Idola Ku Suami Ku

Idola Ku Suami Ku
BAB 75


__ADS_3

"kalau gitu gimana kalau bantu mamah siapin makanan aja? mamah laper nih pengen makan" ucap mama ku lagi


"oke mah" ucap ku.


Kemudian kami pun menuju dapur. Lalu aku mulai membantu mamah ku dengan menyiap kan bahan - bahan yang akan kami pakai untuk memasak.


Sambil menyiap kan bahan - bahan, ku lihat papah ku dan Jordan yang sedang di luar sedang sibuk mengumpul kan kayu untuk di buat perapian untuk api unggun. Melihat keakraban itu membuat ku tersenyum dan dalam hati bersyukur karna bisa memiliki pasangan yang sesuai sama yang aku harap kan.


Mulai dari Jordan yang adalah idola ku dan tiba - tiba jadi tunangan, sama orang tua juga saling kenal jadi nggak ada tuh backstreet kaya orang - orang biasa nya. Semua nya terasa sangat lancar dan mulus. Aku pun berharap semoga keadaan ini tetap lah seperti ini.


"mah lihat deh papah sama Jordan, akur ya? nggak kaya orang baru kenal udah kaya akrab gitu." ucap ku sambil menunjuk papah ku dan Jordan yang seperti nya sedang asik berbincang.


"iya le, papah kaya ketemu orang yang se frekuensi kaya nya" jawab mamah ku


Kami berdua pun tersenyum melihat papah ku dan Jordan dari jendela dan tak sengaja mata ku bertemu dengan Jordan. Kemudian dia membalas nya dari kejauhan dengan memberikan senyuman nya kepada ku yang mana membuat jantung ku berdetak tak karuan. Terlihat lebay ya ? tapi mau gimana lagi nama nya juga jatuh cinta sama idola sendiri jadi nya hal kecil saja udah bisa bikin aku nggak karuan.


Kembali fokus dengan masakan kami, aku mencuci sayur - sayuran yang dipakai untuk membuat capcay dan juga membantu mamah ku untuk memotong sayuran yang ada.


"mah, nih udah aku cuci dan udah aku potong - potong sayur nya. Lalu aku harus ngapain ?"


"ok sayang makasih, sekarang biar mamah yang masak sayur nya. Kamu bantuin mamah goreng ayam frozen yang ada kita bawa tadi aja"


"ok siap mah" ucap ku lalu menuju kulkas dan mengambil ayam yang sudah berbumbu.


Kemudian aku menyiapkan wajan untuk mamah ku pakai menumis dan wajan untuk aku menggoreng ayam.


Ketika aku sudah menaruh minyak goreng dan menghidupkan api, aku mulai dengan kuda - kuda ku agar tidak terciprat minyak goreng ketika memasukkan ayam frozen nya


"kamu ngapain gaya nya gitu ?" tanya mamah ku heran melihat tingkah ku sekarang

__ADS_1


"jaga-jaga aja mah biar nggak kecipratan minyak" ucap ku


"ada - ada aja kamu, kaya kamu baru pertama kali masak aja"


"tetep aja mah, aku masih belum berteman sama minyak goreng yang panas"


Ketika ku rasa minyak sudah panas, aku pun memasukkan ayam menggunakan spatula ke dalam wajan berisi minyak goreng dan ayam nya pun tenggelam dengan indah nya di wajan .


Sambil menunggu ayam nya masak, aku pun sambil melihat mamah ku yang sedang menumis sayuran dan sambil bertanya apa saja bumbu yang di pakai. Tak terasa ayam goreng ku pun sudah jadi dan aku menaruh nya di piring. Kemudian membawa nya keluar ke tempat yang di sediakan oleh Jordan dan papah di halaman belakang.


"jangan di cemilin ya ayam nya" ucap ku memperingati dengan nada bercanda lalu kembali ke dapur dan mengecek nasi yang ada di rice cooker apa sudah masak atau belum.


Ketika nasi sudah masak dan mamah ku pun sudah selesai dengan tumisan sayur nya. Kami pun membawa semua nya ke halaman belakang untuk makan bersama sambil melihat pemandangan danau yang terlihat dekat dari halaman belakang.


