
" begitu ceritanya." ucap Salsa.
" tadi siapa yang kamu bilang nak?" tanya bu Aida.
" yang mana umi?" tanya Salsa balik.
" siapa nama perempuan yang menculik kamu?" tanya bu Aida.
" namanya Adelia Admaja, umi. kenapa?" ucap Salsa.
" Astagfirullah ternyata yang menculik putri kita adalah Adelia, abi hikss..hikss...hiks.." ucap bu Aida. mendengar hal itu, sontak pak Ammar langsung memeluk istrinya.
" sstt, sudah ya umi tenang.' ucap pak Ammar.
" memangnya Adelia itu siapa?" tanya Salsa.
" Adelia adalah teman sekolah umi dan abi saat masih di bangku SMA. sejak SMA Adelia sudah memiliki perasaan terhadap abi. hingga suatu hari, dia mengungkapkan perasaannya kepada abi namun abi tidak membalas perasaannya karena abi sudah mencintai umi kamu. Orang tua abi dan orang tua Adelia berteman dengan baik hingga mereka memutuskan menjodohkan abi dengan Adelia. Adelia yang mendengar hal merasa bahagia namun abi menolak perjodohan itu karena abi hanya ingin menikah dengan umi kamu. sejak saat itu abi tidak bertemu dengannya lagi hingga abi dan umi menikah lalu mempunyai anak yaitu abang Raihan dan kamu Karina." jelas abi.
" oh begitu." ucap Salsa.
" abi tidak menyangka dia akan membalas dendam dengan cara seperti itu. Hahh." ucap pak Ammar.
" sudahlah abi, biarkan saja. yang sudah berlalu biarlah berlalu. yang penting sekarang kita sudah berkumpul kembali." ucap Salsa.
" iya nak kamu benar." balas pak Ammar.
....
Tak terasa tiga hari berlalu, akhirnya Salsa sudah di perbolehkan pulang. Awalnya Salsa ingin pulang ke rumahnya namun orang tuanya meminta Salsa untuk pulang ke kediaman keluarga Ghofur. Salsa tidak bisa menolak permintaan orang tuanya, akhirnya mereka pulang bersama orang tuanya ke rumah mereka.
dua puluh lima menit berkendara dengan Raiham sebagai supir, akhirnya mereka tiba di kediaman Ghofur. Gerbang depang terbuka lalu mobil memasuki perkarangan rumah hingga di depan sebuah bangunan berlantai dua. setelah mobil berhenti, mereka keluar dari dalam mobil begitu pula dengan Salsa namun dia di bantu oleh Raihan keluar dari mobil.
" ayoo dek pelan-pelan." ucap Raihan sambil membantu Salsa keluar dengan menuntunnya.
" iya abang." balas Salsa.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah hingga mereka berhenti di ruang keluarga. tak lupa mereka mengucapkan salam. Raihan membantu Salsa untuk di sofa dengan perlahan.
" bi." ucap bu Aida hingga datang lah seorang wanita paru baya menghampiri.
" iya nyonya, ada apa?" tanya art tersebut.
__ADS_1
" bi, lihat itu siapa yang datang?" ucap bu Aida sambil menunjuk ke arah Salsa lalu art tersebut menoleh ke arah yang di tunjuk oleh bu Aida.
" Ya Allah, non Karin. ini beneran non Karin, kan?" ucap art tersebut dengan mata berkaca-kaca sambil berjalan menghampiri Salsa.
" iyaa bi ini Karin." balas Salsa.
" masya Allah, akhirnya non Karin kembali. bibi kangen dengan non Karin." ucap art tersebut lalu memeluk Salsa.
" Karin juga merindukan bibi." ucap Salsa yang juga balas memeluk art kesayangannya.
" bagaimana kabar non Karin?" ucap wanita tua itu seraya melepaskan pelukannya.
" Alhamdulillah bi, Salsa baik-baik saja." ucap Salsa.
" hah, Salsa? Salsa itu siapa non?" tanya bibi itu kebingungan.
" itu nama Karin yang sekarang bi. Karin mengalami amnesia hingga nama Karin berubah menjadi Salsa." balas Salsa.
" astagfirullah, lalu bagaimana sekarang non?" tanya bibi lagi.
" alhamdulillah, Salsa sudah mengingat semua kembali ." balas Salsa.
" alhamdulillah non. jadi bibi manggilnya apa, non? Salsa atau Karin?" tanya bibi lagi.
" baiklah, bibi akan tetap memanggil nona dengan nama Karin." ucap bibi.
" iya bi." balas Salsa.
" bi, tolong siapkan kamarnya Karin." ucap bu Aida.
" baik nyonya. kalau begitu saya permisi." balas bibi.
" ya." ucap bu Aida.
Art tersebut segera menuju lantai dua membersihkan kamar Salsa yang dari kecil ia tempati. tak berapa lama art tersebut kembali ke lantai bawah.
" kamar non sudah saya bersihkan,nyonya." ucap bibi.
" yasudah bibi bisa kembali ke belakang." balas bu Aida.
" baik, nya." ucap bibi.
__ADS_1
" Rai,. antar adik mu ke kamarnya. karin, kamu istirahat saja ya nak." ucap bu Aida pada Raihan.
" iya mama." balas Raihan dan Salsa bersama lalu mereka naik ke lantai dua menuju kamar Salsa yang sudah di bersihkan.
Sesampainya di kamar, Raihan membantu Salsa untuk berbaring di atas kasur.
" wahh kamar Salsa tidak ada yang berubah, bang." ucap Salsa.
" iya dek, kita memang tidak pernah merubah kamar kamu sejak kamu menghilang." balas Raihan.
" astagfirullah." ucap Salsa.
" kenapa dek?" tanya Raihan panik.
" bagaimana anak aku, abang? Annisa masih di kediaman Alexander." ucap Salsa mengingat putrinya.
" hahh abang kira kenapa. nanti abang akan ke kediaman Alexander untuk menjemput Annisa jadi sekarang kamu lebih baik istirahat saja." ucap Raihan.
" baiklah, abang." balas Salsa.
" yasudah abang keluar dulu." ucap Raihan.
" iya abang." balas Salsa lalu ia memejamkan matanya agar bisa beristirahat.
Raihan segera keluar dari kamar Salsa lalu turun ke lantai bawah. Terlihat kedua orang tuanya masih duduk di sofa ruang keluarga.
" bagaimana adik mu, Rai? apa dia sudah tidur?" tanya pak Ammar.
" iya sudah, pa." balas Raihan.
" .oh ya nanti Rai akan pergi ke kediaman Alexander." ucap Raihan.
" ada urusan apa kamu kesana, Rai?" tanya bu Aida.
" Rai mau menjemput Annisa disana ma, tadi Karin yang memintanya." ucap Raihan.
" astagfirullah bagaimana kita bisa lupa dengan cucu kita, pa." ucap bu Aida.
" ya makanya nanti Rai kesana." ucap Raihan.
" yasudah ayo beristirahat terlebih dahulu." ucap pak Ammar.
__ADS_1
" baik, pa." balas Raihan. lalu mereka menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
# sekian dulu dari author. terima kasih