
Tak lama datang lah dokter dan suster memasuki ruang rawat.
“ dokter putri saya sudah sadar, tolong di periksa.” Ucap bu Aida.
“ baik, mohon tunggu sebentar.” Balas dokter tersebut lalu dia memasang stetoskop di telinganya dan memeriksa keadaan Salsa, tak lama dokter tersebut selesai memeriksa Salsa.
“ bagaimana keadaan putri saya, dok?” Tanya bu Aida.
“ kondisi putri ibu sudah membaik dan hanya perlu pemulihan saja.” Balas dokter tersebut.
“ Alhamdulillah ya Allah.” Ucap bu Aida.
“ kapan saya boleh pulang dok?” Tanya Salsa.
“ dua hari lagi mba sudah boleh pulang.” Balas dokter itu.
“ baiklah dokter.” Ucap bu Aida.
“ kalau begitu saya pamit bu.” Ucap dokter tersebut.
“ oh iya, silahkan dokter.” Ucap bu Aida. Dokter tersebut keluar dari ruangan. Setelah dokter tersebut pergi, bu Aida mendekat kearah Salsa lalu memeluknya.
“ hiks hiks.” Bu Aida menangis sambil memeluk Salsa.
“ lohh ibu kenapa menangis?” Tanya Salsa.
“ karina putri umi, akhirnya kamu kembali nak.” Ucap bu Aida.
“ maaf bu nama saya Salsa bukan karina.” Ucap Salsa.
“ kamu karina anak umi dan abi, nak.” Ucap bu Aida.
“ apa kamu tidak ingat dengan umi dan abi, nak? Apa kamu tidak ingat dengan abang Raihan?” Tanya abi. Salsa hanya menggelengkan kepala.
“ coba kamu lihat hasil tes DNA ini nak.” Ucap pak Ammar sembari memberikan kertas hasil tes DNA.
Salsa menerimanya lalu dia membuka dan alangkah terkejutnya dia saat hasil tes tersebut menyatakan bahwa pak Ammar dan Salsa adalah 99,99% ayah dan anak. Tiba-tiba Salsa merasakan sakit kepala yang hebat.
“ auu..” ucap Salsa menjerit.
“ kamu kenapa nak?” Tanya bu Aida yang panic melihat Salsa kesakitan.
“ kepala saya sakit bu.” Balas Salsa hingga dia tak sadarkan diri.
“ karinaaa..” teriak bu Aida dan pak Ammar melihat Salsa yang pingsan lalu bu Aida memencet tombol panggilan untuk memanggil dokter kembali. Semua yang ada di dalam ruangan ikut panic melihat hal itu. Tak lama dokter masuk ke dalam ruangan.
“ dokter, tolong putri saya.” Ucap bu Aida.
__ADS_1
“ baik bu.” Balas dokter tersebut lalu memeriksa Salsa.
“ bagaimana, dok?” Tanya bu Aida saat dokter selesai memeriksa Salsa.
“ pasien hanya pingsan karena mengingat memori yang hilang. Usahakan untuk sementara pasien jangan mengingat apapun dengan keras karena jika terlalu memaksa akan sangat membahayakan pasien.” Jelas dokter.
“ lalu kapan anak saya akan sadar?” Tanya bu Aida.
“ pasien akan sadar sebentar lagi.” Balas dokter.
“ oh baik, dok.” Balas bu Aida.
“ kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan karena saya masih ada pasien yang lain.” Ucap dokter tersebut.
“ oh iya silahkan, dok.” Balas bu Aida. Dokter tersebut segera kembali ke ruangannya.
“ bagaimana, mba?” Tanya bu Santi.
“ Alhamdulillah tidak ada masalah. Salsa hanya pingsan karena terlalu keras mengingat memorinya.” Balas bu Aida.
“ Alhamdulillah jika begitu.” Ucap bu Santi. Bu Aida duduk di samping brangkar Salsa sedangkan bu Santi duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu bersama yang lainnya. Tak lama Salsa kembali sadar dari pingsannya.
“ eunghh air.” Ucap Salsa saat sadar lalu mencoba untuk duduk. Bu Aida yang ada di dekat Salsa langsung membantu Salsa duduk dan memberikan air minum yang ada di atas nakas, lalu di minum oleh Salsa.
“ sudah?” Tanya bu Aida.