Kami pun sangat menikmati makanan kami, walaupun mungkin terlihat sederhana tapi karna di makan bersama sambil melihat pemandangan yang indah membuat semua nya terlihat sempurna.


Di sela makan tak lupa celotehan dan candaan yang keluar dari masing-masing kami yang mana membuat suasana semakin terasa hangat.


"masih muda gini mah, masa udah di bilang tua" ucap papah ku protes


"loh siapa yang bilang tua pah ? kan mamah cuman bilang udah umur" jawab mamah dengan nada bercanda


"iya sama aja itu" jawab papah ku lagi


Aku dan Jordan hanya tersenyum melihat tingkah laku orang tua ku dan aku menyuruh mereka untuk segera istirahat daripada yang awal nya becanda tiba - tiba bisa jadi perang kalau di lanjutkan terus.


"udah sekarang mamah dan papah istirahat aja biar aku sama Jordan beres - beres" ucap ku


Lalu aku dan Jordan mulai mengumpulkan piring - piring dan mengumpulkan menjadi satu. Namun ketika aku ingin membawa piringnya, Jordan pun menghentikan ku

__ADS_1


"kamu nunggu di dapur aja biar aku yang bawain piring dan alat lain nya kesana"


"oke deh" ucap ku lalu meninggalkan Jordan dan menunggu di depan wastafel


Tak lama Jordan muncul dengan semua peralatan makan kami tadi dan langsung menaruh di wastafel. Lalu aku pun mengambil alih dengan menyabuni setiap piring, sendok dan peralatan yang lain nya yang kami pakai untuk makan tadi.


"sini aku bantuin bilas" ucap Jordan yang ternyata sudah berdiri di samping ku


Di saat kami berdua saling berdiri bersampingan dan tanpa jarak sedikit pun membuat ku kadang merasa salah tingkah. Apalagi kalau tidak sengaja bahu kami saling bersentuhan membuat ku makin salah tingkah dan kesenangan.


"kamu kenapa senyum - senyum gitu" tanya Jordan yang ternyata memperhatikan tingkah dan ekspresi ku


"hah masa aku senyum - senyum ? perasaan biasa aja" ucap ku mengelak


"iya tau, nih sekarang malah merah pipi nya" ucap nya lagi yang membuat ku otomatis memegang pipi ku


Namun saat aku memegang pipi ku, aku tidak sadar kalau ternyata tangan ku masih penuh dengan busa sabun cuci piring yang mana membuat Jordan tertawa


"kamu kenapa ketawa ?" ucap ku bingung


"itu tuh di pipi kamu penuh sama busa sabun" ucap nya masih tertawa


"masa" ucap ku ingin memegang dengan tangan yang sama masih penuh dengan busa namun Jordan menghentikan tangan ku


"masih aja kamu mau bersihin pakai tangan kamu yang masih ada busa nya. Bentar aku aja yang bersihin" ucap nya lalu mencari tisu untuk membersihkan wajah ku dari busa sabun


Ketika Jordan sudah menemukan tisu untuk membersihkan wajah ku dan Jordan langsung mengelap wajah ku lembut yang mana makin membuat detak jantung ku tidak karuan karna jarak kami yang sangat dekat .


Melihat dengan secara dekat mata Jordan, alis, hidung nya dan sampai pandangan ku jatuh ke bibir nya yang terlihat sangat menarik membuat ku rasa nya ingin mencium bibir nya .

__ADS_1


******************************


Akhirnya setelah sekian lama tidak ada update baru akhirnya bisa update lagi. Mohon maaf untuk setiap pembaca yang mungkin sudah menunggu terlalu lama cerita ini dan mungkin karna saking lama nya jadi lupa sama alur cerita nya. Karna akhir - akhir ini sedang lumayan sibuk dengan pekerjaan jadi kadang aku bisa stuck dengan cerita apa yang harus aku masukkan dalam novel yang akhirnya membuat tertunda untuk update tapi aku berterimakasih untuk setiap pembaca yang masih setia dengan cerita kehaluan ku ini. Semoga aku juga bisa update lebih sering dan semoga pembaca di beri kesehatan selalu ya


__ADS_2