
sesampainya di lokasi proyek, Zain segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam lokasi sambil menggendong Alan yang sudah terbangun dari tidurnya di iringi oleh Adam yang berjalan di belakangnya. Zain mendekati seorang pekerja bangunan yang sedang menyemen dinding.
" apa pak Baharnya sudah datang?" tanya Zain.
" oh iya tuan, pak Baharnya sudah datang. beliau ada di dalam" balas orang tersebut.
" tolong panggilkan pak Baharnya." ucap Zain.
" baik tuan mohon tunggu sebentar." ucap orang itu lagi lalu dia memasuki bangunan tersebut dan memanggil orang yang bernama Bahar tersebut.
" pak Bahar." ucap orang tadi.
" ya ada apa, Anto?" tanya pak Bahar kepada pria tadi yang bernama Anto.
" itu di luar ada yang ingin bertemu bapak." ucap Anto.
" siapa?" tanya pak Bahar.
" saya tidak tahu pak." balas Anto.
" yasudah saya akan menemuinya, kamu boleh kembali bekerja." ucap pak Bahar.
" baik pak." balas Anto lalu ia kembali bekerja sedangkan pak Bahar segera keluar menemui orang yang sedang mencarinya. setelah keluar, ia melihat Zain yang sedang berdiri membelakanginya.
" permisi apa anda yang mencari saya?" tanya pak Bahar. Zain yang mendengar segera membalikkan badan dan pak Bahar terkejut melihat kedatangan bosnya.
" oh tuan Zain, apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya pak Bahar.
" tidak ada saya kesini hanya meninjau proyek pembangunan ini." ucap Zain.
" oh baik tuan mari saya ajak berkeliling." ucap pak Bahar. lalu mereka berjalan berkeliling di lokasi proyek sambil berbincang.
" sudah berapa persen proyek ini berjalan?" tanya Zain.
" sudah rampung 50% tuan." balas pak Bahar.
" kira-kira berapa bulan lagi yang di butuhkan agar rampung seluruhnya?" tanya Zain lagi.
" menurut perkiraan saya sekitar 5-6 bulan sudah rampung seluruhnya namun tergantung dengan cuaca tuan. kalau cuaca tidak mendukung bisa sampai 7 bulan." balas pak Bahar.
" oh begitu baiklah." ucap Zain lalu Adam mendekat ke Zain.
" tuan ini sudah waktunya jam makan siang." ucap Adam.
" oh baiklah. yasudah pak Bahar, kami balik sekarang jika ada apa-apa segera menghubungi asisten saya atau kepada saya langsung." ucap Zain.
__ADS_1
" baik tuan." balas pak Bahar lalu Zain mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang sebanyak satu juta setengah lalu memberikan kepada pak Bahar.
" pak ini untuk makan para pekerja." ucap Zain.
" oh terima kasih tuan." ucap pak Bahar sambil menerima uang dari Zain.
zain, Adam dan Alan segera masuk ke dalam mobil lalu mereka pergi menuju rumah Salsa. setengah jam berkendara akhirnya mereka tiba di depan rumah Salsa. setelah memarkirkan mobil, mereka segera turun dan berjalan masuk ke dalam rumah Salsa.
" Papa, Alan mau turun." ucap Alan yang minta di turunkan dari gendongan papanya.
" baiklah." balas Zain lalu ia menurunkan Alan. setelah turun dari gendongan papanya, Alan berlari masuk ke dalam rumah Salsa.
" hati-hati nak jangan berlari." ucap Zain memperingati namun tak di hiraukan oleh Alan. Zain hanya menghela nafas melihat kelakuan putranya yang sangat menggemaskan itu.
" Bundaaa..." ucap Alan sambil berteriak. sontak para pelanggan yang ada di dalam rumah makan Salsa langsung menoleh ke arah Alan begitu juga dengan Salsa yang terkejut saat melihat Alan ada di rumahnya. lalu Salsa segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Alan sambil menggendong Annisa agar Alan tidak terjatuh.
" Alan sayang hati-hati nak." ucap Salsa lalu berjongkok dan langsung menerima uluran tangan Alan dan memeluknya.
" hai abang." ucap Annisa sambil ikut memeluk Alan.
" hai adik." balas Alan ikut membalas pelukan Annisa.
" abang kesini dengan siapa, nak?" tanya Salsa.
