IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
38


__ADS_3

cahaya mentari pagi mulai nampak, terlihat seorang gadis cilik masih terlelap di atas brangkar rumah sakit. gadis cilik itu adalah Karina. dia masih dalam pengaruh obat bius.


" eunghh." terdengar lenguhan dari gadi cilik itu menandakan ia telah sadar. suara lenguhannya membangunkan seorang wanita yang tertidur di samping brangkar Karina. wanita itu tidur dalam posisi duduk dan tangan sebagai bantalnya untuk tidur. wanita itu menegakkan badannya lalu membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.


" kamu sudah sadar, nak." ucap wanita itu.


" a air.." ucap Karina. wanita itu dengan sigap mengambil air yang ada di atas nakas lalu membantu Karina untuk minum.


" sudah?" tanya wanita itu.


" iya sudah." balas Karina.


" apa ada yang sakit nak?" tanya wanita itu.


" ini yang sakit." balas Karina sambil menunjuk kepalanya yang berbalut perban.


" tidak apa-apa nak, nanti sakitnya akan hilang." ucap wanita itu.


" siapa nama kamu nak?" tanya wanita tersebut. Karina hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" kamu tidak ingat nama kamu?" tanya wanita itu lagi. Karina menganggukkan kepalanya.


" lalu apa kamu ingat nama keluarga mu?" tanyanya lagi. hanya gelengan kepala yang ia dapatkan sebagai jawaban.


" tunggu sebentar ibu akan memanggil dokter." ucap wanita itu lalu memencet tombol panggilan. tak lama datang seorang dokter.


" wah adik sudah bangun, dokter periksa dulu ya." ucap dokter tersebut. Karina hanya diam tanpa menjawab. tak lama dokter selesai memeriksa keadaan Karina.


" bagaimana keadaannya dok?" tanya wanita itu.

__ADS_1


" keadaannya baik-baik saja, dua hari lagi dia sudah boleh pulang." ucap dokter tersebut.


" oh iya dok, tadi saya menanyakan tentang nama dan keluarganya namun dia hanya membalas dengan gelengan kepala, apa dia mengalami amnesia?" tanya wanita itu.


" ada kemungkinan seperti itu mengingat luka di kepalanya lumayan besar dan banyaknya darah yang keluar menandakan bahwa kepalanya menghantam benda dengan keras. akibat benturan itu, membuat memorinya menghilang."balas dokter tersebut.


" apakah amnesia yang di alaminya bersifat permanen atau hanya sementara?" tanya wanita itu lagi.


" ada kemungkinan bersifat sementara namun kita belum tahu kapan memorinya yang hilang bisa kembali. bisa dalam waktu yang pendek atau waktu yang panjang." jelas dokter tersebut.


" baiklah terima kasih dokter." ucap wanita itu.


" sama-sama kalau begitu saya permisi." ucap dokter tersebut.


" silahkan, dok." balas wanita itu. setelah dokter itu pergi, wanita tersebut menghampiri Karina yang menatapnya sedari tadi.


" nak nama ibu adalah ibu Fatimah biasa di panggil bu imah. lalu nama kamu sekarang adalah Salsabila Humaira, karena kamu tidak mengingat nama asli mu jadi ibu memberikan mu nama, apa kamu suka?" ucap bu Imah. Salsabila hanya menganggukkan kepala.


dua hari telah berlalu, akhirnya Salsabila sudah boleh pulang. tampak bu Fatimah membantu Salsabila untuk mengganti pakaiannya lalu mereka segera menuju parkiran mobil. mereka masuk ke dalam mobil dan segera pergi ke panti Asuhan Kasih Bunda.


dua puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka tiba di depan sebuah bangunan yang tidak terlalu besar dengan sebuah papan nama yang terpampang di depan ' PANTI ASUHAN KASIH BUNDA'. Salsa dan bu Fatimah turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam panti.


" Assalamualaikum." ucap bu Fatimah.


" waalaikumsalam." balas anak-anak panti.


" anak-anak kita punya teman baru." ucap bu Fatimah.


" Horeee." seru anak-anak.

__ADS_1


" kenalkan ini namanya Salsabila. mulai hari ini Salsa akan tinggal bersama kita. jangan lupa berkenalan ya." ucap bu Fatimah.


" baik bu." balas anak-anak.


" Farhan." ucap bu Fatimah.


" iya bu." balas seorang bocah laki-laki yang bernama Farhan. terlihat bocah laki-laki itu lebih tua dari Salsabila


" tolong kamu antar Salsa ke kamarnya ya." ucap bu Fatimah.


" baik bu." balas Farhan. lalu dia membawa Salsa ke dalam kamarnya.


" nah ini kamar kamu ya dek. oh ya kenalkan nama aku Farhan, umur kamu berapa?" ucap Farhan.


" umur aku 6 tahun." balas Salsa.


" kalau begitu mulai sekarang kamu manggil aku 'abang' ya!." ucap Farhan.


" iya abang." balas Salsa.


" pintarnya. yasudah abang ke kamar dulu ya." ucap Farhan sembari mengelus kepala Salsa dengan lembut.


" iya abang." balas Salsa. Farhan segera pergi ke kamarnya sedangkan Salsa pergi ke taman belakang. di taman terlihat anak-anak yang asyik bermain, Salsa ikut bergabung dengan mereka. tak lupa mereka berkenalan dengan Salsa bermain bersama. tak terasa hari sudah malam. anak-anak segera melaksanakan shalat maghrib berjamaah.


" anak-anak ayo kita makan malam." ucap bu Fatimah.


" baik bu." balas anak-anak lalu mereka makan bersama dengan lesehan. mereka menikmati makan malam yang terlihat sederhana dengan tenang dan gembira. selesai makan, mereka segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk segera tidur namun tak lupa mereka membersihkan diri sebelum tidur.


sejak saat itu Salsabila hidup di panti itu hingga dia tamat SMA. Saat masa kuliah, Salsa ngekost karena dia berkuliah di kota yang berbeda. Selama kuliah, Salsa juga bekerja untuk biaya hidup. untuk biaya kuliah, Salsa tidak perlu memikirkannya karena dia mendapatkan beasiswa hingga lulus.

__ADS_1


Flashback off.


# sekian dari author. jangan lupa like, komen dan share. dukung terus karya author.


__ADS_2