
sesampainya di depan ruang monitor CCTV, karyawan tersebut mengetuk pintu lalu terbukalah pintu tersebut dan muncul seorang pria berusia matang di hadapan mereka.
" iya ada apa?" tanya pria itu.
" ini pak ada pengunjung yang meminta izin untuk memeriksa sebuah rekaman CCTV, apakah boleh?" tanya wanita tersebut.
" maaf tidak di perbolehkan untuk melihat rekaman selain yang bekerja di ruangan ini." ucap pria itu lagi.
" tolong kami mas, kami kehilangan putri kami. kami sudah berkeliling taman bermain ini mencari putri kami namun hasilnya nihil kami tidak bisa menemukannya. tolong izinkan kami untuk memeriksa rekaman CCTVnya." ucap abi. pria tadi mendengarkan penjelasan dari abi akhirnya mengizinkan mereka untuk memeriksa rekamannya.
" baiklah kalau itu alasannya. ayo silahkan masuk." ucap pria itu. lalu mereka segera masuk ke dalam ruangan bersama pria tadi. pria tersebut segera duduk di kursinya menghadap ke arah layar yang sangat besar. di layar itu menampilkan banyak rekaman CCTV di setiap titik di dalam taman bermain tersebut.
" bisa anda sebutkan dimana hilangnya putri anda?" tanya pria itu kepada abi.
" putri kami tadi berada di dekat wahana komidi putar." ucap abi.
" sudah berapa lama dia menghilang?" tanya pria itu lagi.
" sudah ada sekitar lebih tiga puluh menit yang lalu." ucap abi lagi.
pria itu menggerakkan kursor ke arah salah satu CCTV yang mengarah ke komidi putar lalu dia mengklik layar tersebut dan tampaklah tampilan layar dari wahana tersebut lalu ia memutar ulang rekaman CCTV ke durasi empat puluh menit yang lalu, pria itu memilih empat puluh menit agar tidak ada sedikitpun yang terlewat.
" stop disitu." ucap abi kepada pria tadi lalu ia mempause rekaman tersebut.
" itu putri kami." ucap abi saat ia melihat sosok Karina dalam rekaman itu.
" tolong di zoom." ucap abi. pria itu menzoom sesuai permintaan abi.
" tolong putar di bagian itu." ucap abi lagi dan video di putar kembali. alangkah terkejutnya mereka menyaksikan rekaman tersebut saat proses bagaimana Karina menghilang. Umi langsung menangis histeris.
" hiks hiks hiks, ya Allah putri ku. abi kenapa ini bisa terjadi." ucap Umi sembari menangis.
" sabar ya umi, kita akan segera melapor ke polisi agar Kirana dapat segera di temukan." ucap abi menenangkan istri, tak lama akhirnya umi jatuh pingsan.
" umi bangun umi, umi." ucap abi sambil menepuk pelan pipi istrinya. melihat sang istri pingsan abi langsung menggendong sang istri.
" pak kita antar ibunya ke ruang kesehatan." ucap karyawan wanita tadi.
" mas, boleh saya minta file rekamannya? agar saya bisa segera melapor ke polisi." ucap abi kepada pria itu.
" boleh tuan nanti saya berikan kepada anda. sekarang sebaiknya anda mengantar istri anda ke ruang kesehatan." ucap pria itu.
" baiklah." balas abi. lalu abi menggendong umi dan membawanya ke ruang kesehatan yang tersedia di. taman bermain tersebut, sesampainya di ruang kesehatan abi membaringkan umi di atas ranjang brankar. ( brankar adalah sebutan untuk ranjang pasien).
" abi, ini flashdisk berisi rekaman CCTV kata om yang tadi di ruangan." ucap Raihan saat memberikan sebuah flashdisk kepada abi.
" oh iya nak." ucap abi. tak berselang lama umi tersadar dari pingsannya.
" hiks hiks hiks, abi bagaimana dengan iin?" tanya umi sambil menangis tersedu dalam dekapan abi.
" sstt, umi tenang ya setelah umi tenang kita akan ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini agar putri kita dapat segera di temukan." ucap abi menenangkan umi.
" baiklah bi." ucap umi lalu menenangkan diri selama setengah jam.
" umi sudah merasa tenang?" tanya abi.
__ADS_1
" iya bi sudah." balas umi.
" baiklah kalau begitu ayo kita segera pergi ke kantor polisi agar iin dapat segera di temukan." ucap abi.
" baik." ucap umi lalu umi turun dari brankar dan mereka keluar dari ruang kesehatan. setelah berterima kasih kepada dua karyawan di taman bermain tersebut, mereka segera menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil dan meluncur menuju kantor polisi. tak berselang lama mereka tiba di kantor polisi, lalu mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor polisi. mereka duduk di depan meja seorang polisi wanita yang bertugas dalam menerima laporan masyarakat.
" selamat siang bapak, ibu ada yang bisa saya bantu?" tanya polwan tersebut.
" kami datang melapor meminta bantuan pihak kepolisian agar dapat membantu kami mencari anak kami yang hilang." ucap abi.
" kapan anak bapak menghilang?" tanya polwan bernama kristina itu.
" lebih dari sejam yang lalu mba." ucap abi.
" maaf pak untuk masalah itu sebelum 24 jam kami belum bisa menindak lanjuti permintaan bapak." ucap polwan tersebut.
" kami mempunyai bukti rekaman CCTV saat anak kami di culik mba." ucap abi.
