
Salsa masuk ke dalam kamarnya lalu bergegas membersihkan diri. Selesai mandi ia segera menuju dapur untuk masak makan malam. Suara adzan maghrib berkumandang, di saat yang sama Salsa menyelesaikan kegiatan memasaknya. Lalu ia segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat maghrib tak lupa ia membaca kitab suci Al-Qur'an. Selesai mengaji ia memanggil seluruh penghuni rumah untuk makan malam.
selesai makan mereka berkumpul bersama. Salsa yang berniat untuk pindah dari rumah itu pun memberanikan diri untuk berbicara kepada semuanya.
" bu ada yang ingin saya bicarakan." ucap Salsa.
" iya nak silahkan kalau ada yang mau di bicarakan." balas bu Santi.
" bu saya berniat pindah dari rumah ini." ucap Salsa. semua yang mendengar penuturan Salsa pun terkejut.
" lohh kenapa mau pindah nak? apa ada masalah atau kamu udah tidak betah tinggal di rumah ini?" ucap bu Santi dengan wajah sedih.
" tidak bu saya sangat senang dua tahun ini tinggal di rumah ini." balas Salsa.
__ADS_1
" lalu kenapa kamu ingin pindah?" tanya bu Santi.
" Salsa ingin mandiri bu, tidak mau selalu bergantung hidup dengan orang lain bu. ibu sudah Salsa anggap sebagai ibu Salsa sendiri bu maka dari itu Salsa tidak ingin selalu menyusahkan ibu dan keluarga." ucap Salsa.
" ibu tidak merasa di susahin nak malah ibu senang dan bahagia ada kamu dan anak kamu di rumah ini. ibu juga sudah menganggap kamu anak ibu dan putrimu sebagai cucu ibu." ucap bu Santi.
" iya nak kamu sudah kami anggap sebagai anak kami dan bagian dari keluarga ini." ucap papa Alex sedangkan Brian hanya terdiam mendengarkan. Salsa merasa terharu mendengar karena di anggap bagian dari keluarga Alexander.
" bulan depan bu Salsa akan pindah sekalian menunggu renovasi rumah makan milik Salsa rampung." ucap Salsa.
" kamu buka usaha rumah makan?" tanya bu Santi.
" iya bu saya membuka usaha rumah makan kecil-kecilan dari menabung tiap Salsa gajian." balas Salsa.
__ADS_1
" lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor Brian?." tanya bu Santi.
" kalau renovasinya sudah rampung, Salsa akan mengundurkan diri dari kantor mas Brian jadi masih ada sebulan Salsa bekerja di kantor mas Brian bu." ucap Salsa.
" yasudah sekarang kita masuk kamar ini sudah waktunya tidur." ucap Papa sedangkan yang lainnya hanya mengangguk setuju lalu mereka menuju kamar masing-masing dan segera tidur karena besok harus bangun pagi untuk bekerja.
Di kamar Brian.
Brian yang sedang berbaring di atas kasur tidak dapat memejamkan matanya lantaran memikirkan perkataan Salsa yang ingin pindah dari rumah. Ada perasaan tidak rela ia membiarkan Salsa pergi dari rumahnya.
" ada apa denganku? kenapa rasanya tidak rela dia pergi dari rumah ini? selama dua tahun tinggal bersama aku sudah merasa nyaman berada di dekatnya. perhatiannya, tutur katanya yang baik, sifatnya yang lemah lembut membuatku merasa memiliki istri. semua yang dilakukannya tidak pernah aku rasakan saat menikah dengan Sarah. apa mungkin aku sudah jatuh cinta padanya? ahh itu tidak mungkin, sudahlah mending aku tidur saja daripada memikirkan itu semua." ucap Brian dalam hati. lelah berperang dengan batinnya, ia pun memilih memejamkan matanya dan segera masuk ke alam mimpi.
#dukung terus author yaa dan semoga para pembaca merasa puas dengan karya author. terima kasih
__ADS_1