" sama papa dan om Adam, bunda." balas Alan.
" assalamualaikum, dek." ucap Zain.
" waalaikumsalam, mas." balas Salsa.
" Alan tadi minta ketemu kamu jadi kami langsung kesini setelah dari lokasi proyek sekalian makan siang disini dek." ucap Zain.
" oh yasudah kalian langsung ke atas saja, biar Salsa siapkan makan siangnya." ucap Salsa.
" yasudah kami naik dulu. Abang ayo kita naik ke atas." ucap Zain sambil mengajak Alan untuk naik ke lantai dua.
" tidak mau papa. Alan mau sama bunda." ucap Alan sambil memeluk erat Salsa.
" abang naik dulu ya sama adik Salsa, nanti bunda naik juga kok. bunda mau menyiapkan makanan untuk abang, papa, om Adam, bunda dan adik Salsa, oke?" ucap Salsa membujuk Alan dengan lembut. Lalu Alan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Alan langsung di gendong oleh Zain lalu mereka naik ke lantai dua sedangkan Salsa menyiapkan makan siang dan membawanya ke lantai dua di bantu oleh karyawannya.
Salsa menghidangkan makanan di tengah-tengah mereka lalu ia melayani makan Zain dan mereka makan dengan tenang dengan Salsa yang makan sambil menyuapi Alan dan Zain makan sambil menyuapi Annisa.
selesai makan siang mereka bersantai di depan tv sambil bercengkerama hingga satu jam lamanya lalu Adam berbicara pada Zain.
" tuan sudah waktunya kita kembali ke kantor." ucap Adam.
__ADS_1
" oh baiklah, Alan ayo kita kembali ke kantor papa." ucap Zain kepada Alan.
" tidak mau papa, Alan mau disini dengan bunda." balas Alan sambil merengek.
" ayo nak kita kembali kasihan bunda nanti kerepotan." ucap Zain lagi sambil membujuk.
" tidak mau." ucap Alan menolak.
" sudahlah mas tidak apa-apa, Salsa tidak masalah kok." ucap Salsa menyela pembicaraan Alan dan sang papa.
" apa kamu tidak kerepotan, dek?" tanya Zain kepada Salsa.
" tidak kok mas malah Salsa senang ada Alan disini jadi ica ada temannya bermain." balas Salsa.
" baiklah kalau begitu." ucap Zain.
" Alan mau papa jemput nanti sore atau mau bobo disini dengan bunda?" tanya Salsa pada Alan.
" Alan mau bobo disini dengan bunda." balas Alan.
" baiklah kalau Alan mau bobo disini tapi Alan harus mendengar perkataan bunda ya, nak." ucap Zain pada Alan.
" oteh papa." balas Alan. lalu mereka turun ke bawah mengantarkan Zain sampai di depan mobilnya, sebelum masuk mobil Zain berbicara pada Salsa.
" dek, nanti mas akan meminta supir untuk mengantarkan pakaian milik Alan." ucap Zain pada Salsa.
" iya mas." balas Salsa.
" yasudah mas kembali ke kantor sekarang ya dek." ucap Zain.
" iya mas." balas Salsa.
" Assalamualaikum." ucap Zain.
" Waalaikumsalam, dadah papa." ucap Salsa sambil menggendong Alan dan memegang tangan Alan untuk melambaikan kepada Zain. setelah mobil yang di tumpangi Zain menghilang dari pandangan, Salsa kembali ke dalam rumah dan naik ke lantai dua.
" Siapa yang. mau ikut bunda ke taman?" tanya Salsa.
" Alan/ica bunda." ucap Alan dan Ica bersamaan dengan antusias sambil mengangkat tangan.
" oke kalau begitu abang dan adik harus tidur siang dulu nanti sore kita akan ke taman, oke?" ucap Salsa.
" oteh bunda." balas anak-anak dengan semangat. lalu Salsa membawa anak-anak masuk ke dalam kamar dan menidurkan mereka di atas kasur. Salsa ikut berbaring di tengah dua bocah cilik itu dan mengelus kepala mereka hingga terdengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulut anak-anak itu dan dia ikut tertidur dengan dua bocah cilik itu. mereka tertidur dengan pulas.
# sekian dari author. jangan lupa like, komen, share dan dukung terus karya author.
__ADS_1
follow instagram author ya @dilaanwar97 jika ingin berteman dengan author di instagram