
Adzan berkumandang membangunkan Salsa yang terlelap, ia segera bangun dan mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat ashar. selesai sholat, salsa membangunkan dua batita imut itu.
" abang, adik. ayo bangun mau ikut bunda ke taman atau tidak?" tanya Salsa sambil membangunkan mereka. mendengar perkataan sang bunda, kedua balita itu segera bangun dari tidur mereka.
" mau bunda." jawab mereka.
" kalau begitu ayo sekarang cuci muka dulu." ucap Salsa.
" oteh bunda." balas mereka lalu masuk untuk mencuci wajah mereka. selesai mencuci wajah, mereka langsung keluar dari kamar mandi.
" abang pakai baju dulu, nak." ucap Salsa lalu memakaikan baju Alan yang tadi sengaja dia lepas agar saat tidur Alan tidak kegerahan. tak lupa juga ia memasangkan jilbab pada Annisa. Salsa membiasakan putrinya berpakaian tertutup dan berhijab sejak kecil.
selesai berpakaian, mereka segera turun ke lantai bawah dan segera berjalan menuju taman yang memang jaraknya tidak jauh dari rumah Salsa. setelah tujuh menit berjalan akhirnya mereka tiba di taman tersebut. Di taman itu sudah ramai dengan pengunjung. ada yang joging, duduk bersantai di kursi taman, ada yang menggelar tikar di atas rumput, ada yang menemani anaknya bermain. anak-anak ada yang bermain peluncuran, bermain layangan, bermain mencetak pasir dan lain sebagainya.
Salsa membawa kedua balita itu bermain ayunan, main kuda-kudaan dan lain sebagainya hingga satu jam lebih mereka bermain. akhirnya Salsa menghentikan mereka bermain karena hari sudah sore dan tidak lama lagi waktu maghrib tiba.
" Alan, ica, ayo nak kita pulang. lain kali kita main lagi kesini dengan papa." ucap Salsa.
" oteh bunda." balas mereka lalu turun dari mainan yang sedang mereka naiki.
mereka segera berjalan pulang ke rumah. tak beberapa lama mereka sudah hampir sampai di depan rumah namun Salsa terkejut saat melihat seorang perempuan terduduk di atas trotoar di depan rumahnya. Salsa segera mendekatinya lalu mengucap salam.
" Assalamualaikum." ucap Salsa. perempuan tersebut langsung menoleh ke arah Salsa.
" waalaikumsalam." balas perempuan tersebut yang terlihat sudah tak muda lagi. lalu Salsa berjongkok di depan wanita tersebut.
" ibu kenapa duduk di atas trotoar?" tanya Salsa namun wanita itu tidak menjawab malah dia melamun saat melihat wajah Salsa.
" bu, ibu." ucap Salsa hingga menyadarkan wanita tersebut.
" eh iya nak kenapa?" tanya wanita itu.
" saya tadi bertanya ibu kenapa duduk di atas trotoar?" tanya Salsa kembali.
" ahh tadi ibu dari belanja di minimarket itu dan saat keluar tiba-tiba ada yang menjambret tas ibu lalu ibu mengejar namun karena usia ibu tidak muda lagi jadi ibu tak bisa mengejar mereka lagi dan tadi kondisi jalanan sedang sepi jadi tidak ada yang bisa menolong ibu. ibu mau menelpon suami ibu namun ponsel ibu ada di dalam tas yang di jambret tadi jadi ibu bingung harus bagaimana." jelas wanita tersebut.
" astagfirullah ya Allah, tapi ibu baik-baik saja kan? apa ada yang terluka?" tanya Salsa menanyakan kondisi wanita tersebut.
" ibu tidak apa-apa hanya kelelahan." balas wanita itu.
" yasudah kalau begitu ini ibu bisa memakai ponsel saya untuk menghubungi keluarga ibu. ibu hafal nomor ponsel keluarga ibu kan?" tanya Salsa sambil memberikan ponselnya.
