IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
37


__ADS_3

    Karina mengerjapkan matanya lalu ia bangun. Saat terbangun, dia melihat sekelilingnya yang tampak sedikit remang-remang. Karina duduk dan menyandarkan tubuhnya sembari memeluk kedua lututnya.


    “ hiks..hik..hiks.. umi, abi, abang Rai kalian dimana? Karina takut.” Ucap karina sambil menangis dan menenggelamkan wajahnya di lututnya. Lama menangis akhirnya karina tertidur.


    Keesokan paginya karina terbangun karena ada suara seseorang yang membangunkannya.


    “ HEH BANGUN KAMU ANAK SI*LAN.” Ucap wanita kemarin yang memerintah seseorang untuk menculik karina. Sontak, karina langsung terbangun saat mendengar bentakan wanita itu. Karina menatap wanita itu dengan mata berkaca-kaca karena bentakan.


    “ tante siapa?” Tanya karina takut.


    “ aku adalah orang menculik kamu.” Ucap wanita tersebut.


    “ kenapa tante menculik karina?” Tanya karina.


    “ karena kamu adalah anak Ammar dan Aida. Seharusnya yang menikah dengan ayah kamu adalah aku tapi ibu mu merebut Ammar dari ku.” Balas wanita itu.


    “ tante bohong.” Ucap karina.


    “ memang itulah kenyataannya anak si*lan. Siapapun yang merebut milik ku akan berhadapan dengan ku, seorang Adelia Admaja.” Ucap wanita yang bernama Adelia Admaja tersebut.  Adelia keluar dari ruangan yang menyekap karina lalu segera pergi. 


    Tak terasa sudah empat hari karina di culik dan di sekap, terlihat tubuhnya lemah tak berdaya dan bibirnya pucat kering karena selama disekap karina tidak di beri makan dan minum. Karina hanya bisa menangis dan diam menahan lapar dan haus.


    Karina bertekad untuk segera keluar dari ruangan itu. Akhirnya ia mendapat ide cemerlang. Dia mendekat ke arah pintu lalu menggedornya.


   


    “ buka, tolong buka.” Ucap karina sambil menggedor. Dua pria yang berjaga di depan segera mendekat ke ruangan karina di sekap lalu membukanya.


    “ ada apa?” Tanya salah satu dari mereka.


    “ om saya mau pipis, saya sudah kebelet.” Ucap karina sambil berpura-pura menahan kencing.

__ADS_1


    “ yasudah ayo aku antar.” Ucap pria itu lalu membawa karina ke halaman berumput yang terletak di belakang gudang tersebut  untuk buang air karena gudang itu tidak memiliki toilet.


    “ cepat pipis sana.” Ucap pria itu.


    “ om jangan disini.” Ucap karina.


    “ nanti kamu kabur jadi saya harus berjaga disini.” Ucap pria itu.


    “ saya tidak akan kabur om. Saya perempuan om, saya malu masa om melihat saya pipis.” Ucap karina.


    “ yasudah sana cepat.” Balas pria itu lalu dia berbalik dan berjalan agak menjauh. 


 Melihat pria tadi sudah menjauh, karina mengambil kesempatan itu untuk kabur. Karina berlari masuk ke dalam hutan yang terletak di belakang gudang tersebut. Karina berlari dengan sekuat tenaganya.  Karina terus berlari hingga di rasa sudah cukup jauh, dia mulai berjalan tertatih-tatih hingga dia melihat pemukiman penduduk. Karina berjalan keluar hutan yang tak lain adalah kebun hingga sampai ke jalanan. Karina menyeberangi  jalanan  tanpa dia sadari ada sepeda motor yang melaju kencang hingga menabrak tubuh kecil karina lalu terguling dan kepalanya membentur sebuah batu besar hingga darah mengalir keluar dari kepalanya. Pengendara motor tersebut segera kabur tanpa menolong karina yang sudah tidak sadarkan diri.


Di sisi lain, pria yang mengantar karina untuk pipis merasa curiga karena dari tadi karina tidak kembali, akhirnya dia menghampiri tempat Karina pipis dan alangkah terkejutnya dia saat tidak melihat karina berada disana.


