IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
19


__ADS_3

Di sisi lain, saat ini keluarga Alexander tengah berkumpul di ruang keluarga setelah selesai makan malam. Kedua orang tua Brian sedang asyik menonton di tv sedangkan Alan bocah laki-laki itu sedang asyik bermain dengan mainannya. Tak berapa lama Brian bergabung dengan lalu duduk di sofa di samping mamanya.


" ma pa, ada yang ingin Brian bicarakan." ucap Brian.


" ya nak bicara saja." balas bu Santi.


" Brian ingin menikah lagi." ucap Brian. orang tuanya yang mendengar ucapan Brian langsung menoleh.


" kamu mau menikah dengan siapa? jangan sembarangan membawa perempuan masuk ke dalam keluarga kita. mama tidak mau kejadian yang seperti dulu terulang kembali." ucap bu Santi.


" tenang ma, dia wanita baik-baik dan mama sangat mengenalnya." balas Brian.


" siapa sih? jangan bikin mama penasaran deh rian." ucap bu Santi.


" dia adalah Salsa ma." ucap Brian.


" hah? beneran kamu mau menikah dengan Salsa?" tanya bu Santi.


" iya ma beneran, rian mau menikah dengan Salsa." jawab Brian.


" apa kamu mencintainya?" tanya bu Santi lagi.


"iya ma, rian sangat mencintai Salsa. rian sudah jatuh cinta pada Salsa sejak dua tahun yang lalu." balas Brian.


" kenapa gak langsung mengungkapkannya pada Salsa sejak awal?" tanya by Santi.


" awalnya rian tidak terlalu menganggap perasaan itu tapi lama kelamaan rian menyadari rian sudah jatuh cinta pada Salsa. bahkan saat Salsa tidak ada di dekat rian ada rasa kehilangan." jelas Brian. kedua orang tuanya tersenyum mendengarkan penjelasan putra sulung mereka.


" jadi kapan kamu akan melamarnya?" tanya Papa Alex.


" rian sudah melamar Salsa dua hari yang lalu." balas Brian.


" wahh bagus kalau begitu lalu apa Salsa menerima lamaranmu?" tanya bu Santi.


" Salsa tidak langsung menerimanya, dia minta waktu dua hari untuk menjawab lamaran dari rian karena Salsa bilang dia ingin melaksanakan shalat istikharah dan besok dia akan menjawabnya." balas Brian.


" alhamdulillah semoga Salsa menerima lamaran mu. mama sangat senang mendengar jika Salsa yang akan menjadi menantu mama." ucap bu Santi. papa Alex juga ikut merasa senang dengan pilihan putranya itu.


Brian sebenarnya mempunyai seorang adik perempuan tetapi saat ini dia sedang menempuh pendidikannya di negeri paman sam alias Amerika Serikat.


..........


Tengah malam Salsa terbangun lalu ia mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat istikharah yang kedua kalinya. selesai shalat, ia merasa lega dan sudah memantapkan hati untuk menerima Brian sebagai calon suaminya. kemudian Salsa kembali tidur, mulai hari kedua berjualan bukan Salsa lagi yang bangun memasak tetapi karyawannya yang tinggal bersama Salsa namun karyawannya menempati kamar yang ada di lantai bawah berdekatan dengan dapur.

__ADS_1


suara adzan subuh berkumandang, Salsa segera bangun dari peraduannya lalu mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat subuh. selesai shalat, salsa langsung mandi. setelah mandi, Salsa membangunkan putrinya lalu memandikannya. Salsa mengajarkan putrinya untuk bangun pagi sejak kecil. kemudian mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan. sejak membuka usaha warung makan, Salsa tidak harus repot lagi memasak untuk dia dan putrinya.


Selesai sarapan, Salsa mengambil ponselnya lalu menelepon Brian untuk datang ke rumahnya karena ia akan memberikan jawaban atas lamaran Brian kepadanya.


" assalamualaikum mas." ucap Salsa.


" Waalaikumsalam dek, ada apa?" tanya Brian.


" apa mas ada waktu kosong siang ini?" tanya Salsa.


" nanti siang mas ada waktu kosong, memang ada apa?" tanya Brian lagi.


" nanti siang Salsa akan memberikan jawaban untuk lamaran mas. mas langsung datang ke rumah Salsa ya." balas Salsa.


" iya dek, nanti mas kesana." ucap Brian.


" yasudah mas, Salsa cuma mau bilang itu. Salsa tutup teleponnya ya, assalamualaikum." ucap Salsa.


" iya dek, Waalaikumsalam." balas Brian. pembicaraan mereka melalui ponsel pun berakhir.


.....


