IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
32


__ADS_3

Di sisi keluarga Ghofur..


    Saat ini keluarga Ghofur tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Salsa. Mereka memakai satu mobil dengan Raihan yang jadi supir. Dari rumah mereka menuju rumah Salsa menempuh sekitar tiga puluh menit. Di dalam mobil terasa hening hingga Fajar bertanya pada Uminya.


    “ umi.” Ucap Fajar.


    “ iya nak.” Balas Umi.


    “ bisa tolong umi jelaskan, siapa itu Salsa?” Tanya Fajar.


    “ baiklah akan umi jelaskan. Apa kamu ingat umi pernah bercerita padamu bahwa kamu memiliki seorang kakak perempuan namun dia di culik dua puluh tahun yang lalu?” ucap umi.


    “ iya umi, Fajar ingat lalu apa hubungannya dengan Salsa?” Tanya Fajar lagi.


    “ kemaren saat setelah Umi di jambret, ada seorang wanita muda yang menolong umi dan membawa umi ke rumahnya untuk beristirahat. Waktu umi melihat wajahnya umi terkejut karena wajahnya mirip dengan wajah kakak mu itu. Lalu saat mengobrol dia memberitahukan kepada ibu bahwa dia anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan saat masih kecil. Umi kembali terkejut karena ceritanya sama persis saat kakak mu di culik dan yang membuat umi tambah yakin dia adalah karina, kakak mu, karena dia memiliki tanda lahir yang sama seperti yang di miliki oleh kakak mu.” Jelas umi.


    “ lalu untuk apa kita ke rumah mba Salsa ini?” Tanya Fajar.


    “ umi ingin mempertemukan dia dengan abi agar abi bisa melihat sendiri wajah Salsa.’ Balas umi.


    “ oh begitu, Fajar mengerti mi.” ucap Fajar seraya menganggukkan kepala.


……………


    Salsa bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam rumah berniat membuat minuman untuk dia, Zain dan anak-anak. Tak lama Salsa kembali dengan membawa nampan yang berisi empat gelas besar es jeruk namun saat di luar alangkah terkejutnya dia melihat putri berjalan hingga ke tengah jalan dan tak jauh dari sang putri berdiri, sebuah mobil terlihat melaju kencang ke arah putrinya. Dengan reflek, Salsa menjatuhkan nampan yang di bawanya lalu berlari ke arah putrinya dan langsung menggendongnya namun naas belum sempat menghindar,


Bruk!!


    Mobil tersebut menghantam tubuh Salsa dan terlempar beberapa meter ke belakang sambil memeluk erat tubuh putrinya. Hal itu sontak mengejutkan tetangga karena mereka mendengar suara tabrakan tersebut. Banyak orang yang keluar rumah melihat kejadian tersebut. Mobil yang menabrak Salsa langsung kabur setelah melakukan aksinya.


    “ hahahaha, mampus kamu wanita si*lan. Sekarang tidak ada lagi yang menjadi penghalang ku bertemu dengan Zain. Hahaha.” Ucap Sarah. Ya, yang menabrak Salsa adalah Sarah.


    Sedangkan Zain yang sedang bermain dengan Alan segera berlari kea rah Salsa yang tergeletak dengan kepala bersimbah darah. Darah yang keluar dari kepala terlihat banyak. Zain langsung memangku kepala Salsa.


    “ Salsa, bangun dek. Bangun sayang.” Ucap Zain sambil menepuk pelan wajah Salsa. Tal lama Adam datang berniat menjemput Zain. Melihat Adam datang, tanpa pikir panjang Zain segera menggendong Salsa dan Annisa yang masih dalam pelukan Salsa. Saat ingin, memasukkan Salsa dan Annisa ke dalam mobil, orang tua Zain datang.


    “ astagfirullah, Salsa. Apa yang terjadi pada Salsa, Zain?” Tanya bu Santi.


    “ nanti saja zain jelaskan ma. Sekarang Zain harus cepat membawa Salsa ke rumah sakit.” Ucap Zain.

__ADS_1


    “ baiklah ayo.” Ucap bu Santi. Mobil yang membawa Salsa segera melaju dengan cepat menuju rumah sakit. 


    “ adam, yang cepat bawa mobilnya.” Perintah Zain.


    “ baik tuan.” Balas Adam. Tak sampai sepuluh menit, akhirnya mereka tiba di depan UGD rumah sakit. Zain segera turun dari mobil lalu menggendong Salsa dan berlari masuk ke dalam UGD sambil berteriak.


    “ dokter….dokter…suster.. toloong.” Ucap Zain. Para suster yang ada di ruangan itu langsung mengambil brankar dan zain meletakkan Salsa di atas brankar.