" iya nak nanti ibu menghubungi anak ibu." balas wanita itu.
" ayo bu ikut ke rumah saya biar ibu bisa menunggu jemputan daripada ibu duduk disini." ucap Salsa.
" apa tidak merepotkan nak?" tanya ibu itu.
" tidak kok bu, ayo." ucap Salsa. mereka masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua sambil menuntun ibu itu sedangkan dua bocah tadi mengikuti dari belakang.
" silahkan duduk bu, maaf duduknya lesehan karena disini tidak ada sofanya." ucap Salsa.
" tidak apa-apa, nak." balas ibu itu. tak lama adzan berkumandang, mereka segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah. selesai sholat di lanjutkan membaca Al-Qur'an. setelah mengaji, Salsa turun ke lantai bawah. tak lama ia datang membawa nampan berisi makanan.
" ayo bu kita makan malam dulu." ucap Salsa.
__ADS_1
" aduh nak tidak usah repot-repot." ucap ibu itu.
" tidak apa-apa kok bu, ayo." balas Salsa lalu mereka makan bersama sambil Salsa menyuapi dua balita itu. selesai makan, mereka bercengkrama sambil menonton tv.
" oh ya nak, nama kamu siapa?" tanya ibu itu.
" nama saya Salsabila bu, biasa di panggil Salsa. nama ibu siapa?" tanya Salsa balik.
" nama saya bu Aida." ucap ibu tersebut yang ternyata bu Aida.
" ibu boleh bertanya sesuatu pada mu nak Salsa?" tanya bu Aida.
" boleh kok, ibu ingin bertanya apa?" ucap Salsa.
" kalau boleh tahu, dimana suami mu, nak?" tanya bu Aida. Salsa yang mendengar itu langsung menunjukkan raut wajah sedih hal itu sontak membuat ibu Aida merasa tidak enak.
" maaf nak jika ibu salah bertanya." ucap bu Aida yang merasa bersalah.
" tidak apa-apa kok bu. saya sudah bercerai dengan suami saya dua tahun yang lalu bu." balas Salsa.
" kenapa kalian bercerai?" tanya bu Aida.
" keluarga suami saya menginginkan saya dan mantan suami saya untuk memberikan keturunan laki-laki namun yang saya lahirkan adalah seorang anak perempuan. jadi karena tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, mantan suami saya langsung menjatuhkan Talak tiga beberapa jam setelah saya melahirkan putri saya." jelas Salsa.
" astagfirullah, laki-laki ataupun perempuan itu sama saja. mereka sama-sama ciptaan Allah. jika mereka tidak menerima itu artinya mereka meragukan takdir yang di berikan oleh Allah." ucap bu Aida.
" lalu anak laki-laki ini siapa nak?" tanya bu Aida yang menunjuk ke arah Alan.
" dia adalah anak susu saya jadi dia adalah saudara sesusuan dengan putri saya." balas Salsa.
" dia lahir berbeda sehari dengan putri saya. waktu itu saya ingin keluar dari rumah sakit namun saat berjalan di koridor saya mendengar suara tangis bayi lalu saya memberanikan diri untuk masuk ke ruang rawat dan saya bertanya kenapa bayi itu tidak di susui ternyata sang ibu menolak kehadiran dan pergi meninggalkannya yang masih dalam keadaan merah. ibunya pergi bersama selingkuhannya. dan bayi itu alergi terhadap susu sapi sehingga saya yang menjadi ibu susunya selama dua tahun." jelas Salsa.
" astagfirullah, ibu macam apa itu. lalu bukannya kamu juga harus menyusui putri mu? apa tidak mengganggu putri mu?" tanya bu Aida lagi.
" alhamdulillah selama saya menyusui mereka berdua, ASI saya selalu melimpah ruah jadi saya bisa menyusui dua bayi sekaligus." balas Salsa.
" subhanallah, sungguh mulia hati mu nak." ucap bu Aida. Salsa hanya membalas dengan senyuman.