" bisa anda tunjukkan barang buktinya?" tanya kristina.
" bisa, ini mba di dalam flashdisk ini ada bukti rekamannya." ucap abi sambil menyerahkan barang bukti. Kristina menerima flashdisk tersebut lalu mencolokkannya ke laptop dan membuka berkas rekaman CCTV tadi.
" baik pak dengan adanya barang bukti ini, kami akan menindak lanjuti masalah ini." ucap kristina lalu ia mengetik di laptopnya sambil mendengarkan semua penjelasan abi sesuai dengan pertanyaan yang dia lontarkan kepada abi untuk. membuat laporan agar pihak kepolisian dapat bergerak cepat mencari keberadaan Karina.
setelah memberikan keterangan, mereka segera pulang ke rumah walau dengan wajah yang menampakkan kesedihan atas di culiknya Karina.
FLASHBACK OFF.
" sejak saat itu kami terus mencari keberadaan Karina hingga sekarang namun hasilnya nihil." ucap Raihan kepada Zain.
"astagfirullah, semoga adik mu dapat segera di temukan dan kalian bisa kembali berkumpul." ucap Zain.
Tok..Tok..Tok..
" masuk." ucap Zain.
setelah Zain mengizinkan pintu ruangan terbuka dan masuk lah seorang batita yang terlihat sangat menggemaskan. batita itu berteriak pada Zain.
" Papa...." ucap batita yang tak lain adalah Alan lalu ia berlari ke arah sang ayah, Zain yang melihat putranya datang segera bangkit dari duduknya lalu berjongkok untuk menyambut putranya.
" sayang, kenapa kesini?" tanya Zain sambil menggendong Alan.
" papa kan udah janji kita ke rumah bunda." ucap Alan dengan bahasa bayinya.
" iya sayang kita nanti ke rumah bunda." balas Zain lalu ia duduk kembali di sofa sambil memangku Alan.
" dia siapa, Zain?" tanya Raihan.
" dia putra ku." balas Zain.
" loh kamu sudah menikah? kapan kamu menikah?" tanya Raihan.
" sudah tiga tahun yang lalu." balas Zain.
" terus dimana istri mu?" tanya Raihan lagi.
__ADS_1
" kami sudah bercerai dua tahun yang lalu tak lama setelah Alan lahir." balas Zain lagi.
" kenapa kalian bercerai?" tanya Raihan.
" dia pergi bersama selingkuhannya lalu meninggalkan Alan yang masih merah bahkan dia tidak mau menyusui bayinya setelah melahirkan dia takut dadanya. kendur jika menyusui dan tidak menerima keberadaan Alan karena menurutnya setelah melahirkan bentuk badannya akan berubah sehingga dapat mengganggu karirnya di dunia modeling. mendengar perkataannya aku jadi emosi dan langsung menjatuhkan Talak tiga kepadanya lalu berniat mengurus surat cerai namun siapa sangka dia telah menyiapkan surat cerai jadi aku langsung menanda tangani surat cerai itu dia lebih memilih kekasih gelapnya dan pergi begitu saja." jelas Zain.
" astagfirullah ibu macam apa itu, kalau boleh tau siapa wanita itu?"tanya Raihan.
" dia Sarah." balas Zain.
" maksud kamu Sarah pacar kamu saat kuliah itu?" tanya Raihan.
" iya dia." balas Zain.
" Ya Allah gila dan kejam banget dia." ucap Raihan.
" tanggal 15 nanti kamu ada acara atau tidak?" tanya Zain.
" kayanya tidak ada, memang kenapa?" ucap Raihan.
" tanggal 15 nanti aku akan menikah lagi jadi kamu harus datang ya." ucap Zain.
" wow kamu mau menikah lagi? sungguh luar biasa saudara ku ini, siapa gadis yang beruntung bisa menikah dengan seorang Zain hahaha." ucap Raihan.
" dia bukan gadis lagi." ucap Zain.
" maksud mu?" tanya Raihan.
" dia seorang janda beranak satu." ucap Zain.
" wow luar biasa, duda ketemu janda hahaha." ucap Raihan sambil tertawa. Zain hanya membalas dengan tersenyum tipis.
Tok...Tok..Tok..
" masuk." ucap Zain. lalu pintu terbuka dan terlihat Adam berjalan memasuki ruangan.
" ada apa, dam?" tanya Zain.
" tuan ini sudah hampir waktunya kita berangkat ke lokasi proyek." ucap Adam. Zain yang mendengar ucapan Adam langsung melihat jam yang melingkar di tangannya dan terlihat sudah jam setengah sepuluh.
" oh iya benar." ucap Zain.
" Zain, kamu mau pergi?" tanya Raihan.
" iya, rai. aku harus ke lokasi proyek untuk meninjau disana." ucap Zain.
" kalau begitu aku pergi ya karena aku masih ada urusan yang lain." ucap Raihan.
" baiklah, nanti kita mengobrol lagi. nomor mu masih tetap yang lama kan?" tanya Zain.
" iya masih kok." balas Raihan.
" yasudah kalau begitu nanti ku hubungi." ucap Zain.
" oke. aku pergi sekarang, assalamualaikum." ucap Raihan.
__ADS_1
" waalaikumsalam." balas Zain. setelah Raihan pergi, Zain segera berdiri lalu segera pergi menuju lokasi proyek sambil menggendong Alan yang tertidur gendongannya.
# sekian dari author jangan lupa like, komen, share dan dukung terus karya author. terima kasih.