IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
30


__ADS_3

di depan rumah Salsa berhenti sebuah mobil sedan berwarna hitam lalu keluar lah seorang pria yang terlihat sudah paruh baya dan dia mendekat ke arah Salsa.


" permisi, non Salsa." ucap pria itu.


" iya pak, saya sendiri." balas Salsa.


" ini saya mengantarkan pakaian untuk den Alan, tadi saya di perintahkan oleh tuan muda Zain." ucap pria itu yang ternyata supir keluarga Zain lalu ia menyerahkan sebuah paperbag kepada Salsa.


" oh iya pak terima kasih." ucap Salsa sambil menerima paperbag tersebut.


" iya non, kalau begitu saya kembali sekarang non." ucap bapak itu.


" oh iya pak silahkan." balas Salsa.


" assalamualaikum." ucap bapak tadi.


" waalaikumsalam." balas Salsa. lalu mobil tersebut pergi dari rumah Salsa. tak lama setelah mobil sedan tersebut hilang dari pandangan, datang lah sebuah mobil jenis SUV berwarna biru dongker dan berhenti di depan Salsa dan umi. setelah SUV tersebut terparkir dengan benar, keluar lah seorang pria muda dengan badan tinggi tegap dari mobil tersebut dan berjalan ke arah mereka.


" assalamualaikum." ucap pria itu.


" waalaikumsalam." balas Salsa dan Umi.


Deg!


" Karina." ucap pria tersebut saat melihat Salsa di hadapannya namun siapa sangka pria tersebut langsung memeluk Salsa dengan erat.


" karina, abang merindukan mu, dek." ucap pria tersebut masih memeluk Salsa.


" mas tolong lepaskan pelukannya." ucap Salsa meminta kepada pria tersebut untuk melepas pelukannya.


" Raihan, tolong lepaskan nak Salsa. dia bukan Karina adik kamu." ucap Umi kepada pria tersebut yang tak lain Adalah Raihan. mendengar ucapan sang umi, Raihan segera melepaskan pelukannya.


" tapi umi, wajahnya sungguh mirip dengan Karina." ucap Raihan.


" maaf mas nama saya Salsabila bukan Karina." ucap Salsa karena heran saat Raihan memanggilnya karina.


" jangan bohong, dek. kamu pasti bercanda kan. apa kamu lupa dengan abang dan umi mu?" tanya Raihan.


" maaf mas, saya tidak bercanda. saya tidak mempunyai kakak dan saya yatim piatu dari kecil." ucap Salsa dengan tegas.


" tapi...." belum selesai Raihan berbicara, umi menyela ucapan Raihan.


" sudah, Rai. kasihan nak Salsa jika kamu memaksanya begitu." ucap Umi kepada Raihan dan dia hanya pasrah dengan perkataan umi.


" maaf ya nak Salsa jika yang dilakukan putra umi membuat nak Salsa tidak nyaman. Raihan sangat menyayangi adik perempuannya sehingga dia bertingkah seperti itu karena merindukan karina kami." jelas umi.


" iya umi tidak apa-apa." balas Salsa.


" Hai baby Alan." ucap Raihan saat baru menyadari adanya Alan yang sedang di gendong oleh Salsa.


" hai uncle." balas Alan.


" lohh kok Alan ada disini, nak? papa mu mana?" tanya Raihan karena ia melihat Alan ada di rumah Salsa.


" iya kan Alan disini sama bunda. papa ada di rumah, uncle." balas Alan.


" bunda?" tanya Raihan dengan bingung.


" iya uncle, bundanya Alan." balas Alan.


" siapa yang kamu panggil bunda, nak?" tanya Raihan.

__ADS_1


" ini bunda Alan, uncle." ucap Alan lalu memeluk erat Salsa.


" kamu bundanya Alan?" tanya Raihan pada Salsa.


" iya mas." balas Salsa.


" berati kamu ibu susu Alan. jadi wanita yang beruntung menikah dengan itu kamu?" tanya Raihan penasaran.


" iya mas. mas nya kenal dengan mas Zain?" tanya Salsa.


" iya dia adalah sahabat saya." Balas Raihan.


" tunggu, rai. maksud kamu Zain sahabat kamu sejak SMA anak dari keluarga Luqman itu, kah?" tanya Umi.


" iya Zain sahabat aku yang itu." ucap Raihan membalas pertanyaan umi.


"Subhanallah, sungguh suatu kebetulan yang tak di sengaja." ucap umi.


" iya mi." balas Raihan.


" nak Salsa, boleh umi minta nomor ponsel mu agar kita bisa berkomunikasi?" tanya Umi.


" iya tentu umi." balas Salsa.


" Rai, tolong beri ponsel mu pada nak Salsa biat dia memasukkan nomor ponselnya." ucap Umi. Raihan segera memberikan ponselnya kepada Salsa dan di terima oleh Salsa lalu dia mengetikkan nomor teleponnya. setelah mengetik, Salsa mengembalikan ponsel milik Raihan.


" yasudah nak Salsa, kami pulang sekarang." ucap Umi.


" iya umi. hati-hati di jalan, umi." balas Salsa


" iya nak, assalamualaikum." ucap umi.