“ iya sudah cukup.” Balas Salsa. Dia duduk sambil bersandar dan menatap semua orang yang ada di dalam ruangan. Lalu dia menatap bu Aida dengan serius.
“ apa kamu ingat dengan umi, nak?” Tanya bu Aida.
“ iya umi, karina sekarang sudah ingat. Hiks..hiks..hiks..” balas Salsa sambil terisak dan memeluk bu Aida.
“ Alhamdulillah jika kamu sudah ingat, nak.” Ucap bu Aida. Lalu Salsa melepaskan pelukannya.
“ abi… bang Rai…” ucap Salsa memanggil lalu pak Ammar dan Raihan menghampiri saat Salsa memanggil mereka.
“ karina putri abi, apa kamu sudah ingat dengan kami, nak?” Tanya pak Ammar.
“ iya abi karina ingat.” Balas Salsa.
“ karina, adik tersayang abang.” Ucap Raihan
“ abang, hiks…hiks..hiks..” ucap Salsa. Mereka berpelukan bersama dengan tangis bahagia bisa berkumpul kembali setelah dua puluh tahun berpisah. Zain dan keluarga ikut terharu melihat mereka.
“ apa yang terjadi? Kenapa Salsa ada di rumah sakit, umi?” Tanya Salsa yang bingung kenapa dia di rawat.
“ kamu di rawat karena menjadi korban tabrak lari dan kamu baru sadar dari koma, nak.” Balas bu Aida.
__ADS_1
“ berapa lama Salsa tidak sadarkan diri, umi?” Tanya Salsa.
“ sudah seminggu kamu koma, nak.” Balas bu Aida.
“ hah seminggu? Lalu bagaimana Annisa, umi? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Salsa saat tidak melihat Annisa di dalam ruangannya.
“ tenang, nak. Annisa tidak apa-apa, dia hanya tergores. Tidak ada luka parah.” Balas bu Aida.
“ Alhamdulillah kalau begitu, lalu dimana Annisa sekarang, umi? Kok dia tidak ada disini?” Tanya Salsa lagi.
“ Annisa ada di taman rumah sakit bermain dengan Alan dan di temani oleh babysitter.” Balas bu Aida.
“ oh baiklah.” Ucap Salsa merasa lega
“ apa kamu ingat apa yang terjadi padamu setelah kamu di culik dua puluh tahun yang lalu, nak?” Tanya bu Aida
“ hanya sedikit yang Salsa ingat, umi.” Balas Salsa.
“ tidak apa-apa nak, ceritakan saja yang kamu ingat.” Ucap bu Aida.
Flashback on.
Setelah membius karina hingga pingsan, penculik itu memasukkan karina ke dalam mobil.
“ halo, bos. Saya sudah mendapatkan target.” Ucap penculik itu saat menelepon seseorang.
“ bagus, segera bawa menuju alamat yang sudah aku kirimkan.” Balas orang yang di panggil bos.
“ baik, bos.” Balas pria itu lalu dia mengemudikan mobil menuju alamat yang di tuju. Setelah menempuh dua jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Pria itu membawa karina ke dalam sebuah gudang yang terbengkalai. Di dalam gudang terdapat seorang wanita yang telah menunggu kedatangan mereka.
“ sekarang kamu letakkan dia dalam ruangan itu dan mengurungnya di sana.” Ucap wanita yang terlihat masih muda itu.
“ baik nona.” Ucap pria tersebut lalu memasukkan karina ke dalam sebuah ruangan dan mengurung karina.
“ tugas saya sudah selesai, nona.” Ucap pria tersebut.
“ bagus, sekarang kamu boleh kembali. Bilang pada bos mu, sisa uangnya akan segera aku transfer.” Ucap wanita itu.
“ baik nona.” Balas pria itu lalu dia segera pergi.
“ heii kalian berdua kesini.” Ucap wanita itu memanggil dua orang pria berbadan besar.
“ iya nona.” Ucap dua pria itu.
“ kalian berdua jaga bocah yang ada di dalam ruangan itu jangan sampai dia kabur. Jangan sampai kalian lengah.” Ucap wanita tersebut.
“ baik nona.” Balas mereka. Setelah mendengar jawaban dua pria besar itu, wanita tersebut segera pergi.
__ADS_1
“ hahaha, rasakan lah penderitaan kamu, Ammar. Hahaha.” Ucap wanita itu sambil tertawa.
#sekian dari author jangan lupa like, komen dan share. Dukung terus karya author.