IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
12


__ADS_3

waktu terus berjalan, sebulan telah berlalu besok pagi adalah harinya Salsa dan putrinya untuk pindah dari kediaman Alexander berbarengan dengan telah rampung pula renovasi usaha rumah makan sekaligus tempat tinggalnya. rumah makan milik Salsa sangatlah kecil namun lokasinya yang strategis bisa mendatangkan pelanggan yang lumayan cukup di syukuri oleh Salsa.


Salsa sibuk memasukkan pakaian miliknya dan putrinya ke dalam koper. Ia dan putrinya pun bersiap-siap untuk segera pergi. Setelah selesai berkemas, ia keluar kamar lalu menuju ruang makan.


" sudah kamu kemas semua barang-barang mu nak?" tanya bu Santi.


" iya bu sudah semua termasuk barang-barangnya Annisa." balas Salsa. lalu mereka pun makan dengan tenang, memang sudah aturan dalam keluarga Alexander saat makan tidak boleh ada yang berbicara. Selesai makan mereka menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Suara adzan subuh berkumandang dari ponsel Salsa, lalu ia bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyikat gigi lalu mengambil air wudhu lalu melaksanakan ibadah shalat subuh. Selesai shalat, ia bergegas mandi lalu setelah itu memasak sarapan.


selesai memasak, lalu ia memanggil semua untuk sarapan. selesai sarapan Salsa masuk ke dalam kamar anak-anak lalu memandikan mereka satu per satu. selesai memandikan dua balita itu, Salsa kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian karena ia akan pindah pagi ini.


selesai berganti baju, Salsa keluar dari kamar sembari menyeret sebuah koper berukuran sedang di tangan kirinya lalu berjalan menuju ruang keluarga dan terlihat bu Santi,papa Alex dan Brian sedang menunggu Salsa untuk melepas kepindahan Salsa dari rumah itu.


" nak kamu mau pergi sekarang?" tanya bu Santi.


" iya bu karena masih banyak yang harus Salsa urus jadi saya pergi sekarang." balas Salsa.


" oh baiklah, kamu pergi naik apa?" tanya bu Santi.


" salsa akan pesan taksi online bu." balas Salsa.


" lohh kok naik taksi, mending kamu di antar Brian aja. Rian kamu gak masalahkan mengantar Salsa ke tempatnya?" tanya bu Santi.


" iya ma gak papa sekalian rian ke kantor ma." ucap Brian. Salsa yang merasa sungkan pun menolaknya.


" ehh gak usah bu, salsa perginya berlawanan arah dengan kantor mas Brian." ucap Salsa.


" sudahlah gak papa kok saya gak masalah." ucap Brian.

__ADS_1


" tuh dengarin rian gak masalah kok nak." ucap bu Santi.


" yasudah deh mas, kalau begitu kita berangkat sekarang saja kasihan nanti mas Brian terlambat ke kantor karena harus mengantarkan Salsa terlebih dahulu." ucap Salsa.


" ya ayo." balas Brian.


" bu, tuan kami pergi sekarang ya terima kasih dua tahun ini sudah menerima Salsa di keluarga ini." ucap Salsa dengan haru.


" gak masalah nak, sering-seringlah datang kesini dan kalau ada apa-apa jangan sungkan minta tolong kepada kita." ucap bu Santi.


“ iyaa bu pasti Salsa akan sering-sering kesini." ucap Salsa lalu ia memeluk Alan yang berada di gendongan bu Santi namun Alan menangis histeris tidak merelakan Salsa pergi dark rumah itu begitupun dengan Annisa yang tidak ingin pergi.


"mama jangan pergi. mama gak sayang Alan lagi." ucap Alan sambil menangis tersedu-sedu. Salsa yang tak tega mendengarnya pun segera memeluk anak susunya itu.