    “ bawa ke ruang operasi, kita harus segera mengoperasi pasien.” Ucap seorang dokter.


    “ bak dok.” Balas seorang perawat.


    “ pak, bisa minta tolong hubungi keluarga pasien untuk mendapat persetujuan tindakan operasi?” ucap dokter tersebut.


    “ saya suaminya dok, saya akan menandatangani surat izin tindakan operasinya.” Balas Zain.


    “ baik tuan, silahkan tanda tangan disini.” Ucap dokter tersebut sambil menyerahkan kertas tersebut. Zain segera menandatanganinya.


    “ tolong selamatkan istri saya dok.” Ucap Zain.


    “ saya akan melakukan yang terbaik tuan, tuan berdoa saja semoga operasinya berjalan lancar.” Ucap dokter tersebut lalu masuk ke ruangan  operasi. Setelah dokter tersebut masuk, Zain menuju ruang UGD dan melihat Annisa yang tidur dengan tangan dan kakinya di perban.


    “ tidak ada luka yang serius tuan, hanya luka goresan di lengan dan kakinya. Kalau begitu saya permisi tuan.” Ucap perawat tersebut lalu pergi. Tak lama seorang perawat mendekatinya.


    “ permisi, tuan.” Ucap perawat tersebut.


    “ ya ada apa?” Tanya Zain.


    “ apa anda suami pasien bernama Salsa?” Tanya perawat itu.


    “ iya benar.” Balas zain.


    “ tuan di panggil dokter ke ruang bedah sekarang.” Ucap perawat tersebut.


    “ baik, sus.” Balas Zain lalu segera menuju ruang operasi.


    “ ada apa dok? Apa terjadi sesuatu pada istri saya?” Tanya Zain pada dokter bedah tersebut.


    “ begini tuan, istri anda kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah namun golongan darah istri anda termasuk yang langka yaitu AB- sedangkan rumah sakit ini tidak mempunyai stok darah untuk melakukan transfusi kepada istri anda.” Jelas dokter tersebut.

__ADS_1


    “ lalu sekarang harus bagaimana, dok?” Tanya Zain frustasi.


    “ pakai darah saya saja, dok.” Ucap seseorang dari belakang, hal itu membuat Zain segera menoleh ke sumber suara.


    “ om Ammar.” Ucap Zain terkejut melihat kedatangan pak Ammar.


    “ direktur.” Ucap dokter tadi. Ya, itu adalah rumah sakit tempat pak Ammar bekerja.


    “ jangan, bi. Abi tidak boleh mendonorkan darah. Abi mempunyai tekanan darah tinggi.” Ucap Raihan yang juga muncul. Lalu datanglah umi, Fajar, kedua orang tua zain dan Alan yang berada di gendongan papa Zain.


    “ benar kata rai, bi” ucap umi.


    “ baiklah.” Balas abi.


    “ pakai darah saya saja dok. Golongan darah saya juga AB-.” Ucap Raihan.


    “ baik tuan. Silahkan ikuti perawat ini untuk melakukan tes.” Ucap dokter tersebut. Raihan mengikuti seorang perawat menuju sebuah ruangan. Setelah melakukan pemeriksaan, Raihan langsung mendonorkan darahnya. Raihan segera kembali menemui keluarganya dan duduk di samping ibunya.


    “ tuan silahkan di minum vitaminnya untuk penambah darah karena anda sudah mendonorkan dua kantong darah.” Ucap seorang perawat sambil memberikan Raihan vitamin penambah darah.


dokter tersebut segera kembali ke ruang bedah untuk melanjutkan operasi pada Salsa.


" Zain, ceritakan pada kami, bagaimana ini bisa terjadi?" tanya bu Santi. Zain menjelaskan semua kronologi kejadian naas tersebut.


" lalu bagaimana dengan pelaku penabraknya? apa sudah di tangkap?" tanya bu Santi lagi.


" belum ma karena pelakunya langsung kabur setelah menabrak Salsa.


" astagfirullah, jadi apa yang akan kamu lakukan ?" tanya bu Santi.


" nanti Zain akan memeriksa karena sepertinya penabrakan itu ada unsur kesengajaan, ma." ucap Zain. mendengar penuturan Zain, semua merasa terkejut.


" bagaimana kamu bisa yakin, nak?" tanya Umi.


" karena kondisi jalanan tidak ramai dan juga jalannya terlihat lebar untuk bisa menghindar dari tempat Annisa berdiri dan jalanan itu jalan satu arah, umi." ucap Zain. mereka akhirnya diam sambil menunggu operasi Salsa berakhir.


# sekian dari author. Jangan lupa like,komen dan share. Dukung terus karya author.


   

__ADS_1


__ADS_2