
keesokan harinya semua melakukan aktifitas masing- masing. ada yang bekerja ke kantor, berdagang, mengajar, bersekolah dan lain sebagainya. begitu pula di kediaman keluarga Ghofur.
di dalam sebuah kamar yang besar, sepasang suami istri bercengkrama sambil sang istri membantu suaminya memasang dasi. hari ini pak Ammar akan pergi ke rumah sakit sebelum nanti siang dia pergi mengajar seperti biasa. Saat ini pak Ammar menjabat sebagai Direktur di sebuah rumah sakit ternama di kota J. Tiga tahun setelah putri mereka diculik, mereka memutuskan untuk pindah ke kota J agar mereka dapat menghilangkan kesedihan mereka. Bukan untuk melupakan, namun tidak ingin larut dalam kesedihan yang mendalam.
“Abi, apa nanti sore abi ada waktu?” Tanya umi.
“ tidak, mi. emang kenapa?” Tanya Abi.
“ umi mau ajak abi ke rumah Salsa agar abi bisa melihat sendiri wajah Salsa. Umi juga akan mengajak Rai dan Fajar.” Balas umi.
“ insya Allah, akan abi usahakan ya.” Ucap Abi.
“ baik, Abi.” Balas Umi.
“ yasudah ayo kita turun. Anak-anak pasti sudah menunggu kita di ruang makan.” Ucap Abi.
“ ayo bi.” Balas Umi. Lalu suami istri itu turun ke bawah dan segera menuju ruang makan. Di ruang makan, terlihat dua pria muda yang sudah menunggu kedua orang tua untuk sarapan bersama.
“ selamat pagi.” Ucap umi dan abi bersama.
“ selamat pagi juga, umi, abi.” Balas kedua pria muda itu. Umi dan Abi langsung duduk di tempat masing-masing lalu mereka segera sarapan bersama dengan tenang. Tak lama sarapan mereka berakhir.
“ Rai, Fajar. Apa nanti sore kalian ada waktu?” Tanya Umi.
“ memangnya kenapa, mi?” Tanya Fajar.
“ umi ingin mengajak kalian dan abi ke rumah Salsa.” Ucap Umi.
“siapa Salsa, mi?” Tanya Fajar.
“ nanti umi ceritakan kepada mu.” Balas umi.
“ jam berapa kita kesana, mi?” Tanya Raihan
“ jam 4 kita kesana, bagaimana? Apa kalian bisa?” Tanya Umi.
“ iya mi nanti Rai usahakan pulang cepat.” Ucap Raihan.
“ bagaimana dengan mu, Fajar?” Tanya Umi lagi.
“ fajar, tidak masalah. Lagipula jadwal kuliah fajar hanya sampai jam 1 siang setelah itu tidak ada perkuliahan lagi.” Ucap Fajar.
“ baiklah.” Ucap Umi.
“ yasudah, Rai berangkat sekarang ya umi, Abi.” ucap Raihan.
“ Fajar juga.” Ucap Fajar.
“ ya hati-hati di jalan.” Ucap Abi.
“ iya bi.” Balas Fajar. Lalu Raihan dan Fajar mencium tangan kedua orang tuanya.
“ assalamualaikum.” Ucap Raihan dan Fajar.
“ waalaikumsalam.” Balas Umi dan Abi. Tak lama mereka telah pergi menuju tujuan masing-masing. Lalu Umi mengantar Abi keluar rumah untuk berangkat kerja sambil memegang tas kerja dan jas putih khas dokter miliki sang suami. Sesampainya di depan rumah, umi menyerahkan tas dan jas kepada sang suami.
__ADS_1
“ abi berangkat sekarang ya, mi.” ucap Abi.
“ iya bi hati-hati di jalan.” Balas umi lalu mencium tangan sang suami dan di balas dengan Abi mengecup kening Umi.
“ iya mi. Assalamualaikum.” Ucap Abi.
