IBU SUSU BABY ALAN

IBU SUSU BABY ALAN
24


__ADS_3

keesokan harinya Salsa bangun seperti biasanya saat adzan subuh berkumandang lalu bergegas melaksanakan sholat subuh dan membaca Al-Qur'an. setelah itu dia membangunkan putrinya dan mereka mandi bersama. salsa membiasakan sang putri untuk bangun pagi sejak dini. setelah mandi Salsa menikmati acara dakwah pagi di salah satu stasiun tv nasional yaitu trans tv sedangkan Annisa menonton tayangan anak islami yang ada di youtube yaitu nusa dan rara.


Salsa tidak pernah memberikan anaknya tayangan yang tidak bermoral seperti kartun si kuning yang tinggal di rumah nanas karena itu akan merusak moral anaknya. terkadang juga ia memutarkan video anak-anak yang mengaji. Sejak putrinya masih dalam kandungan, ia selalu mengaji atau memutar rekaman orang mengaji dari ponsel lalu ia memasangkan earphone di perutnya selama masa kehamilan dan terkadang ia juga membaca sholawat.


hal itu tetap ia lakukan saat Annisa sudah lahir bahkan baby Alan juga selama dia mengasuhnya tak pernah ia lewatkan untuk mengaji ataupun bersholawat. Saat menyusui, memandikan ataupun menidurkan dua bayi itu, Salsa selalu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan sholawat kepada mereka. Salsa selalu berbicara sopan dan lembut saat berbicara dengan orang yang lebih tua darinya ketika masih tinggal di kediaman keluarga Alexander dan ia melakukan di depan dua bayi itu. Hal itu ia lakukan agar anak-anak itu dapat menirunya dalam berbicara ataupun bertingkah.


seperti yang kita ketahui bahwa bayi itu bagaikan kertas putih yang bersih dan suci. jika kita salah dalam menggoreskan tinta di atas kertas maka dapat kita lihat betapa jeleknya lukisan ataupun gambar yang kita buat di kertas tersebut. begitu pula dengan bayi, jika anak-anak di ajarkan ataupun di beri contoh yang baik dalam keluarganya seperti berkata yang sopan kepada yang lebih tua, selalu mengucapkan kata ' maaf' saat berbuat salah, mengucapkan kata ' terima kasih' saat menerima kebaikan, memberi tanpa berharap akan di beri, menolong tanpa pamrih, ringan tangan terhadap sesama, selalu bersyukur atas apa yang kita miliki, mengajarkan anak untuk rajin dalam mengerjakan sholat tepat waktu danlain sebagainya niscaya kelak saat dia besar maka ia akan menjadi sosok yang berkepribadian yang baik. atau kita bisa mengajarkan anak mengikuti sifat teladan Rasulullah SAW.


di kediaman keluarga Al Luqman.


(saya ganti nama keluarga Alexander menjadi Al Luqman jadi Brian Alexander menjadi Muhammad Zain Al Luqman).


saat adzan berkumandang tadi, zain segera bangun lalu mengambil air wudhu dan berangkat menuju masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari perumahan tempat tinggalnya, ia berangkat bersama papanya. sedangkan mamanya sholat di mushola yang ada di rumahnya.


setelah pulang dari masjid, zain segera mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. selesai berpakaian, ia segera turun ke lantai bawah dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama orang tuanya. di ruang makan terlihat kedua orang tua dan putranya sudah duduk di kursi makan.


" selamat pagi, ma, pa, anak papa." ucap Zain.


" selamat pagi juga nak/papa." balas orang tua dan putranya bersamaan. lalu mereka mulai menikmati sarapan mereka bersama dengan tenang. lalu datanglah Adam sang asisten Zain. ( Chris saya ganti dengan Adam).


" assalamualaikum." ucap Adam.


" waalaikumsalam." balas mereka.


" eh nak adam sudah datang, ayo sarapan bersama." ucap papa Lathief. ( papa Alex saya ganti menjadi papa Latief Al Luqman).


" iya pa, saya sudah sarapan tadi sebelum kesini." Balas Adam.