" lalu dimana kedua orang tua mu, nak?" tanya bu Aida. mendengar pertanyaan itu, mata Salsa langsung berkaca-kaca hingga air matanya menetes hal sontak membuat bu Aida merasa sangat bersalah bertanya seperti itu.
" maafkan ibu nak jika pertanyaan ibu menyakiti hati mu." ucap bu Aida merasa bersalah.
" tidak apa-apa bu." balas Salsa.
" kamu tidak perlu menjawab pertanyaan ibu tadi ya." ucap bu Aida.
" saya tidak masalah kok bu. Saya adalah anak yatim piatu . saya tinggal di panti asuhan saat umur saya lima tahun." ucap Salsa.
" Ya Allah nak ibu jadi merasa bersalah." ucap bu Aida.
" tidak apa-apa kok bu." ucap Salsa.
" kalau boleh tau, apa yang terjadi kepada kedua orang tua mu nak?" tanya bu Aida.
" saya juga tidak tahu tentang hal itu bu." balas Salsa.
__ADS_1
" bagaimana bisa kamu tidak mengetahui itu?" tanya bu Aida penasaran.
" kata ibu panti, waktu itu saya berusia sekitar lima tahun. ibu panti menemukan saya di jalan dekat panti dalam keadaan pingsan dan kepala saya berdarah lalu ibu panti membawa saya ke panti sejak saat itu saya tinggal di panti asuhan." jelas Salsa.
" kalau boleh tahu kapan kejadiannya?" tanya bu Aida yang semakin penasaran.
" sekitar dua puluh tahun yang lalu bu." balas Salsa
Deg!
dua puluh tahun yang lalu? itu sama dengan kejadian saat Karina di culik. apa mungkin dia putri ku yang hilang? Batin bu Aida.
" bu, ibu." ucap Salsa memanggil bu Aida yang terlihat melamun. mendengar suara Salsa, bu Aida langsung tersadar.
" du-dua puluh tahun yang lalu? apa itu benar nak?" tanya bu Aida.
" iya benar bu." balas Salsa.
" apa boleh ibu bertanya sesuatu?" ucap bu Aida.
" iya bu boleh." balas Salsa.
" apakah di punggung mu terdapat tanda lahir berbentuk seperti hati?" tanya bu Aida memastikan.
" iya bu saya memang memiliki tanda lahir berbentuk hati di punggung saya. emang kenapa bu?"ucap Salsa.
" ahh tidak apa-apa nak ibu hanya bertanya." balas bu Aida sambil matanya mulai berkaca-kaca hingga air matanya menetes.
" ibu kenapa menangis?" tanya Salsa sambil memegang tangan bu Aida.
" ahh tidak nak. ibu hanya mengingat putri ibu." ucap bu Aida sambil menghapus air matanya.
" emang putri ibu kemana?" tanya Salsa.
" dua puluh tahun yang lalu anak ibu di culik dan sampai sekarang belum juga di temukan. melihat wajah mu mengingatkan ibu kembali kepada putri ibu itu." balas bu Aida.
" oh begitu. ibu boleh kok menganggap saya sebagai anak ibu." ucap Salsa.
" apakah boleh nak?" tanya bu Aida memastikan.
" tentu saja bu." balas Salsa.
" baiklah. kamu juga boleh menganggap saya ibu kamu jadi jika kamu butuh sandaran ataupun tempat curhat kamu bisa berbicara dengan ibu." ucap bu Aida.
" apakah itu beneran bu?" tanya Salsa.
" iya nak. sekarang kamu bisa memanggil saya umi." ucap bu Aida.
" baik umi." balas Salsa lalu memeluk bu Aida dan di balas oleh bu Aida.
tak berselang lama terdengar suara mobil di depan rumah Salsa dan mereka segera melepaskan pelukan mereka dan segera turun ke lantai bawah.
# sekian dari author. jangan lupa like, komen dan share. dukung terus karya author.
# yuk follow instagram author @dilaanwar97.
__ADS_1