
keesokan harinya semua orang memulai aktifitas mereka. ada yang sibuk pergi bekerja, ada yang sibuk mengurus rumah dan keluarga dan lain sebagainya. Begitu pula yang dilakukan oleh Salsa , dia sibuk dengan kegiatan jual-beli di warung makan miliknya.
Tak terasa hari menjelang siang saat sedang asyik membaca pesan di ponselnya seseorang menyapanya, Salsa segera menengok dan kaget dengan pria yang ada di hadapannya.
" Salsa." ucap pria tersebut.
" mas malik." ucap Salsa dengan nada terkejut. ya pria tersebut adalah Malik Abraham, mantan suami Salsa.
" apa kabar kamu, sa?" tanya Malik.
" alhamdulillah baik mas, ada apa mas datang kesini?" tanya Salsa.
" hmm sebenarnya ada yang ingin mas katakan padamu." ucap Malik.
" ya katakan saja mas." balas Salsa.
" mas ingin rujuk dengan mu sa." ucap Malik.
" kita tidak mungkin bisa rujuk mas setelah mas menjatuhkan talak tiga pada Salsa dan juga jika ingin rujuk Salsa harus menikah dengan seorang muhallil. Salsa tidak ingin melakukan hal itu mas, bagi salsa pernikahan bukanlah sebuah permainan. Salsa hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Salsa juga sudah tidak mencintai mas Malik lagi karena Salsa sudah melupakan mas Malik dan Salsa akan segera menikah dengan orang pria yang Salsa cintai dan dia juga mencintai Salsa." ucap Salsa.
Malik langsung pergi dari hadapan Salsa dengan perasaan penuh kecewa dan menyesal. Sedangkan Salsa kembali duduk di kursinya, ia menangis mengingat semua perlakuan yang dia terima dari Malik.
....
Di kediaman Alexander, bu Santi terlihat sibuk mempersiapkan seserahan yang akan dia bawa saat melamar Salsa secara resmi hingga tak terasa hari sudah malam. Brian, Alan dan kedua orang tuanya sudah berpakaian rapi dan mereka bersiap untuk berangkat.
" apa semua sudah siap, ma?" tanya Brian.
" ya semua sudah siap." balas bu Santi.
" yasudah ayo kita berangkat sekarang." ucap papa Alex.
__ADS_1
mereka segera keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil dan Brian yang mengemudikan mobil menuju rumah Salsa.
sedangkan Salsa dan Annisa sudah berpakaian rapi menyambut kedatangan keluarga Alexander. Dia juga sudah menyiapkan makanan agar bisa makan malam bersama keluarga Alexander.
Setengah jam kemudian keluarga Alexander tiba di depan rumah Salsa dan segera keluar dari mobil. Salsa yang mendengar suara mobil langsung turun ke lantai bawah untuk menyambut kedatangan mereka.
" assalamualaikum." ucap bu Santi.
" Waalaikumsalam, ayo semua masuk." balas Salsa. mereka langsung masuk ke dalam rumah dan mengikuti Salsa naik ke lantai dua.
" ayo semua duduk, maaf ya duduknya di lantai." ucap Salsa.
" iya nak tidak apa-apa." ucap papa Alex.
" baiklah nak, kita langsung saja. maksud kedatangan kami adalah ingin meminang nak Salsa untuk menjadi istri untuk putra kami yaitu Brian sekaligus menjadi ibu untuk Alan. Apa kamu menerima pinangan dari kami, nak Salsa?" ucap Bu Santi.
" sebelum Salsa menerima, Salsa ingin bertanya sama ibu dan bapak." ucap Salsa.
" Salsa ini hanyalah anak yatim piatu dan sebatang kara bahkan Salsa tidak memiliki harta kekayaan ,apa ibu dan bapak tidak malu menerima Salsa sebagai menantu di dalam keluarga Alexander?" tanya Salsa.
" nak kami tidak pernah mempermasalahkan hal itu. bagi kami yang terpenting adalah kebahagiaan putra sulung kami dan kalian saling mencintai. kami menerima kamu bukan karena harta tetapi karena sifat kamu. percuma kami memiliki menantu dari keluarga yang berada namun memiliki sifat dan kelakuan yang tidak baik." balas bu Santi. Salsa yang mendengar perkataan bu Santi menjadi terharu kemudian ia mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya sebelum melanjutkan ucapannya.
" bismillahirrahmaannirrahim, ya Salsa menerima pinangan ibu dan bapak, Salsa bersedia menjadi istri mas Brian dan ibu untuk Alan." ucap Salsa.
" alhamdulillah, akhirnya pinangan kita di terima. Brian, sekarang kamu berikan cincinnya." ucap papa Alex.
" iya pa." balas Brian, lalu ia mengeluarkan kotak perhiasan berukuran kecil dari sakunya lalu ia berniat memasangkan cincin berlian itu di jari manis Salsa namun Salsa menolak. bu Santi yang memahami itu segera mengambil cincin itu dari tangan Brian.
" sini biar mama yang pasangkan." ucap bu Santi lalu memasang cincin berlian itu pada Salsa. kemudian mereka juga memberikan seserahan yang mereka bawa kepada Salsa.
" bu ini kebanyakan." ucap Salsa.
__ADS_1
" tidak apa-apa nak, kamu calon menantu kami jadi ini semua tidak ada apa-apanya." ucap bu Santi. Salsa yang mendengar perkataan bu Santi merasa terharu.
" nak mulai sekarang kamu manggil kami mama dan papa seperti yang dilakukan Brian ya." ucap bu Santi.
" iya ma." balas Salsa. bu Santi dan papa Alex yang mendengar itu merasa senang.
" baiklah karena Salsa sudah menerima lamaran Brian, sekarang kita membahas tanggal pernikahan kalian. kapan kalian ingin melaksanakan pernikahannya?" ucap papa Alex.
" lebih cepat lebih baik, untuk menghindari dosa karena berduaan bukan dengan muhrimnya." ucap bu Santi.
" yasudah kalau begitu pernikahan kalian akan dilaksanakan dua minggu lagi, bagaimana? apa kalian setuju?" tanya papa Alex.
" Salsa ngikut kemauan mas rian saja ma, pa." ucap Salsa.
" iya pa bagus itu." ucap Brian.
" yasudah berarti kalian setuju pernikahannya dua minggu lagi?" tanya papa Alex lagi.
" iya pa." ucap Brian dan Salsa bersama.
" apa pernikahannya bisa di buat sederhana saja ma, pa?" tanya Salsa.
" tidak, pernikahan kalian harus di buat mewah. untuk urusan itu serahkan saja pada mama, kalian tunggu beresnya saja." ucap bu Santi.
" baiklah ma." ucap Salsa pasrah.
" yasudah ayo ibu, bapak, mas Brian, kita makan malam bersama di bawah. Salsa sudah masak tadi." ucap Salsa.
" yasudah ayo kita makan." ucap bu Santi. lalu Salsa mengajak mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama. Selesai makan malam , keluarga Alexander pamit pulang.
# mohon maaf ya author baru update karena seminggu ini author sakit.
__ADS_1