
Setelah kami rasa cukup untuk mengisi perut kami akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali ke asrama untuk beristirahat.
Setelah sampai di asrama masing - masing, kami pun berpisah dan masuk ke kamar masing - masing. Di saat ku masuk, aku lihat kamar ku yang sepi dan kecil berbanding terbalik dengan kamar ku yang biasa aku tempati di rumah. Iya, aku memutuskan untuk tinggal di asrama karna aku ingin berusaha sendiri tanpa bantuan orang tua dan juga aku tak ingin orang - orang tau bahwa aku adalah anak dari orang kaya.
Lalu aku pun memutuskan untuk membersihkan badan ku yang agak lengket sehabis latihan. Terpampang jelas badan ku yang bidang dan berotot di depan cermin saat aku membuka baju yang mungkin akan membuat para wanita berteriak ataupun jatuh pingsan apabila melihat nya.
Selesai mandi aku pun memutuskan untuk menonton ulang video yang aku buat saat latihan sambil mempelajari apa saja yang masih kurang dari gerakan ku.
Sebenarnya selain seorang trainee akupun melakukan pekerjaan lain seperti model dan juga membuat cover song di akun youtube yang membuat aku banyak di kenal oleh banyak orang. Namun keinginan terbesar ku tetap ingin menjadi seorang idol dan bisa debut bersama teman - teman yang saat ini juga berjuang dengan ku.
Tiba - tiba handphone ku pun bergetar, tanda masuk dari mamah ku.
"iya mah ?"
"kamu apa kabar? nggak kepengen pulang jengukin mamah sama papah?" tanya mamah
"aku lagi sering latihan sekarang mah biar cepat debut"
"sabtu ini kita makan bareng ya, kamu udah lama banget ga pulang padahal kita masih di kota yang sama tapi udah kaya beda dunia aja cuman bisa dengar kamu lewat telepon"
"ha ha ha beda dunia? emang aku mahluk gaib mah?" jawab ku bercanda
"abis nya tiap kali di suruh pulang bilang nya latihan kalau mamah ajak ketemu di luar bilang nya ada kegiatan bla bla mamah kan ngerasa kamu kaya ga satu dunia aja sama mamah" jawab mamah kesal
" iya iya kali ini aku bakal nemanin mamah ku yang tercinta makan bareng"
"nah gitu dong nurut kalau jadi anak"
"duh iya mamah ku sayang ha ha ha. Papah ikut juga mah?"
__ADS_1
" iya dong. Papah kamu tuh orang yang paling khawatir tentang kamu sampai kadang mamah aja di anggurin"
"unch unch kacian nya mamah ku" jawab ku dengan suara sok imut dan kekanakan
"ya udah nanti mamah info lagi ya restoran nya dimana. Kita nanti makan jam 7 ya"
"oke siap mah"ucap ku mengakhiri perbincangan kami lewat telepon.
Lalu aku melanjutkan melihat video ku lagi. Ketika aku melihat jam sudah di angka 1 subuh akhirnya aku memutuskan untuk tidur agar besok bisa bersiap untuk pemotretan majalah.
Keesokan hari nya, aku terbangun dan melihat jam sudah 7 pagi dan saat nya aku harus bersiap - siap untuk pergi ke pemotretan di jam setengah 9 pagi.
Aku pun langsung beranjak untuk mandi dan setelah nya memasak sarapan seadanya agar tidak terlambat. Manager ku pun menelepon untuk mengecek apa aku sudah bangun atau belum dan ketika dia telah tahu aku sudah bangun dia pun menyuruh untuk ke kantor agensi agar bisa berangkat ke tempat pemotretan.
Aku pun memilih menaiki ojek online untuk menuju kantor dan untung nya jalanan pun sedang sepi jadi aku tidak akan terjebak lama di jalan.
Pemotretan pun berjalan lancar dan saat nya kami pun kembali. Di saat perjalanan manager ku pun bertanya bagaimana pendapat ku apabila seterusnya menjadi model.
"jordan kenapa kamu tidak ingin serius di dunia modelling? siapa tau mungkin kamu habis ini juga bisa jadi aktor karna banyak orang yang telah mengakui bakat mu"
"aku masih ingin jadi idol kak, mungkin modelling menjadi salah satu kesukaan ku tapi aku ingin impian ku menjadi idol terwujud"
"baiklah kalau itu keinginan mu"
Sepanjang perjalanan terbesit pikiran ku ingin menyerah menjadi idol karna sampai saat ini tidak ada kejelasan namun aku menguatkan diri ku lagi untuk tidak pantang menyerah dalam mewujudkan impian.
Hari sabtu pun tiba, mamah sudah mengirimkan alamat restoran tempat kami makan malam. Aku pun mulai bersiap - siap dengan baju semi formal.
Sesampai nya aku disana langsung aku melihat mamah ku yang melambaikan tangan nya.
__ADS_1
"akhirnya mamah liat anak mamah ini" ucap mamah ku
"perasaan anak mamah juga ada yang di luar negri tapi ga gini juga"
"itu kan beda, kalau aureen kakak kamu itu suka jengukin mamah sama papah"
"iya deh ngalah aku"
"gimana kamu? udah ada tanda-tanda debut?" tanya papah
"belum pah, doakan ya mah pah buat aku"
"iya kita selalu doain kamu kok"
"oh iya pah, ini ada yang makan bareng juga sama kita? kok ada tambahan kursi?"
"iya tadi papah ngundang teman papah sama keluarga nya soalnya udah lama nggak ketemu"
"oh gitu"
Tiba - tiba datang sepasang keluarga yang membawa 1 orang anak perempuan. Kulihat dia dari jauh dan muka nya ku amati namun tidak terlalu jelas karna dia yang menunduk.
"Hai Travis, akhirnya kita bertemu juga" ucap papah ku menyapa teman nya dan di sambut mamah ku.
"Hai Hardin, perkenal kan ini istriku dan anak ku levina"
"salam kenal, ini istriku dan anak ku jordan" ucap papah ku dan aku pun langsung menyalami teman papah dan istrinya namun berhenti ketika melihat muka anak nya yang dari tadi menunduk dan tiba - tiba seperti terkaget melihat wajah ku
"hai jordan" ucapku ramah namun tak ada jawaban dari nya jadi aku pun menurunkan tangan ku
__ADS_1