
waktu terus bergulir, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tak terasa sudah hampir dua tahun Salsa menetap di kediaman keluarga Alexander. Salsa merasa sudah saatnya ia pergi dari rumah itu. Ia tidak ingin terus menerus bergantung hidup dengan orang lain. Ia ingin hidup mandiri tanpa membebani keluarga Alexander.
Dengan bermodalkan tabungan yang ia kumpulkan selama bekerja di perusahaan keluarga Alexander, dengan bakatnya dalam bidang memasak, Salsa membuka rumah makan yang tidak terlalu besar namun mampu membiayai hidupnya dan putrinya sehari-hari. Rumah makannya menerima jasa catering untuk acara-acara seperti acara ulang tahun, arisan, dll. Rumah makan tersebut memiliki dua lantai, lantai bawah untuk usaha rumah makan dan lantai dua di gunakan Salsa untuk tempat tinggalnya bersama putrinya saat keluar dari rumah Brian.
Pagi ini seperti biasa Salsa setelah menyiapkan sarapan untuk semua penghuni rumah lalu ia bersiap untuk berangkat kerja bersama Brian dan Chris.
" mama anti ayan-ayan mall ya." ucap Annisa.
" iya sayang nanti kita jalan-jalan berdua ya." balas Salsa.
" au tama papa tama bang alan." ucap Annisa merengek.
" papa pasti sibuk sayang, kita jalan sama abang alan saja ya." ucap Salsa membujuk. ia merasa sungkan saat Annisa meminta jalan-jalan bersama Brian.
" sudah Sal gak papa kok, aku gak masalah kalau bawa anak-anak jalan-jalan." ucap Brian sambil menganggukkan kepala. Akhirnya Salsa pun pasrah menuruti permintaan putrinya.
" yasudah nanti sama papa juga." balas Salsa. Raut wajah Annisa pun kembali ceria mendengar permintaannya di kabulkan mamanya.
" yeayyy ayan-ayan tama papa tama abang uga." sorak Annisa dengan gembira.
mereka pun melanjutkan sarapan lalu Brian dan Salsa berangkat ke kantor sedangkan dua balita itu asyik bermain dengan mainannya masing-masing. Brian, Salsa dan Chris pun tiba di kantor lalu Brian dan Chris menuju ruangan masing-masing sedangkan Salsa segera menuju pantry untuk membuat kopi yang sudah kewajiban tiap pagi membuat kopi untuk bosnya, tak lupa ia juga membuatkan untuk Chris. Setelah mengantarkan kopi, ia segera kembali ke mejanya dan mengerjakan laporan-laporan bulanan. Tanpa terasa jam makan siang tiba, Brian meminta Chris dan Salsa bersiap untuk makan siang.
" Sal, segera bersiap kita akan makan siang bersama." Ucap Brian melalui sambungan telepon.
__ADS_1
" baik tuan." balas Salsa. Brian keluar ruangan lalu diikuti oleh Salsa dan Chris. Mereka pun memasuki mobil.
" kita kemana tuan?" tanya Chris.
" kita ke mall S saja makan siang sekalian bawa anak-anak jalan." balas Brian. lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya.
" halo ma, tolong minta babysitter untuk memandikan anak-anak dan memakaikan mereka baju untuk jalan lalu minta tolong pak Budi untuk mengantarkan mereka ke mall S. Brian dan Salsa tunggu di mall S ya." ucap Brian pada bu Santi.
" oh iya nak biar mama suruh babysitternya." balas bu Santi.
Brian pun menutup panggilannya, tak berselang lama mereka tiba di mall S lalu memarkirkan mobil dan segera memasuki mall tersebut.
" kita tunggu anak-anak di lobi." ucap Salsa. Brian pun mengiyakan lalu mereka duduk di bangku panjang yang tersedia di lobi mall. Setengah jam menunggu akhirnya anak-anak yang di tunggu pun tiba dan menghampiri mereka.
" jangan lari-lari nak nanti jatuh sayang." ucap Salsa dengan lembut.
" iya mama." balas anak-anak. Salsa pun tersenyum mendengarnya.
" sekarang kalian mau kemana?" tanya Brian pada anak-anak.
" mau mandi bola papa." jawab mereka bersama.
" oke tapi kita makan dulu ya setelah itu baru bermain." ucap Brian.
__ADS_1
" ayo papa, kita makan ayam goreng ya papa." ucap dua balita itu
" oke ayo kita makan ayam goreng." ucap Brian. lalu mereka berjalan menuju salah satu outlet ayam goreng paling terkenal di seluruh dunia. setibanya di outlet tersebut, Chris berbaris mengantri untuk memesan makan sedangkan Brian menemani dua balita tersebut bermain di area permainan anak-anak yang di sediakan pihak K*C dan Salsa mencari tempat duduk untuk mereka berlima.
tak lama Chris datang membawa nampan berisi sebuket ayam goreng, lima nasi, dan air mineral. lalu Brian mengajak anak-anak makan.
" ayo nak kita makan dulu." ucap Brian.
" oke papa." balas anak-anak tersebut. lalu mereka menghampiri meja lalu duduk dan segera menikmati makan siang mereka.
Selesai makan mereka segera pergi ke area bermain anak-anak. Dua balita tersebut bersorak ria saat memasuki area bermain.
" hati-hati nak." ucap Salsa. Salsa mengikuti dua balita itu memasuki area bermain. mereka bermain prosotan, ayunan, mobil mini, dan mandi bola. Dua jam setengah sudah mereka bermain akhirnya mereka berhenti bermain karena kelelahan.
" ayo sudah ya nak tuhh lihat kalian sudah kelelahan begitu. lain kali lagi kita mainnya yaa." ucap Salsa.
" iya mama ayo pulang sudah capek." balas dua balita itu. mereka pun keluar dari area bermain.
" bagaimana sudah puas bermainnya?" tanya Brian.
" iyaa papa kita sudah puas" ucap mereka serempak.
mereka bergegas menuju parkiran mobil, masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan kawasan mall menuju pulang ke rumah. dua balita itu terlihat sudah terlelap di dalam mobil karena kelelahan. akhirnya mereka tiba di rumah, Salsa menggendong putrinya sedangkan Brian menggendong Alan lalu membawa putra putri mereka ke kamar dan membaringkan kedua bocah itu di atas kasur, tak lupa memasang pagar yang memang tersedia di ranjang khusus balita..
__ADS_1
# sorry ya kalau tulisan author gak jelas atau membosankan