
setibanya di kawasan mall SS, Brian segera memarkirkan mobilnya lalu mereka segera memasuki mall SS. mereka terus berjalan lalu masuk ke dalam K*C. Salsa membawa anak-anak mencari meja yang kosong sedangkan Brian mengantri memesan makanan. Saat makanan di hidangkan di atas meja, mereka langsung makan dengan lahap.
"mama, papa kita mau main." ucap Alan dan Annisa bersamaan.
" oke ayo pergi bermain." ucap Brian.
" hore..." ucap anak-anak dengan gembira. lalu mereka menuju lantai empat kemudian memasuki arena bermain anak. Brian menemani anak-anak bermain sedangkan Salsa duduk di bangku yang di sediakan oleh pihak pengelola arena bermain. Salsa dapat melihat wajah ceria anaknya saat bermain dengan Alan dan Brian. Salsa merasa terharu dengan perhatian yang di Brian pada putrinya yang notabenenya bukan anak kandungnya sedangkan ayah kandung putrinya tidak mau mengakui darah dagingnya sendiri. Mengingat hal itu membuat Salsa tanpa sadar meneteskan air mata namun dengan cepat di usapnya agar tidak ada yang melihatnya menangis.
satu jam lebih bermain anak-anak sudah kelelahan akhirnya mereka berhenti bermain lalu keluar dari arena bermain. Brian dan anak-anak menghampiri Salsa yang menunggu mereka di bangku penunggu. Brian langsung mendaratkan bokongnya di bangku di samping Salsa sedangkan anak-anak berada di pangkuan orang tua mereka. Salsa dengan sigap memberikan botol yang berisi air mineral kepada mereka lalu mereka meminumnya hingga habis.
" setelah ini mau kemana?" tanya Brian.
" aku mau beli furniture dan beberapa barang elektronik lalu kita langsung pulang." jawab Salsa. Brian hanya menganggukkan kepala lalu mereka toko furniture dan barang elektronik. Setelah membeli furniture dan barang eletronik, mereka segera pulang. Brian mengantar pulang Salsa terlebih dahulu.
Sesampainya di depan rumah, Salsa langsung keluar dari mobil sambil menggendong putrinya yang sudah terlelap. ketika ingin membuka pintu rumah, langkah Salsa terhenti saat mendengar suara Brian.
" tunggu." ucap Brian. Salsa segera membalik badannya dan terlihat Brian sudah berdiri di hadapannya.
__ADS_1
" ada apa mas?" tanya Salsa.
" ehmm ada yang ingin aku katakan padamu." ucap Brian.
" iya katakan saja mas." balas.
" sebenarnya aku menyukaimu sejak dua tahun yang lalu namun aku belum ada keberanian untuk mengungkapkan perasaanku. Awalnya aku merasa kagum dan tersentuh dengan semua perlakuan dan sikapmu. Perlahan tapi pasti rasa kagum itu berubah menjadi rasa cinta. Aku sangat mencintaimu Salsabila." ucap Brian yang mengungkapkan isi hatinya.
Deg!
" mau kah kamu menjadi istri ku dan ibu untuk anak-anakku kelak?" tanya Brian sambil berlutut dan membuka kotak perhiasan yang berisi cincin dengan berlian cantik di atasnya
" aku juga mencintaimu mas tapi apa pantas aku menjadi pendamping hidupmu? aku hanya seorang wanita yang tidak mempunyai apa-apa , hanya seorang yatim piatu. Apa mas tidak malu dengan itu?" balas Salsa.
" iya mas yakin, mas tidak mempermasalahkan itu semua. mas menerima segala kekurangan dan kelebihanmu." ucap Brian meyakinkan Salsa.
" lalu bagaimana dengan orang tua mas apakah mereka akan merestui kita? dan bagaimana dengan pandangan orang-orang nantinya mas?" tanya Salsa.
__ADS_1
" masalah orang tua mas yakin mereka akan merestui kita dan mas tidak memperdulikan pandangan orang lain karena yang akan menjalaninya adalah kita bukan mereka jadi jangan hiraukan tentang pandangan orang lain. bagaimana? apa kamu mau menerima mas jadi suami kamu?" balas Brian.
" beri aku waktu dua hari mas untuk menjawabnya, aku akan melakukan shalat istikharah untuk memantapkan hatiku mas." ucap Salsa.
" baik akan mas tunggu jawaban kamu dua hari lagi, yasudah mas pulang sekarang ya." ucap Brian.
" iya mas kasian Alan sudah kelamaan menunggu. mas hati-hati di jalan ya." balas Salsa.
" iya sayang mas akan hati-hati, assalamualaikum." ucap Brian lalu masuk ke dalam mobil.
Blush..!
pipi Salsa menjadi merona karena mendengar Brian yang memanggilnya dengan panggilan sayang.
" Waalaikumsalam." balas Salsa masih dengan rona di wajahnya. ia masuk ke dalam rumahnya lalu membaringkan putrinya yang terlelap lalu ia segera mandi. Selesai mandi Salsa segera melaksanakan shalat maghrib saat kumandang adzan terdengar.
#bersambung
__ADS_1