“ Waalaikumsalam.” Balas Umi. Abi segera memasuki mobilnya lalu berangkat menuju rumah sakit tempat abi bekerja. Setelah mobil sang suami telah menghilang dari pandangan, Umi segera masuk ke dalam rumah dan bersantai di depan tv di ruang keluarga.
…………
Tak terasa matahari telah tinggi di atas kepala dan terik matahari mulai menyengat menandakan hari sudah siang. Jam menunjukkan pukul dua belas siang, sudah waktunya makan siang. Zain yang masih sibuk dengan berkas di tangannya tidak menyadari Adam sudah berdiri di depannya.
“ tuan.” Ucap Adam.
“ ya?” ucap Zain.
“ ini sudah jam makan siang tuan.” Ucap Adam.
“ oh baiklah ayo.” Ucap Zain langsung berdiri dan mengambil jasnya yang di gantung di kursinya. Lalu mereka segera keluar ruangan dan turun ke lantai bawah. Sesampainya di lantai bawah, mereka segera masuk ke dalam mobil.
“ mau makan siang dimana, tuan?” Tanya Adam.
“ seperti biasa di tempat Salsa.” Ucap Zain.
“ baik tuan.” Ucap Adam lalu mereka segera meluncur ke rumah Salsa tanpa mereka tahu bahwa sedari tadi ada yang mengawasi mereka yang tak lain adalah Sarah.
“ mau kemana mereka?” ucap Sarah lalu dia mengikuti mobil Zain. Tak lama terlihat mobil zain yang berhenti di depan rumah Salsa. Sarah juga langsung menghentikan mobilnya namun agak jauh dari rumah Salsa.
Di sisi Zain.
“ assalamualaikum.” Ucap Zain. Salsa, Annisa dan Alan langsung menoleh kea rah sumber suara.
“ waalaikumsalam.” Balas mereka bersama.
“ papa.” Ucap Annisa dan Alan lalu berlari ke arah zain yang langsung jongkok untuk menangkap dua balita itu dan menggendong mereka.
“ mas mau makan di bawah atau di atas?” Tanya Salsa.
“ di bawah aja, dek.” Ucap Zain.
“ baiklah, mas mau makan apa?” Tanya Salsa lagi.
“ mas mau nasi putih lauknya ikan nila goreng, sayur asem dan tahu. Minumnya es jeruk, sayang.” Balas Zain.
‘ oke, kalau mas Adam mau makan apa?” Tanya Salsa pada Adam.
“ saya soto ayam pakai nasi. Minumnya es teh, mba” Balas Adam.
“ baiklah, tunggu sebentar.” Ucap Salsa lalu segera mengambilkan pesanan Zain dan Adam. Sedangkan Zain dan Adam segera duduk sambil mendudukkan dua balita itu. Tak lama Salsa datang membawa nampan berisi makan siang mereka lalu mereka makan siang bersama. Akhirnya makan siang berakhir. Zain dan Adam segera bangkit untuk kembali ke kantor dan Zain memberikan uang seratus ribu kepada Salsa untuk membayar makan siang mereka.
“ ini uang nya, dek.” Ucap Zain.
“ tunggu sebentar saya ambilkan uang kembaliannya.” Ucap Salsa namun langsung di cegat oleh Zain.
“ tidak usah dek, kembaliannya untuk jajan ica saja.” Ucap Zain.
__ADS_1
“ tapi ini kebanyakan mas.” Ucap Salsa.
“ sudah tidak apa-apa.” Balas Zain.
“ baiklah mas, terima kasih.” Ucap Salsa.
“ yasudah mas dan Adam kembali ke kantor sekarang ya.” Ucap Zain.
“ iya mas.” Balas Salsa.
“ ica, Alan. Papa kembali ke kantor dulu ya. Nanti sore Alan papa jemput.” Ucap zain pada Alan dan Annisa.
“ papa disini saja main dengan ica dan abang.” Ucap Annisa yang menahan kepergian Zain.
“ ica jangan begitu sayang. Papa harus kembali ke kantor untuk bekerja.” Ucap Salsa membujuk Annisa.
