
"ya udah nih pisau nya, yang hati - hati potong sayur nya"
Tak berapa lama setelah jordan bilang untuk hati - hati tangan ku malah teriris sedikit saat memotong wortel
"aww" rintih ku berusaha untuk tidak terdengar ternyata tetap di dengar oleh jordan
"kenapa le" ucap jordan khawatir dan langsung melihat jari ku yang teriris sedikit
"nggak apa - apa kok ini wajar aja" ucap ku berusaha menenangkan nya
"kok bisa sampai ke iris gini sih ?" ucap nya makin khawatir
"nggak usah panik jordan ini tinggal aku alirin di bawah air udah baik - baik aja kok" ucap ku lalu menuju wastafel dan membiar kan air mengalir di atas jari ku
"sakit nggak ?" tanya jordan lagi
"nggak kok, liat ni baik - baik aja kan" ucap ku meyakinkan nya kalau aku baik - baik saja
"udah, kamu nggak usah bantu iris - iris deh"
"duh jordan ini nggak apa - apa kok, kamu kok panik banget" ucap ku gemas melihat tingkah nya
"aku khawatir kalau kamu sampai luka lagi" ucap nya yang membuat aku makin jatuh cinta dengan kekhawatiran nya
"udah tenang aja, sini aku bantu lagi. Gara - gara ini jadi nggak cepat selesai kan kita masak nya" ucap ku lalu mengambil pisau dan mulai memotong dengan rapi. Namun tak kusadari ternyata jordan mengawasi ku agar aku tidak melukai diri ku lagi.
"akhirnya udah, lalu apa lagi nih yang bisa aku bantu ?" tanya ku pada jordan
"bantuin aku goreng ayam nya ya, kamu bisa kan ?"
"ok siap chef"
"hati - hati sama minyak nya"
"iya iya tenang" ucap ku yang lalu mulai menuangkan minyak ke atas wajan dan mulai menghidupkan kompor dengan api yang sedang.
Di saat aku rasa minyak nya sudah panas aku mulai memasuk kan satu persatu ayam yang sudah di bumbui oleh jordan dan di balut oleh tepung ke dalam wajan.
__ADS_1
"nanti kalau sudah golden brown di taruh di piring ini ya ayam nya" ucap jordan yang memberi ku piring dengan tisu di atas nya untuk menyerap minyak dari ayam goreng.
Sambil menunggu aku pun melihat apa yang sedang di lakukan jordan. Ku lihat dia yang sedang serius untuk mencampur beberapa bahan dan juga menyiapkan saus yang akan dicampur dengan koloke nanti.
Melihat nya membuat ku ingin mengabadi kan momen yang ada. Aku langsung mengambil handphone yang ada di kantong celana ku dan mulai memotret jordan dari belakang dan aku juga mengambil foto selfie dengan jordan yang sedang serius dengan masakan nya.
Tanpa aku sadari ternyata jordan hanya pura - pura serius dan tidak tau kalau aku mengambil foto nya. Jadi ketika aku sedang mengecek foto yang aku ambil tiba - tiba jordan muncul di depan ku dan mengambil handphone ku
"jordan balikin handphone aku"
"emang lagi liatin apa sih serius amat" ucap nya sambil mengangkat handphone ku tinggi - tinggi agar aku kesusahan mengambil nya
"jordan balikin nggak"
"nggak mau tuh" ucap nya semakin menaik kan tangan nya
"please balikin dong" ucap ku memohon sambil terus berusaha mengambil handphone ku karna kalau sampai jordan melihat isi galeri ku maka di situ juga identitas sebagai fans ku akan terbongkar
Aku pun terus berusaha untuk mengambil handphone ku sambil melompat karna badan jordan yang lumayan tinggi sampai akhir nya tragedi pun terjadi.
Bibir kami tidak sengaja tersentuh dan di situ pikiran ku langsung kosong dan tidak mampu berpikir. Begitu pula dengan jordan yang tiba - tiba diam membeku tanpa kata.
Kami pun tiba - tiba merasa canggung dan aku tiba - tiba menyeletuk agar menghentikan kecanggungan yang ada
"ayam nya kaya udah masak deh" ucap ku lalu menuju wajan
"ahh iya, ini capcay juga udah siap buat bahan nya" ucap jordan yang akhir nya tersadar
"le apaan tadi? sumpah malu banget gue" ucap ku dalam hati sambil mengangkat ayam yang telah masak dan memasuk kan ayam yang lain lagi untuk di goreng
Jordan pun sudah mengambil alih di samping ku untuk memasak capcay. Ia mulai menaruh wajan untuk menumis capcay dan tak lupa menaruh sedikit minyak di atas nya. Kemudian jordan mulai memasukkan bawang kemudian dia menumis nya sampai harum kemudian memasukkan bahan yang lain untuk di tumis.
"wanita mana yang nggak terpesona sama cowok yang udah ganteng, suara bagus, perhatian sama cewek, habis itu bisa masak" pikir ku sambil melihat jordan
Tak lupa aku tetap melanjut kan menggoreng ayam yang akan di buat koloke nanti. Sampai pada akhir nya semua ayam pun selesai di goreng dan aku langsung mematikan api karna sudah selesai
"aku udah selesai nih goreng nya" ucap ku dengan jordan
__ADS_1
" oh ya udah, ayam nya kalau udah kepindah minyak nya di tisu pindahin aja le ke piring yang lain biar aku masak saus nya" ucap nya
"capcay nya udah masak ?" tanya ku
"tinggal dikit lagi masak sih ini" ucap sambil merasa apa rasa nya sudah pas
"aku mau coba rasa nya dong" ucap ku lalu menghampiri jordan dan jordan pun memberi ku sendok untuk mencobai rasa nya
"kaya nya udah pas kok ini rasa nya"
"ok sip tinggal tunggu sayur nya masak dikit habis itu udah bisa di makan"
"mangkok kamu dimana biar aku siapin"
"itu di rak lemari bawah" tunjuk nya
"permisi ya, aku ambil mangkok dulu" ucap ku dan jordan pun menyingkir
"le mau cobain juga yang saus koloke nya?"
"mana ?"
"nih cobain udah pas atau belum" ucap jordan sambil menyuapi ku karna aku sedang memegang mangkok
"hmm udah pas kok, rasa nya udah mantap" ucap ku pada jordan
"ok kalau gitu masakan kita hari udah sukses" ucap jordan bangga
"sini le mangkok nya biar aku tuangin sayur capcay nya" ucap jordan meminta mangkok yang aku pegang
"nih mangkok nya"
"thank you" ucap jordan lalu memasukkan sayur yang sudah di masak nya ke dalam mangkok
Aku pun membantu dengan memasukkan saus koloke di mangkok yang agak lebih kecil dan menata meja makan dengan piring, gelas, alat makan dan ayam yang sudah aku goreng tadi beserta dengan saus nya. Tak lupa juga aku menyendok nasi untuk kami berdua dan mengisi air di dalam teko.
Tiba - tiba ada suara yang muncul dari luar
__ADS_1
"Kok kayanya ada bau yang enak nih"