
Adzan subuh berkumandang membangunkan Salsabila yang sedang terlelap dalam tidurnya. Ia segera bangun lalu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah berwudhu ia segera melaksanakan sholat subuh lalu dilanjutkan membaca Al-Qur`an.
Selesai tadarus, salsa bergegas untuk membersihkan diri. Kemudian ia membangunkan putrinya dan memandikannya. Salsa dan putrinya sedang asyik menonton televise hingga tak terasa langit tampak mulai terang menandakan mentari telah muncul di ufuk timur sana.
Salsa segera turun ke lantai bawah sembari menggendong putrinya. Dia membantu karyawannya untuk membuka pintu dan jendela warung makan miliknya. Setelah semua sudah siap, salsa segera duduk di kursinya sembari menunggu pelanggan datang. Akhirnya satu persatu berdatangan ke warung salsa. Ada yang makan di tempat da nada pula yang di bungkus.
…………
Di kediaman keluarga Alexander, setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Brian segera berangkat menuju kantornya bersama asistennya. Sesampainya di kantor, Brian segera menuju ruangannya dan langsung duduk di kursi kebesarannya.
“ chris, jadwal saya hari ini apa?” Tanya Brian pada Chris asisten pribadinya.
“ hari ini tidak ada jadwal rapat ataupun pertemuan dengan client, tuan.” Balas Chris.
“ baiklah, kamu boleh kembali ke ruangan mu.” Ucap Brian lagi.
“ baik tuan, kalau begitu saya permisi.” Balas Chris. Brian hanya menganggukkan kepalanya lalu Chris kembali ke ruangannya.
Brian segera membaca beberapa berkas yang ada di atas mejanya dan mempelajarinya hingga tiba waktunya jam makan siang. Saat sedang asyik dengan dokumen di tangannya, Chris masuk ke dalam ruangan Brian.
“ tuan, sudah waktunya makan siang.” Ucap Chris.
“ baiklah, ayo kita makan siang.” Balas Brian. Lalu mereka keluar ruangan beriringan. Setibanya di parkiran, mereka segera memasuki mobil dan bergegas mencari makan.
“ mau makan siang dimana, tuan?” Tanya Chris.
“ kita ke tempat Salsa saja.” Balas Brian.
“ baik tuan.” Ucap Chris.
Mereka segera meluncur menuju rumah Salsa untuk makan siang. tak berselang lama akhirnya mereka tiba di rumah Salsa. Mereka segera turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumah makan Salsa. Brian yang melihat Salsa segera menghampirinya yang sedang asyik menemani putrinya menonton tayangan untuk anak-anak di ponselnya tanpa menyadari kehadiran Brian.
__ADS_1
“ assalamualaikum.” Ucap Brian. Salsa langsung menoleh saat mendengar salam.
“ waalaikumsalam, mas.” Balas Salsa.
“ papa.” Ucap Annisa saat melihat Brian lalu turun dari pangkuan Salsa dan berjalan menuju Brian lalu mengangkat tangannya minta di gendong oleh Brian. Dengan senang hati Brian menggendong calon putri sambungnya itu.
“ loh mas kok bisa ada disini? Bukannya mas kerja?” Tanya Salsa.
“ ini sudah jam makan siang jadi mas kesini untuk makan siang. Mas pengen makan masakan kamu.” Ucap Brian.
“ oh baiklah. Mas mau makan disini atau di atas?” Tanya Salsa.
“ di atas aja, sayang.” Ucap Brian. Salsa yang mendengar kata `sayang` pipinya menjadi merona. Brian yang melihat salsa merona hanya tersenyum.
“ mas makan apa?” Tanya salsa.
“ terserah saja, sayang.” Balas Brian.
“ yasudah mas dan Chris tunggu di atas saja.” Ucap Salsa.
“ icha ikut papa.” Balas Annisa.
“ oke. Ayo Chris kita ke atas.” Ucap Brian.
“ baik tuan.” Balas Chris. Lalu mereka bertiga naik ke atas. Tak lama Salsa datang membawa nampan berisi beberapa jenis makanan yang di bantu oleh karyawannya. Lalu ia meletakkan nampan di tengah-tengah lalu duduk.
“ mas mau makan yang mana?” Tanya Salsa.
“ mas, mau ikan tongkol, tempe dan sayur asemnya, sayang.” Ucap Brian.
“ baik mas.” Ucap Salsa lalu dia menuangkan nasi di atas piring lalu menambahkan lauk yang di pilih oleh Brian .
__ADS_1
“ ini mas.” Ucap Salsa lalu menyerahkannya kepada Brian.
“ terima kasih.” Ucap Brian.
“ sama-sama mas.” Balas Salsa lalu ia mengambil makan untuk dirinya sendiri.
“ Chris, silahkan di makan jangan sungkan.” Ucap Salsa kepada Chris.
“ iya bu, terima kasih.” Balas Chris.
“ icha, sini sama bunda. Kasihan papanya mau makan.” Ucap Salsa kepada putrinya yang ada di pangkuan Brian.
“ tidak mau bunda, ica mau sama papa.” Ucap Annisa menolak turun dari pangkuan Brian.
“ sudah tidak apa-apa.” Ucap Brian.
Salsa hanya pasrah saat Brian tidak mempermasalahkan hal itu. Brian makan dengan lahap, tidak lupa pula ia menyuapi ica makan. Selesai makan, Salsa membersihkan bekas makan mereka lalu menyerahkan nampan yang berisi piring bekas makan kepada karyawannya untuk di cuci. Selesai makan, Brian dan Chris segera turun ke lantai bawah karena mereka akan kembali ke kantor untuk melanjutkan kerja mereka.
“ Sal, sekarang mas harus kembali ke kantor. Hari minggu nanti kamu sibuk atau tidak?” Tanya Brian.
“ tidak mas. Memangnya kenapa.” Tanya Salsa.
“ tadi mama bilang, kita akan ke butik milik teman mama untuk fitting gaun pengantin. Apa kamu bisa?” Tanya Brian.
“ oh baiklah mas. Jam berapa kita kesananya?” Tanya Salsa lagi.
“ nanti mas hubungi kamu saat kita akan berangkat kesana.” Balas Brian.
“ baik mas.” Ucap Salsa.
“ yasudah kalau begitu mas pergi sekarang, assalamualaikum.” Ucap Brian sembari memindahkan Annisa yang tertidur kepada Salsa.
__ADS_1
“ waalaikumsalam.” Balas Salsa. Brian segera memasuki mobilnya yang di dalamnya sudah ada Chris yang menunggu dan mereka langsung meluncur kembali ke kantor Brian. Setelah mobil Brian menghilang, Salsa kembali ke dalam rumah lalu ia naik ke atas dan masuk ke dalam kamara dan meletakkan Annisa yang tertidur lelap di atas kasurnya.
# sekian dari author. Jangan lupa like, komen dan share ya. Dukung terus karya author.