“ tidak mau bunda. Ica mau papa disini saja.” Ucap Annisa merengek sambil memeluk leher Zain.
“ yasudah papa akan tetap disini.” Ucap Zain mengalah.
“ tapi mas…” belum selesai Salsa berbicara, Zain langsung memotongnya.
“ sudah tidak apa-apa.” Ucap Zain.
“ baiklah.” Ucap Salsa pasrah dengan keputusan Zain.
“ Adam, kamu bisa kembali ke kantor lanjutkan pekerjaan mu. Nanti aku menghubungi mu jika aku mau pulang.” Ucap Zain pada Adam.
“ baik, tuan.” Balas Adam lalu ia kembali ke kantor sesuai dengan perintah Zain.
Setelah Adam pergi, Zain naik ke lantai dua bersama Alan dan Annisa. Di atas Zain menemani Annisa mewarnai buku gambar dengan senang hati sambil memangku Alan yang asyik menonton kartun anak yaitu Nussa di youtube melalui ponsel milik Zain. Tak lama, Salsa naik menyusul mereka. Saat tiba di atas, Salsa di suguhkan dengan pemandangan yang indah. Bagaimana tidak indah jika yang di lihatnya adalah dua balita itu tertidur sambil memeluk Zain di tengah-tengah mereka yang juga ikut tertidur.
Tak terasa hari sudah sore dan bertepatan dengan adzan ashar berkumandang. Salsa mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat Ashar. Setelah sholat, Salsa membangunkan Zain untuk melaksanakan sholat.
“ mas, bangun.” Ucap Salsa agak nyaring sambil menggoyangkan lengan Zain. Zain langsung terbangun saat Salsa menggoyangkan badannya.
“ hmm, ada apa dek?” Tanya Zain dengan suara khas orang baru bangun tidur.
“ bangun mas, sudah waktunya sholat ashar.” Ucap Salsa. Zain dengan pelan bangun dari tidurnya agar tidak menganggu dua balita yang masih terlelap. Lalu ia segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat ashar. Sedangkan Salsa membangunkan dua balita itu.
“ Alan, icha. Ayo bangun nak. Tadi katanya mau bermain dengan papa.” Ucap Salsa. Mendengar perkataan Salsa, kedua balita itu langsung bangun sambil mengucek matanya namun di hentikan oleh Salsa.
“ jangan di kucek matanya sayang, nanti sakit.” Ucap Salsa dan kedua balita itu menuruti perkataan Salsa. Selesai sholat, Zain menghampiri dan duduk di hadapan mereka.
“ papa, ayo kita bermain bola.” Ucap Alan mengajak papanya bermain bola.
“ baiklah ayo.” Ucap Zain.
“ ayo cuci muka dulu nak baru bermain.” Ucap Salsa. Alan dan Annisa hanya menganggukkan kepala lalu mereka mencuci muka agar lebih segar. Setelah mencuci muka, mereka segera turun ke bawah dan bermain di samping rumah yang terdapat halaman yang cukup luas. Zain dan Alan bermain bola sedangkan Salsa memangku Annisa yang asyik bermain dengan bonekanya di meja yang ada di bawah sebuah pohon manga. Mereka bermain dengan riang dan penuh canda tawa. Bagaimana tidak jika melihat Alan yang menendang bola dengan kaki kecilnya yang menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya akan tertawa.
………
“ siapa perempuan itu? Apakah dia alasan Zain tidak mau kembali kepada ku? Tidak bisa. Tidak ada yang boleh memiliki Zain selain aku. Aku akan membunuh mu.” Ucap Sarah yang dari tadi menunggu Zain keluar setelah makan siang namun Zain tidak keluar. Sarah melihat Adam hanya adam yang pergi. Sarah menuggu sampai sore hingga akhirnya dia melihat Zain keluar namun yang membuat dia geram adalah Zain keluar bersama seorang wanita dan dua balita. Mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia dan harmonis.
#sekian dari author. Jangan lupa like,komen dan share. Dukung terus karya author. Terima kasih
__ADS_1