" halo uncle Adam." ucap Alan. ( baby Alan namanya tetap ya karena sesuai dengan judul novelnya cuma saya tambahkan menjadi Muhammad Alan Al Luqman).


" hai juga jagoan uncle." balas Adam. akhirnya zain menyelesaikan sarapannya lalu bangkit dari duduknya dan siap untuk berangkat menuju kantornya.


" ma, pa, Zain berangkat sekarang ya." ucap Zain pada orang tuanya.


" iya nak hati-hati di jalan." ucap mama Santi.

__ADS_1


" papa, Alan ingin bertemu bunda.Alan kangen bunda dan adek ica." ucap Alan merengek.


" iya nak nanti siang kita kesana. Alan nanti minta tolong pak Budi untuk mengantar Alan ke kantor papa ya jadi bisa pergi ke rumah bunda bersama papa." ucap Zain.


" oke papa." balas Alan.


" yasudah papa berangkat ya, nak." ucap Zain.


" baik papa." balas Alan lagi.


" assalamualaikum." ucap Zain.


" waalaikumsalam." balas mereka.


Zain dan Adam segera keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. Adam langsung mengemudikan mobil menuju kantor. sesampainya di kantor, Zain langsung masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


" apa jadwal saya hari ini, dam?" tanya Zain pada Adam.


" hari ini kita akan pergi ke lokasi proyek yang sudah 50% rampung jam 10 tuan setelah itu tidak ada lagi." balas Adam.


" baik tuan." balas Adam lalu ia keluar dari ruangan Zain dan memasuki ruangannya sendiri. setelah Adam keluar , Zain segera berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya. sudah satu jam Zain berkutat dengan berkas di tangannya.


Di luar ruangan Zain,terlihat seorang pria berperawakan tinggi, berwajah tampan, memiliki brewok yang menambah kesan gagah dan berwajah khas orang arab. lalu ia menghampiri meja sekretaris zain.


" permisi mba." ucap pria tersebut. wanita tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara.


" ya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu.


" apa pak zainnya ada?" tanya pria itu.


" ada tuan di dalam."balas wanita itu lagi.


" tolong beritahukan kepada pak zain saya ingin bertemu." ucapnya lagi.


" apa tuan sudah membuat janji temu dengan tuan Zain?." tanya wanita itu.

__ADS_1


" belum mba." ucap pria itu.


" maaf tuan anda tidak boleh bertemu dengan tuan Zain jika belum membuat janji temu." ucap wanita itu lagi.


" bilang aja pada Zain dia mengenal saya." ucap pria tersebut.


" baik tuan akan saya coba tanyakan pada pak Zain." ucap wanita itu. lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruangan Zain dan mengetuk pintunya. saat asyik dengan berkas di tangannya, suara ketukan pintu membuyarkan keseriusannya


Tok..Tok..Tok


" masuk." ucap Zain. lalu masuk lah sang sekretaris.


" permisi tuan mengganggu." ucap sekretaris tersebut.


" ya ada apa?" tanya Zain.


" ini tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan." ucap sekretaris itu.


" siapa? apa sudah membuat janji dengan saya?" tanya zain lagi.


" dia belum buat janji tuan dan katanya tuan mengenalnya.' ucap sekretaris itu lagi.


" baiklah suruh saja dia masuk." ucap zain. lalu wanita keluar dan menghampiri pria tadi.


" tuan, pak Zain mempersilahkan anda masuk." ucap wanita itu.


" baik, terima kasih." ucap pria itu.


" sama-sama tuan." balas wanita itu. pria gagah itu segera berjalan menuju ruangan zain lalu ia membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut. di dalam ruangan ia melihat zain yang kembali membaca berkas di tangannya.


" assalualaikum, serius banget bos." ucap pria itu. Zain yang mendengar ucapan salam langsung membalas salam tersebut.


" waalaikumsalam." ucap Zain lalu ia menoleh ke sumber suara dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang ada di depannya itu.


# sekian dari author. jangan lupa like, komen dan share ya. dan dukung terus karya author.

__ADS_1


__ADS_2