" Alan jangan menangis ya nak, nanti mama akan sering-sering datang kesini dengan dedek icanya atau nanti abang Alan yang datang ke rumah mama dengan oma, opa atau papa ya sayang." ucap Salsa dengan lembut membujuk Alan, Alan hanya menganggukkan kepala seolah paham dengan penjelasan Salsa. Lalu Salsa pun berjongkok menyamakan tingginya dengan putrinya.


" iya mama tapi mama janji ya kita akan sering-sering main ke rumah oma, opa, papa dan abang Alan." ucap Annisa.


" iya sayang mama janji." ucap Salsa sembari menautkan jari kelingkingnya dengan putrinya tanda janji.


" anak mama pintar banget sih , yasudah sekarang salim dengan oma, opa dan abang Alan ya nak." ucap Salsa dan diangguki oleh Annisa. lalu Annisa mencium tangan bu Santi, papa Alex dan Alan lalu mengucapkan salam.


" oma, opa, abang, ica pergi dulu ya nanti ica sering-sering datang kesini, abang juga harus datang ke rumah ica ya." ucap Annisa.


" iya sayang nanti kita ke rumah ica." ucap bu Santi.


" yasudah ma kami pergi sekarang." ucap Brian.


" iya nak, hati-hati di jalan." ucap bu Santi.

__ADS_1


" iya bu, ma. assalamualaikum." ucap Salsa dan Brian bersamaan.


" Waalaikumsalam." balas bu Santi dan papa Alex bersamaan.


Brian, Salsa, dan Annisa memasuki mobil dengan Chris sebagai sopirnya. lalu mobil itu meninggalkan kediaman Alexander.


" kita mengantarkan Salsa ke rumah barunya terlebih dahulu setelah itu baru kita ke kantor,chris." perintah Brian kepada Chris.


" baik tuan, alamatnya dimana nona Salsa?" tanya Chris.


" di jalan mawar, nanti setelah di jalan mawar akan saya tunjukkan tempatnya." ucap Salsa.


" baik nona." balas Chris. setelah lima belas menit akhirnya mereka berada di jalan mawar lalu Salsa menunjukkan arahnya.


" nanti sepuluh meter dari SPBU , belok kiri pak." ucap Salsa.


" baik non." balas Chris. mereka pun belok kiri setelah melewati SPBU lalu Salsa menunjuk sebuah rumah yang terbuat dari batu bata bertingkat dua yang tidak terlalu besar. di lantai bawah untuk usaha rumah makan Salsa dan lantai atas untuk tempat tinggal, terlihat plang nama rumah makan tersebut bertuliskan ' rumah makan Annisa'. mobil pun berhenti di depan rumah tersebut, lalu Salsa dan Annisa turun dari mobil. Chris ikut turun dari mobil lalu membuka bagasi dan menurunkan koper milik Salsa lalu menutup kembali pintu bagasi dan masuk kembali ke dalam mobil. Salsa yang sudah turun dari mobil pun tak lupa mengucapkan terima kasih.


" terima kasih mas sudah mengantar kami sampai disini, hati-hati di jalan." ucap Salsa.


" hemm, lalu bagaimana dengan pengunduran dirimu?" tanya Brian.


" besok saya akan ke kantor mas untuk menyerahkan surat pengunduran diri." jawab Salsa.


" baiklah kalau begitu, Chris ayo jalan." ucap Brian.


" baik tuan." ucap Chris. mobil yang di bawa Chris pun segera pergi dan menghilang dari penglihatan Salsa. Salsa segera masuk ke dalam rumahnya sambil menyeret koper dan menggendong putrinya. ia naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya yang tidak terlalu luas tanpa adanya tempat tidur karena ia belum membeli perabotan apapun. jadi ia berencana besok akan membeli perabotan rumah, peralatan masak dan bahan-bahan mentah yang akan ia olah untuk rumah makannya.


# dukung author terus ya. maaf jika agak membosankan.

__ADS_1


__ADS_2