan akupuntur pada tubuh Chun Yang.


"Akupuntur nya udah selesai. Anda bisa memakai kembali baju anda!" kata Song Qiu.


Kemudian Chun Yang mengenakan kembali bajunya, sedangkan Song Qiu merapikan jarum akupuntur dan herbal yang tersisa di atas nampan.


Kemudian saat Song Qiu bangkit berdiri dan ingin pergi, tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu.


Mendengar ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu ruang kesehatan pada malam hari, Chun Yang dan Song Qiu menoleh bersamaan ke arah pintu.


Dengan rasa penasaran, Song Qiu segera membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


"Penjaga Kiri!?" ucap Chun Yang dan Song Qiu bersamaan.


Melihat seseorang seperti Penjaga Kiri datang ke ruang kesehatan, Chun Yang dan Song Qiu menjadi penasaran perihal apa yang sampai membawanya kemari.


Di sisi lain, Penjaga Kiri yang baru dibukakan pintu terheran ketika melihat Song Qiu.


"Eh? Kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu muridnya Tabib Song Yi? Dimana Kakakmu? Apakah kalian berdua jadi petugas kesehatan di tempat ini?" tanya Penjaga Kiri bertubi-tubi.


Kemudian Song Qiu segera menjawab pertanyaan Penjaga Kiri satu per satu.


"Uugh... Kakakku ada di ruangan kerjanya. Anda benar, kami memang menjadi petugas kesehatan di tempat ini" jawab Song Qiu.


"Waah! Dua bocah yang dulu selalu menempel pada gurunya, sekarang sudah jadi petugas kesehatan di akademi. Bagus sekali! Kalian lakukanlah pekerjaan kalian dengan baik!" kata Penjaga Kiri kepada Song Qiu.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain, Song Qiang yang tadi mendengar suara ketuk pintu, kemudian keluar dari ruangannya dengan rasa penasaran.


"Qiu er, siapa yang datang? Eh, Penjaga Kiri?" Song Qiang juga terkejut melihat kedatangan Penjaga Kiri.


Kemudian Song Qiang segera melanjutkan.


"Apa yang membuat anda datang ke sini. Saya harap bukan anda yang terluka!" ujar Song Qiang.


"Oh? Apakah kamu tidak suka aku datang ke sini?" ujar Penjaga Kiri menakuti.


"Tidak! Tidak! Bukan seperti itu maksud saya!" kata Song Qiang sambil menggelengkan kepala dan mengangkat tangannya setinggi bahu.


"Haha.... Aku hanya bercanda. Aku datang ke sini khusus untuk menemui anak itu!" kata Penjaga Kiri sambil melihat ke arah Chun Yang.


"Eh? Menemui dia?"


"Aku?"


Mereka bertiga yang mendengar itu seketika terkejut dan terheran.


Penjaga Kiri berjalan mendekati Chun Yang yang masih terbaring di atas ranjang.


Chun Yang menatap Penjaga Kiri dan kemudian bertanya.


"Aku datang untuk memberikan ini!" kata Penjaga Kiri mengambil sesuatu dari dalam bajunya.


Penjaga Kiri mengeluarkan sebuah kotak dan sebuah papan nama kayu. Dia memberikannya pada Chun Yang.


"Apa ini?" tanya Chun Yang.


"Bukankah kamu lulus ujian? Itu adalah hadiah mu!" kata Penjaga Kiri.


"Papan nama kayu itu adalah simbol bahwa kamu telah lulus ujian tahap satu dan menjadi Pendekar Tingkat Rendah. Sedangkan di dalam kotak itu ada Pil Tenaga Dalam Tingkat Tinggi yang sangat kamu butuhkan saat ini!" kata Penjaga Kiri melanjutkan.


"Sebelumnya terima kasih karena anda sudah berbaik hati mengantarkan ini padaku. Tapi kenapa anda sampai melakukannya sendiri? Bukankah anda bisa menyuruh orang lain untuk melakukannya?" tanya Chun Yang.


"Itu karena aku juga ingin melihat bagaimana kondisimu. Kenapa? Tidak boleh kah aku menjenguk mu?" ujar Penjaga Kiri.


".....Itu boleh-boleh saja." jawab Chun Yang sedikit gugup.


Melihat kondisi Chun Yang dapat berkomunikasi dengan baik dengannya, Penjaga Kiri kemudian tersenyum.

__ADS_1


Dia kemudian menoleh ke belakang dan bertanya pada Song Qiang.


"Berapa lama lagi dia akan sembuh?"


"Karena luka dalamnya cukup parah dan dia juga tidak punya tenaga dalam, waktu penyembuhannya mungkin sekitar enam atau tujuh hari"


"Tujuh hari? Itu terlalu lama. Dia akan tertinggal oleh yang lainnya jika seperti ini!" ujar Penjaga Kiri merasa resah.


"Tujuh hari adalah waktu yang cukup panjang. Itu adalah waktu yang cukup untuk membuat dirinya tertinggal jauh di belakang!" pikir Penjaga Kiri di benaknya.


Dia melihat ke arah Chun Yang dengan wajah khawatir.


Namun Chun Yang yang melihat Penjaga Kiri merasa resah kemudian berkata.


"Penjaga Kiri, anda tidak perlu merasa resah. Aku pasti akan sembuh dalam tiga hari!" kata Chun Yang.


Dengan adanya bantuan dari Zero, Chun Yang sama sekali tidak ragu dengan perkataannya. Dirinya yakin pasti dapat sembuh dalam waktu tiga hari.


Namun Penjaga Kiri yang mendengar itu seketika tertawa.


"Hahaha.... Lihatlah bocah ini, dia lucu sekali!" kata Penjaga Kiri.


"Hei, Nak. Kamu tidak akan bisa sembuh lebih cepat hanya karena kamu mengatakannya. Tetapi kalau kamu punya tenaga dalam, mungkin apa yang kamu katakan bisa menjadi kenyataan!" kata Penjaga Kiri melanjutkan.


Song Qiu dan Song Qiang mengangguk setuju dengan perkataan Penjaga Kiri.


Melihat mereka yang tidak percaya dengan perkataannya, Chun Yang yang berbaring di tempat tidur merasa agak kesal.


"Apa kamu tidak penasaran kenapa hanya kamu yang ada di sini, padahal yang lainnya juga terluka? Itu karena mereka bisa menyembuhkan diri mereka sendiri dengan tenaga dalam dan meditasi. Walau tentu saja mereka bisa sembuh lebih cepat apabila dirawat oleh tabib atau minum obat." kata Penjaga Kiri.


"Jadi itulah alasan kenapa hanya aku yang dibawa ke tempat ini sedangkan yang lainnya tidak. Karena aku tidak punya tenaga dalam dan tidak bisa meditasi." pikir Chun Yang di benaknya.


"Pada ujian tahap satu kamu berhasil lulus dengan kekuatan tekad. Tapi pada ujian berikutnya, apakah kamu yakin bisa melewatinya hanya dengan tekad? Kamu setidaknya harus punya tenaga dalam!" kata Penjaga Kiri.


Mendengar fakta yang di katakan oleh Penjaga Kiri, Chun Yang sekali lagi tenggelam dalam pikirannya.


"Benar apa yang di katakan oleh Penjaga Kiri. Kalau aku ingin melewati ujian berikutnya aku harus punya tenaga dalam!" pikir Chun Yang di benaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2