Di kantor Brian.


suara pintu lift terbuka lalu keluarlah seorang wanita yang berpakaian seksi yang memperlihatkan belahan gunung kembarnya, memakai rok pendek sepaha dan memakai high heels senada dengan pakaian yang ia kenakan kemudian ia menghampiri meja seorang perempuan yang bekerja sebagai sekretaris Brian.


" eh lu." ucapnya dengan suara lantang lalu sekretaris tersebut menoleh.


" iya mba ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


" apa Brian ada di dalam?" tanya wanita seksi tersebut.


" ada bu." jawab sekretaris itu. lalu wanita seksi tersebut melangkah namun langkahnya dengan cepat di hentikan oleh sekretaris tersebut.


" apa ibu sudah membuat janji untuk bertemu pak Brian?" tanyanya.


" aku ini istrinya kenapa harus membuat janji segala sih?" balas wanita seksi tersebut dengan ketus.


" hah istri? setau saya pak Brian tidak mempunyai istri." ucap sekretaris yang bernama Rachel tersebut.


wanita seksi merasa marah saat mendengar perkataan Rachel lalu ia mendorong Rachel dan membuka paksa pintu ruangan Brian.


Brakk!

__ADS_1


Brian yang sedang fokus membaca berkas yang ada di tangannya terkejut saat mendengar suara pintu yang menghantam dinding lalu saat ia menoleh, Brian langsung mengeraskan rahangnya menahan amarah saat melihat wanita di hadapannya itu.


" maaf pak saya sudah melarang tapi ibu ini tetap memaksa masuk." ucap Rachel dengan takut.


" tidak apa-apa, kamu boleh meninggalkan kami berdua." perintah Brian.


" baik pak." balas Rachel.


wanita seksi itu merasa senang, ia mengira Brian senang dia datang menemui Brian kemudian ia berjalan mendekati Brian dan langsung memeluk lengan Brian dengan manja namun Brian menepisnya dengan kasar.


" apa mau mu, sarah?" tanya Brian dengan dingin.. Ya wanita seksi itu tak lain adalah Sarah mantan istri Brian.


" sayang , aku ingin rujuk dengan mu dan aku merindukan anak kita." ucap Sarah dengan mengeluarkan air mata palsu.


" heh kamu pikir aku akan luluh dengan air mata buaya mu dan apa kamu bilang tadi? anak kita? anak yang mana?" tanya Brian.


" ya Alan anak kita." balas Sarah.


" dia anakku bukan anakmu sejak kamu menolak kehadirannya lalu pergi bersama kekasih mu setelah kita bercerai. kemudian kamu tiba-tiba datang meminta rujuk dan langsung mengakui anakku sebagai anakmu." ucap Brian dengan amarah.


" aku tau aku salah karena telah menolak kehadiran anak ku dan meninggalkan mu pergi bersama kekasih ku. sekarang aku menyesal rian." balas Sarah masih dengan air mata buayanya.


" heh kamu menyesal? kamu kira aku tidak tau maksudmu ingin kembali kepada ku?" sarkas Brian.


" a apa ma maksud mu Brian?" tanya Sarah dengan terbata-bata.


" heh jangan pura-pura tidak tahu, aku tahu kamu mengerti maksud ku jadi sekarang kamu pergi dari ruangan ku." balas Brian. lalu Brian menelepon memanggil satpam.


" ke ruangan ku sekarang!" perintah Brian dengan lantang, tak berselang lama datang dua orang satpam.


" ada yang bisa kami bantu pak?" tanya salah satu satpam tersebut.


" bawa keluar wanita gila ini dan jangan pernah membiarkan dia masuk ke dalam perusahaan ini jika saya lihat wanita ini kembali saya akan memecat kalian, mengerti?" perintah Brian dengan marah.


" ba baik pak kami mengerti." balas dua satpam itu bersamaan, mereka langsung menarik Sarah keluar dari ruangan Brian dengan paksa.


" lepaskan aku, aku tidak mau pergi." teriak Sarah.


" cepat tarik dia." bentak Brian. dua satpam itu menarik paksa Sarah lalu masuk ke dalam lift, sesampainya di lobi mereka menarik Sarah lagi lalu saat sudah di depan pintu perusahaan mereka mendorong Sarah hingga terjatuh.


" pergi sana jangan pernah kembali lagi." ucap salah satu satpam tersebut lalu mereka kembali ke pos jaga sedangkan Sarah segera berdiri lalu melangkah menuju mobil dengan menghentakkan kakinya karena kesal. saat Sarah sudah di dalam mobil, ia mencengkram erat setir mobil lalu mengumpat.


" arrrgghh brengs*k gagal rencana ku, tunggu saja pembalasan dari ku, brian." ucap Sarah dengan marah.

__ADS_1


# terus dukung author ya, terima kasih untuk para pembaca yang masih setia membaca karya author.


__ADS_2