Idola Ku Suami Ku

Idola Ku Suami Ku
Bab 74


__ADS_3

"itu ada remah - remah gitu" jawab ku


"oh ok" ucap nya singkat dan aku melanjutkan untuk membersih kan bibir nya dan seketika fokus ku langsung tertuju ke bibir Jordan dan membuat jantung ku tiba - tiba berdetak karna jarak kami yang lumayan dekat sambil tangan ku yang menyentuh bibir nya.


"dag dig dug" bunyi jantung ku yang berdetak tak beraturan


"le sadar, le sadar" ucap ku lagi dalam hati agar tidak terlarut dalam lamunan ku


"udah ?" tanya Jordan menyadar kan ku


"ah? oh iya" ucap ku lalu menjauh sambil mencoba menyembunyikan detak jantung ku yang masih berdetak sangat kencang dan pasti nya pipi ku pun sudah merah seperti kepiting rebus.


Aku pun hanya terdiam menatap lurus ke depan atau kadang melihat ke arah jalan agar menutupi wajah ku yang ku kira masih terlihat merona karna salah tingkah.


"le, kamu tau tempat nya villa nya dimana ? kaya nya kita bentar lagi sampai deh" ucap Jordan yang membuat ku menatap nya


"oh iya, bentar ya aku cek dulu" ucap ku lalu mengambil handphone ku


"muka kamu kenapa merah gitu le ?" tanya Jordan yang menyadari perubahan warna di pipi ku


"emang merah ya" ucap ku sambil memegang pipi ku


" iya aku liat, kamu kenapa? sakit" ucap Jordan yang lalu ingin mengarah kan tangan nya ke dahi ku untuk mengecek suhu badan ku


"nggak kok mungkin gara - gara tadi udara nya sempat panas maka nya gini" ucap ku lalu kemudian kembali mencoba untuk fokus mencari alamat villa yang akan kami pakai selama kami disana. Ku lihat sebenar nya Jordan masih ingin bertanya namun dia mengurung kan niat nya.


"kaya nya kita mesti belok kiri lalu lurus abis itu nanti villa nya ada di sebelah kanan" ucap ku sambil memandu Jordan yang di ikuti oleh Jordan


Tak berapa lama mulai terlihat sebuah villa di pinggir danau yang di kelilingi pepohonan pinus di sekitar nya yang mana membuat pemandangan di sekitar villa itu menjadi sangat indah dan yang paling membuat ku terpesona adalah betapa tenang nya suasana di sekitar villa karna aku benar - benar membutuhkan suasana yang tenang seperti ini.

__ADS_1


"tempat nya bagus banget ya ?" ucap ku sambil masih menatap takjub pemandangan yang ada


"iya bagus banget pemandangan nya disini" jawab Jordan sambil dia memarkir kan mobil di depan villa yang kami akan tinggali selama 1 malam.


Setelah mobil sudah benar-benar berhenti, akupun membangun kan mamah dan papah ku yang tertidur sepanjang perjalanan.


"mah pah, bangun udah nyampe nih" ucap ku sambil berusaha untuk membangun kan orang tua ku


Tak lama akhir nya mereka pun terbangun


"oh udah sampai ya?" ucap mamah ku sambil merenggangkan badan nya yang terasa kaku karna cukup lama tertidur dengan posisi duduk di kursi mobil dan papah ku sudah duluan membuka pintu di samping nya dan keluar dari mobil.


"wah tempat nya bagus juga ya pah" ucap mamah ku ketika sudah keluar dari mobil menyusul papah ku


"iya mah, nggak salah kan papah pilih tempat ini" ucap papah ku


"iya pah, levina seneng banget loh lihat pemandangan yang bagus kaya gini" ucap ku


"aku bantu ya" ucap ku ke Jordan


"mamah sama papah masuk aja duluan, biar aku sama Jordan bawain barang - barang kita" ucap ku lagi ke orang tua ku


Kemudian papah dan mamah ku pun masuk dan aku membantu Jordan untuk membawa barang - barang kami ke dalam villa. Sebenar nya baju yang kami bawa tidak banyak karna hanya menginap 1 malam cuma kami membawa banyak peralatan dan bahan - bahan masakan agar bisa kami santap saat menginap di villa.


Lumayan lah untuk bisa menghemat agar tidak banyak pengeluaran untuk makan dan makanan masakan sendiri juga lebih enak dan nikmat pikir ku.


Setelah mengeluarkan semua barang dari mobil, kami pun menaruh nya di ruang tengah villa. Ketika aku memasuki villa, aku di buat terkagum lagi karna interior nya yang terlihat sangat tradisional dan juga tidak membuat bosan kalau harus berdiam saja di dalam rumah.


Aku pun mulai berkeliling di dalam rumah dan mengecek kamar mana yang bisa ku pakai malam ini. Sampai akhir nya aku memutus kan untuk memakai kamar no 2 yang terlihat dekat dengan kamar mandi karna aku tau aku pasti akan keluar malam - malam karna kebelet untuk buang air kecil dan di villa ini hanya 1 kamar saja yang memiliki kamar mandi di dalam kamar dan kamar itu sudah di ambil oleh mamah dan papah ku.

__ADS_1


Jordan pun memilih kamar yang ingin dia pakai sambil membawa barang nya ke dalam kamar dan tak lupa Jordan juga membawa kan barang ku untuk di taruh di kamar dan tak lupa Jordan membawa kan barang papah dan mamah ku lalu menaruh nya di kamar mereka.


"Tampak seperti menantu idaman kan" ucap ku dalam hati sambil tersenyum


"kenapa senyum - senyum" ucap Jordan menyadar kan ku


"nggak kenapa - kenapa kok, emang pengen senyum aja"


"kamu nggak kesambet kan? masa baru datang udah kesambet aja"


"ih apaan sih Jordan, kesambet apaan juga? lagian rumah bagus gini mana mungkin ada penunggu nya"


" ya mana tau le, maka nya nanti malem kalau tidur jangan lupa doa dulu takut nya di ganggu" ucap Jordan menakuti ku


"Jordan ya nyebelin" ucap ku sambil memukul bahu nya pelan yang di jawab dengan tertawa oleh Jordan kemudian dia pergi setelah menakuti ku


"Jordan jangan tinggalin" ucap ku kemudian mengejar Jordan


" eh kenapa ini pada lari - lari ?" tanya mamah ku


"itu mah, si Jordan abis nakutin aku sama hal serem abis itu ninggalin aku sendiri. kan aku takut" adu ku


"emang di ceritain apa ?"


"masa kata nya disini ada penunggu nya jadi aku mesti hati - hati takut nya kesambet"


"ha ha ha ada ada aja kalian berdua, kamu nya aja terlalu penakut le. Lagian kalau emang ada penunggu nya kenapa mesti takut ? yang penting nggak macem - macem disini dan kita juga nggak ngerusakin apa - apa jadi ga mungkin di ganggu kita nya" ucap mamah ku yang membuat ku sedikit hilang rasa takut


"kalau gitu gimana kalau bantu mamah siapin makanan aja? mamah laper nih pengen makan" ucap mamah ku lagi

__ADS_1


"oke mah" ucap ku.


__ADS_2