Idola Ku Suami Ku

Idola Ku Suami Ku
Bab 11


__ADS_3

"tapi kita masih sangat muda om, menikah kan butuh banyak hal yang di persiapkan" ucap levina menolak walaupun dalam hati kalau bisa sekarang menikah dengan jordan, ia akan melakukan nya tapi dia tak ingin ketahuan menyukai jordan. Gengsi nya masih terlalu tinggi untuk mengakui itu.


"iya pah, aku juga masih persiapan untuk debut. Bagaimana nanti tanggapan fans ku kalau tahu aku sudah menikah"


"kalian bertunangan saja dulu dan biar hanya keluarga dekat saja yang tahu. Bagaimana pendapat kamu? " ucap papah jordan


"aku setuju, bagaimana kita laksanakan dalam minggu ini?" ucap papah levina


Levina pun masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi hari. Rasa nya seperti hal yang tidak nyata. Memang tiap malam nya ia berdoa kepada Tuhan agar bisa menikah dengan Jordan tapi tak pernah menyangka bahwa ini akan menjadi kenyataan. Levina menatap Jordan yang tampak menunduk seperti memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba levina pun berbisik ke mamah nya kalau ingin ijin keluar restoran menghirup udara segar dan langsung meraih tangan jordan untuk mengajak nya keluar. Terlihat wajah kaget jordan yang tiba - tiba di tarik keluar oleh levina. Orang tua dari jordan makin merasa senang melihat itu.


"maaf ya aku narik kamu keluar" ucap levina saat mereka sudah diluar


"iya nggak apa, kamu mau bicara apa?"


"sebenarnya aku cuman pengen ngehirup udara diluar aja he he pasti tadi kamu kaget banget ya"

__ADS_1


"ah enggak kok"


"jadi gimana? kamu mau nerima di tunangin sama aku?"


"jujur aku belum siap, aku masih pengen mengejar impian ku dulu dan lagian kamu juga baru kenal hari ini sama aku pasti kamu juga nggak ada perasaan sama aku"


"andaikan kamu tahu, aku tuh udah lama banget suka sama kamu jordan" ucap levina dalam hati


"apa kita bilang kalau kita nolak pertunangan ini? " jawab levina yang padahal dalam hati nya kalau bisa pertunangan ini tetap ada sampai menikah kalau bisa


"ngomong - ngomong kamu sudah lama jadi trainee ?"


"cukup lumayan lama sih"


"kamu nggak kepikiran buat jadi penerus papah kamu?"


"aku belum bisa jawab itu karna aku masih ingin mengejar impian ku"

__ADS_1


"hmm ok ok"


"ngomong -ngomong kaya nya muka kamu nggak asing deh" ucap jordan yang membuat levina gugup takut ketahuan kalau ia salah satu fans jordan. Karna dulu jordan pernah mengadakan temu penggemar yang memang belum banyak untuk makan bersama di sebuah restoran


"mungkin kamu salah lihat orang. Muka aku emang pasaran soalnya ha ha ha" jawab ku berbohong sambil tertawa


"baru kali ini aku lihat orang yang mengaku punya wajah pasaran ha ha ha" jawab jordan sambil tertawa


"jordan kalau sekarang aku bisa meninggal, aku akan meninggal dengan damai. Bisa ngeliat kamu ketawa selepas ini sebuah hadiah banget buat aku" ucap levina dalam hati sambil menatap jordan


" kita masuk yuk, ntar kalau kelamaan di luar malah di gigitin nyamuk kita nya, belum lagi pasti orang tua kita mikir kita nya udah makin mesra kalau lama -lama di luar ha ha ha" ucap ku yang di jawab dengan tawa dan anggukan dari jordan


"oh iya, boleh minta nomor handphone kamu? biar aku tambahin di kontak aku" ucap jordan memberikan handphone nya dan aku pun langsung memasukkan nomor ku dan mengembalikan handphone nya. Jordan pun langsung menelepon nomor yang aku berikan dan membuat handphone ku langsung berdering


"ok udah masuk ya, itu nomor aku. Kalau ada apa -apa chat aja"ucap jordan


Sumpah ini beneran nyata kan ya? melihat nomor jordan seperti aku baru saja menang lotre milyaran rupiah. Cepat - cepat langsung aku simpan nomor nya dan memberi nama "suami ku" lalu aku pun menyusul jordan kembali masuk restoran.

__ADS_1


__ADS_2