" waalaikumsalam." balas Salsa.


sesampainya di lantai dua, Salsa segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat isya. setelah sholat, Salsa mencuci muka, tangan, kaki dan menggosok gigi. hal itu juga ia lakukan pada dua balita itu. Selesai membersihkan badan, Salsa mengganti pakaian dua balita itu dengan piyama tidur lalu ia membaringkan mereka. Salsa ikut berbaring dengan dua balita itu, lalu ia mengelus kepala mereka sembari bersholawat. tak lama dua balita itu tertidur pulas, Salsa pun ikut tertidur dengan nyenyak.


.......


Di sisi keluarga Raihan.


Setelah memarkirkan mobil di dalam garasi, Raihan dan Umi segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. mereka berjalan hingga di ruang keluarga. disana terlihat seorang pria paruh baya sedang menonton siaran berita di tv.


" Assalamualaikum." ucap Umi dan Raihan bersama lalu mereka duduk di sofa di depan tv. umi duduk di samping pria itu sedangkan Raihan duduk di sofa yang agak kecil. ( sofanya berbentuk huruf ' U'.)


" Waalaikumsalam, bagaimana keadaan umi? apa baik-baik saja?" tanya pria itu.


" alhamdulillah, umi baik-baik saja bi. untuk ada nak Salsa." balas Umi kepada pria tersebut yang ternyata adalah suaminya.


" siapa Salsa?" tanya Abi.


" itu wanita yang menolong umi, bi." balas Umi lalu umi menceritakan kejadian yang menimpanya hingga di tolong oleh Salsa.


" oh ya, bi. tau gak." belum selesai umi berbicara Abi menyela ucapan umi.


" gak tahu mi." ucap Abi.


" isshh, abi. umi belum selesai bicara." ucap umi cemberut.


" hehehe, iya deh mi maaf. yasudah lanjutkan ucapan umi." ucap Abi.


" wanita yang menolong umi itu wajahnya mirip banget dengan Karina, bi." ucap Umi. hal itu sontak membuat abi segera menoleh ke arah sang istri.

__ADS_1


" ah yang bener, mi? jangan bohong deh." ucap abi.


" beneran bi." balas umi.


" umi gak bohong kan?" tanya abi lagi.


" isshh, coba abi tanya Rai jika tidak percaya." ucap Umi kembali cemberut.


" apa itu benar, Rai?" tanya Abi pada Raihan.


" iya bener, bi. tadi aja saat melihat wajah Salsa, Rai langsung memeluknya karena wajahnya sungguh mirip dengan Karina. namun kata umi namanya bukan Karina tapi Salsa." balas Raihan.


" tuh dengerin kata Rai, umi gak bohong." ucap umi masih cemberut.


" iya deh abi percaya." balas Abi membujuk istrinya.


" ada hal yang membuat umi yakin jika Salsa adalah Karina kita, bi." ucap Umi.


" apa itu umi?" tanya Raihan yang penasaran.


" Salsa bercerita bahwa dia adalah anak yatim piatu. dia tinggal di sebuah panti asuhan. dia bercerita waktu itu dia di temukan oleh seorang kepala panti tempat dia tinggal. dia di temukan pingsan dengan kepala berdarah di jalanan dekat dengan panti asuhan itu. melihat itu, ibu panti segera membawanya ke rumah sakit lalu kata dokter kepala terkena benturan yang keras sehingga dia mengalami amnesia. dia bilang saat dia di temukan usianya masih lima tahun dan itu terjadi dua puluh tahun yang lalu sesuai waktu Karina di culik, bi." jelas Umi.


" apa ada lagi mi yang bisa menjadi petunjuk jika dia adalah putri kita?" tanya Abi.


" ada bi." balas Umi.


" apa mi?" tanya abi.


" tanda lahir, bi." ucap Umi.


" tanda lahir?" tanya Abi lagi.


" iya bi. apa abi ingat jika karina memiliki tanda lahir berbentuk hati di punggungnya?" tanya umi balik.


" iya abi, ingat. lalu apa hubungannya?" tanya Abi yang belum konek.


" isshh, abi masa gitu aja gak tau. maksud umi, Salsa memilik tanda lahir yang sama persis dengan tanda lahirnya Karina, bi." ucap Umi.


" bagaimana umi yakin jika dia memiliki tanda lahir itu?" tanya Abi lagi.


" Umi tadi sudah melihat tanda lahir yang ada di punggung Salsa saat berbicara dengannya, bi." ucap umi.


" jadi sekarang apa yang harus kita lakukan untuk membuktikan kalau Salsa adalah Karina kita, umi, abi?" tanya Raihan.


" kan ada nomor Salsa di ponsel mu, Rai." ucap Umi.


" iya, terus untuk apa?" tanya Raihan.


" yaa untuk menghubungi Salsa menanyakan nama panti asuhan dia tinggal selama ini dan alamat pantinya." ucap Umi.


" oh iya ya, umi benar." ucap Raihan.


" untuk apa kita ke pantinya,mi? kita kan bisa melakukan tes DNA untuk membuktikannya." ucap Abi.


" tidak semudah itu abi. gimana caranya kita mendapatkan rambut atau pun darah Salsa untuk dilakukan tes?" tanya Raihan.


" oh iya." ucap Abi.


" yasudah, umi, abi. ini sudah malam saatnya tidur. besok bisa kita lanjutkan lagi pembicaraan ini." ucap Raihan.


" yasudah, ayo kita beristirahat." ucap Abi lalu menggandeng tangan sang istri masuk ke dalam kamar sedangkan Raihan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

__ADS_1


#sekian dari author. jangan lupa like, komen, dan share. dukung terus karya author ya.


__ADS_2