IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
9


__ADS_3

Brian dan Salsa pun memasuki mobil lalu Chris segera mengemudikan mobil menuju lokasi pertemuan. setibanya disana mereka keluar dari mobil kemudian memasuki cafe. Chris pun menanyakan meja clientnya menunggu. Seorang pelayan membawa mereka ke meja yang sudah ada seorang pria yang tampak sudah tidak muda lagi. Lalu pria tersebut berdiri menyambut kedatangan mereka


" Selamat datang tuan-tuan dan nona, silahkan duduk." Ucap pria tersebut.


" terima kasih." ucap Brian. Mereka bertiga pun segera duduk di kursi masing-masing.


" perkenalkan nama saya Albert perwakilan dari PT. Samudra Hindia." ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangan.


" saya Brian Alexander, ini Chris asisten saya dan wanita ini Salsa dia sekretaris saya." ucap Brian memperkenalkan Chris dan Salsa.


Albert mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, Chris menerima jabatan tangan tersebut sedangkan Salsa menangkupkan kedua tangannya di depan dada menolak bersentuhan tangan. Albert yang mengerti pun segera menurunkan tangannya.


" sebelum memulai pembahasan kerjasamanya, lebih baik kita memesan makan terlebih dahulu." Ucap Albert.


" oh ya itu benar. Pelayan!" Ucap Brian sembari mengangkat tangan memanggil pelayan. Tak berselang lama seorang pelayan pun menghampiri.


" ya tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut dengan sopan.


" kami mau memesan makan." ucap Brian. lalu pelayan tersebut memberikan buku menu kepada mereka berempat lalu menyiapkan kertas dan pulpen untuk mencatat pesanan.


" Saya memesan steak tenderloin dan minumnya jus alpukat tanpa gula." ucap Brian.


" Saya nasi dengan sapi lada hitam dan minumnya jus apel." Ucap Chris.


" Saya pesan steak juga dan minumnya jus pir." Ucap Albert.

__ADS_1


" Saya nasi capcay dan minumnya es teh." Ucap Salsa.


pelayan tersebut mencatat semua pesanan lalu meninggalkan meja tersebut. Mereka memulai pembahasan kerjasama, Albert memberikan proposal kerjasama kepada Brian.


" ini proposal kerjasamanya, silahkan di baca tuan." ucap Albert. Brian pun menerima berkas tersebut dan mulai membacanya.


" kami menawarkan kerjasama pengadaan material bahan bangunan. kami menawarkan dengan harga yang relatif murah namun kualitasnya sangat bagus tuan." ucap Albert.


" hmm sangat menarik." balas Brian.


Tak berselang lama pesanan mereka pun datang lalu mereka menghentikan sejenak pembahasan kerjasamanya. Suara adzan dzuhur dari ponsel Salsa oun berbunyi lalu ia pamit untuk melaksanakan shalat dzuhur.


" maaf taun saya permisi mau melaksanakan shalat dzuhur." ucap Salsa kepada Brian.


" oh sudah waktunya shalat, ayo kita shalat berjamaah saja." balas Brian.


setelah makan siang dilanjutkan kembali membahas kerjasama hingga tak terasa sudah dua jam dan mereka menyepakati kerjasama lalu menandatangani berkas kerjasama tersebut.


" terima kasih atas kerjasamanya, semoga kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik dan lancar." ucap Brian.


" ya tuan semoga saja." balas Albert. lalu mereka saling berjabat tangan dan meninggalkan cafe menuju pulang. mereka mengantarkan Chris pulang terlebih dahulu lalu pulang ke kediaman Alexander.


sesampainya di rumah, mereka segera menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan tak lupa melaksanakan shalat ashar. selesai mandi, Salsa keluar kamar lalu berjalan menuju dapur. Terlihat bi Yati sedang membersihkan dapur.


" bi, nyonya dimana?" tanya Salsa.

__ADS_1


" eh neng sudah pulang, nyonya ada di halaman belakang bersama tuan besar." ucap bi Yati.


" oh yasudah bi gapapa. hari ini kita masak apa bi untuk makan malam?" tanya Salsa.


" terserah neng Salsa saja mau masak apa." ucap bi Yati.


Salsa mulai berpikir masakan apa yang akan ia masak untuk malam ini. Ia pun mendapat ide untuk memasak soto ayam lamongan. kemudian Salsa segera mengeluarkan bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk memasak dari dalam kulkas, kemudian ia mulai sibuk memasak hingga tak terasa sudah satu jam lebih ia berkutat di dapur. Soto ayam, nasi, dan sambal pun sudah matang lalu ia membiarkannya di atas kompor agar nanti malam kuah sotonya bisa di panasin sehingga dapat menikmati soto ayam dalam keadaan masih panas.


selesai memasak, ia membuat teh panas dan getuk lalu membawanya ke halaman belakang agar bisa di nikmati bersama bu Santi.


" bu ayo di minum tehnya." ucap Salsa seraya meletakkan secangkir teh panas dan getuk di samping bu Santi.


" ehh nak Salsa sudah pulang, bagaimana hari pertama bekerja? apa kamu senang?" ucap bu Santi.


" Alhamdulillah bu semua lancar, anak-anak bagaimana bu? apa mereka rewel?." tanya Salsa.


"oh syukurlah kalau begitu. anak-anak gak ada yang rewel, mereka anteng semua di tinggal." balas bu Santi.


" maaf ya bu sudah merepotkan ibu untuk menjaga anak saya juga saat menjaga cucu ibu." ucap Salsa.


" tidak apa-apa nak ibu tidak masalah. malah ibu senang menjaga mereka ada yang menemani ibu di rumah saat suami dan anak ibu sibuk bekerja. mereka menjadi hiburan tersendiri untuk ibu. ibu juga sudah menganggap anak mu sebagai cucu ibu sendiri." balas bu Santi. Salsa yang mendengar perkataan bu Santi merasa terharu dan senang hingga tak sadar meneteskan air mata kebahagiaan.


" terima kasih ya bu. Salsa merasa senang bisa tinggal bersama ibu . Salsa jadi merasakan memiliki keluarga lagi." ucap Salsa.


" sudah jangan menangis, ibu juga merasa senang kamu tinggal disini." ucap bu Santi seraya menghapus air mata yang menetes di pipi Salsa. Tanpa mereka sadari sepang mata mendengar dan menyaksikan obrolan mereka berdua yang tak lain adalah Brian.

__ADS_1


# maafin author yang lambat update di karenakan masih mencari inspirasi untuk menulis


__ADS_2