
setelah Sarah di bawa keluar secara paksa, Brian kembali duduk di kursi kebesarannya lalu teringat bahwa dia akan bertemu dengan Salsa. Brian segera berdiri lalu mengambil jasnya yang tergantung di sandaran kursi dan memakainya. sesampainya di parkiran, ia langsung masuk mobil dan segera mengemudikan mobilnya menuju rumah Salsa.
setengah jam mengemudi akhirnya Brian sampai di depan rumah Salsa. Brian segera memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah Salsa. Dapat ia lihat warung makan milik Salsa kedatangan banyak pelanggan. Brian berjalan menghampiri Salsa yang berada di meja kasir lalu mengucapkan salam.
" Assalamualaikum." ucap Brian. Salsa yang mendengar salam itu langsung menoleh dan Annisa ikut menoleh karena mengenal pemilik suara tersebut dan langsung turun dari kursi.
" Waalaikumsalam." balas Salsa sembari tersenyum.
" papa." ucap Annisa seraya mengangkat tangannya ingin di gendong, Brian yang mengerti maksud Annisa langsung menggendongnya.
" mas sudah datang, ayo naik kita bicara di lantai dua saja." ucap Salsa dan di balas anggukkan kepala oleh Brian.
Mereka langsung naik ke lantai dua dengan Annisa berada di gendongan Brian. sesampainya di lantai dua, Salsa menyuruh Brian untuk duduk di atas ambal. Di rumah Salsa tidak ada sofa maklumlah jika ada sofa, rumahnya akan bertambah sempit karena rumah Salsa memang kecil. Salsa langsung ikut duduk saat Brian duduk.
" jadi apa jawaban adek atas lamaran mas?" tanya Brian.
" sebelum Salsa memberikan jawaban, Salsa punya satu permintaan kepada mas rian." ucap Salsa.
" ya katakan saja permintaan adek." balas Brian.
" Salsa hanya meminta, izinkan Salsa untuk tetap berjualan di warung makan Salsa ini. walaupun Salsa bekerja, tapi Salsa tetap akan memperhatikan keluarga dan menjaga kodrat Salsa sebagai seorang istri dan seorang ibu." ucap Salsa.
" mas tidak masalah jika kamu tetap ingin bekerja, mas tidak akan mengekang kebebasan kamu. jadi sekarang apa jawaban adek?" ucap Brian.
" bismillah,Salsa menerima lamaran mas rian dan bersedia menjadi istri serta ibu untuk anak-anak kita mas." balas Salsa dengan wajah merona.
" alhamdulillah akhirnya lamaran mas di terima. besok mas akan datang bersama mama, papa dan juga Alan untuk melamar secara resmi." ucap Brian.
" baiklah mas, Salsa tunggu besok malam. tunggu sebentar ya mas." balas Salsa. Brian hanya menganggukkan kepala.
Salsa berdiri dari duduknya lalu turun ke lantai bawah, tak berselang lama Salsa kembali dengan membawa dua buah piring yang berisi makanan di tangannya.
" ayo mas makan siang dulu." ucap Salsa.
" iya dek makasih." balas Brian.
__ADS_1
" iya mas sama-sama." ucap Salsa. lalu mereka segera makan siang bersama dengan tenang. Selesai makan, Brian segera pamit pulang.
" yasudah mas pulang sekarang ya mau kasih kabar bahagia ini kepada mama dan papa." ucap Brian.
" iya mas." balas Salsa. Mereka segera turun ke lantai bawah lalu berjalan menuju ke arah mobil Brian. Brian langsung masuk ke dalam mobil lalu menghidupkan mesin mobil namun sebelum pergi ia mengucapkan salam.
" hati-hati di jalan ya mas." ucap Salsa.
" iya dek, assalamualaikum." salam Brian.
" Waalaikumsalam." balas Salsa.. Brian segera menjalankan mobilnya pergi dari rumah Salsa. saat mobil yang di kendarai Brian tak terlihat lagi, Salsa masuk ke dalam rumah dan kembali ke meja kasir.
.......
setengah jam kemudian Brian tiba di kediamannya. setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Brian segera keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah hingga ke ruang keluarga, dia melihat kedua orang tuanya sedang bercengkrama.
" Assalamualaikum." salam Salsa. kedua orang tuanya pun langsung menoleh dan membalas salamnya.
"Waalaikumsalam." ucap mama dan papa Brian bersamaan.
" loh tumben kamu sudah pulang, apa kerjaan mu sudah beres?" tanya bu Santi.
" kabar bahagia apa?" tanya bu Santi.
" kasih tau gak ya?" goda Brian.
" ishh kamu ini ayo cepat beritahukan kabar bahagianya." ucap bu Santi
" iya, tadi rian sudah bertemu Salsa untuk mendengarkan jawaban darinya." ucap Brian.
" lalu apa Salsa menerima lamaran mu?" tanya bu Santi lagi.
" iya Salsa menerima lamaran rian." balas Brian sambil tersenyum. kedua orang tuanya merasa sangat bahagia mendengarnya.
" alhamdulillah akhirnya Salsa akan menjadi menantu mama." ucap bu Santi dengan sumringah.
__ADS_1
" menantu papa juga ma." ucap papa Alex.
" iya papa, lalu kapan kita akan ke rumah Salsa untuk melamarnya secara resmi?" tanya bu Santi.
" rian tadi bilang ke Salsa kita akan datang melamarnya secara resmi besok malam." balas Brian.
" APA?" kaget bu Santi.
" emang kenapa ma?" tanya Brian.
" ya mama kaget ternyata besok malam kita akan kesana, berarti mama harus bersiap pergi sekarang." ucap bu Santi.
" emang mama mau pergi kemana?" tanya papa Alex.
" ya mama mau pergi belanja seserahan untuk Salsa lah pa." ucap bu Santi.
" oh yasudah mama pergi saja, mau papa temani?" tanya papa Alex.
" tidak usah pa, mama di antar supir saja. kamu sudah makan siang nak?" ucap bu Santi.
" sudah tadi ma di rumah Salsa." balas Brian.
" oh baiklah, mama mau siap-siap dulu." ucap bu Santi.
" ya ma." balas Brian.
Bu Santi segera masuk ke dalam kamarnya lalu berganti pakaian, setelah itu dia langsung keluar dari kamar.
" mama pergi sekarang ya." ucap bu Santi.
" iya ma." balas Brian. bu Santi segera keluar dari rumah lalu memanggil supirnya dan langsung masuk ke dalam mobil.
" kita mau kemana, nya?" tanya supir tersebut.
" kuta pergi ke mall SS pak." balas bu Santi.
__ADS_1
" baik bu." ucap supir tersebut. lalu supir tersebut segera menghidupkan mobil dan pergi menuju mall SS.
# tetap dukung author terus ya, jangan lupa like dan komen. maaf kalau author terkesan lambat updatenya karena juga sibuk.