“ si*l. bocah itu kabur.” Ucap pria itu lalu ia masuk ke dalam gudang untuk menghampiri temannya.


“ hei, mana bocah itu?” Tanya temannya.


“ mampus bos bisa marah. Bagaimana bocah itu bisa kabur?” Tanya temannya lagi. Pria tadi menjelaskan kronologi kejadiannya.


“ lalu sekarang kita harus kemana mencarinya?” Tanya temannya itu.


“ sepertinya bocah itu kabur ke dalam hutan yang ada di belakang.” Balas pria itu.


“ bagaimana kita mencarinya? Ini sudah tengah malam pasti susah mencarinya di dalam hutan itu.”  Ucap temannya.


“ sudahlah lebih baik kita segera melaporkan ini pada bos dan menceritakan kronologinya.” Ucap pria itu. Temannya hanya menganggukkan kepala.


……….

__ADS_1


    Setelah motor yang menabrak karina pergi, tak lama terlihat sebuah mobil tua dengan tulisan `Panti Asuhan Kasih Bunda` di bagian sampingnya. Mobil tersebut berhenti lalu keluarlah seorang wanita dan seorang anak laki-laki yang terlihat lebih tua dari Karina. Dua orang tersebut menghampiri tubuh karina yang bersimbah darah.


    “ nak bangun.” Ucap wanita tersebut mencoba membangunkan karina namun hasilnya nihil.


    “ bunda, sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit saja.” Ucap anak laki-laki tersebut.


    “ yasudah ayo nak.” Balas wanita itu lalu menggendong karina sedangkan bocah laki-laki itu membantu membuka pintu belakang lalu wanita tersebut membaringkan tubuh karina di kursi.


    “ aldi, kamu di belakang saja nak menemani anak ini.” Ucap wanita itu kepada bocah laki-laki yang bernama Aldi tersebut. Aldi segera masuk dan memangku kepala Karina sedangkan wanita tersebut masuk ke kursi supir dan langsung menuju rumah sakit yang letaknya tidak jauh. Lima belas menit  berkendara akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan langsung ke depang pintu UGD.


    Wanita tersebut bergegas turun, membuka pintu belakang dan langsung menggendong Karina. Wanita itu berlari masuk ke dalam UGD.


    “ dokter..suster.. tolong.” Ucap wanita tersebut sambil berteriak. Suster yang berjaga segera mengambil brangkar.


    “ silahkan letakkan anaknya bu.” Ucap seorang perawat. Wanita tersebut segera meletakkan Karina di atas brangkar lalu perawat tadi mendorong brangkar masuk ke dalam ruang periksa.


    “ ibu mohon tunggu di luar agar kami bisa melakukan pemeriksaan.” Ucap seorang dokter wanita.


    “ baik dokter.” Balas wanita tadi lalu dia menunggu di area tunggu bersama Aldi. Tak lama dokter tersebut keluar.


    “ bagaimana keadaannya, dok?” Tanya wanita itu.


    “   kepala mengalami benturan yang keras hingga mengeluarkan banyak darah. ada kemungkinan pasien akan kehilangan ingatannya. hanya itu saja, selebihnya baik-baik saja." ucap dokter tersebut.


" apa hilang ingatannya bersifat permanen atau sementara, dok?" tanya wanita itu lagi.


" ada kemungkinan bersifat permanen namun kita hanya bisa berdoa semoga hilang ingatannya hanya bersifat sementara. itu saja." balas dokter itu.


" oh baiklah, terima kasih dok." ucap wanita itu.


" sama-sama bu, itu sudah kewajiban saya sebagai dokter. kalau begitu saya permisi." ucap dokter tersebut.

__ADS_1


" silahkan dokter." balas wanita itu. setelah itu dia memasuki ruang rawat Karina. karina di tempatkan di ruangan kelas ekonomi di karenakan mereka memang bukan dari kalangan atas. di dalam ruangan terlihat karina terbaring masih memejamkan matanya lantaran karena pengaruh bius dengan kepala yang di perban.


# sekian dari author. jangan lupa like, komen dan share. dukung terus karya author. maaf jika lama update karena author juga sibuk. terima kasih.


__ADS_2