Idola Ku Suami Ku

Idola Ku Suami Ku
Bab 12. Mimpi menjadi nyata


__ADS_3

Kami pun kembali ke dalam dan ternyata makanan kami pun sudah tiba. Lalu kami pun mulai menyantap makanan yang telah kami pesan.


"jadi apa kalian telah merundingkan masalah pertunangan tadi ?" tanya papah jordan


"kami akan melakukan nya" ucap jordan yang di tatap kaget oleh ku


"baiklah kalau begitu, minggu ini kita akan melaksanakan pertunangan nya"


"tapi ini hanya keluarga terdekat saja kan yang di undang ? aku tak bisa membuat banyak orang tau akan hal ini"


"kamu tenang saja, papah akan mengundang keluarga terdekat saja dan papah pastikan mereka juga tidak akan menyebarkan nya"


"akhirnya aku sebentar lagi akan punya anak perempuan lagi" ucap mamah jordan


"oh kalian memang nya punya anak perempuan ?" tanya mamah levina


"iya, tapi dia sedang kuliah di luar negri makanya aku suka merasa sangat kesepian karna tidak ada yang bisa menemani saat keluar" ucap mamah jordan


"habis ini kita bisa pergi bersama dengan levina juga kalau tidak sibuk. nanti kamu bisa hubungi aku" ucap mamah levina

__ADS_1


"wah aku sungguh bahagia. memikirkan nya saja membuat ku senang"


Makan malam itu pun akhirnya berakhir dan tiba saat nya mereka pun harus berpisah ke rumah masing - masing. Levina dan keluarga nya pun berpamitan dengan keluarga jordan.


Di dalam mobil saat perjalanan pulang, levina tak henti - hentinya tersenyum karna pertemuan nya malam ini dengan jordan dan kelakuan levina pun dilihat oleh mamah nya.


"pah liat tuh anak kita kayanya dia senang banget bisa tunangan sama idola nya" ucap mamah levina


"loh, emang jordan idola nya levina ?" tanya papah nya kaget


"masa papah lupa ada foto - foto, poster di dinding kan semua nya wajah jordan"


"apaan sih papah sama mamah jadi malu kan levina" ucap levina sambil tersipu malu


"nanti buat acara nya kamu pakai baju yang ada di butik mamah atau mau cari yang lain ? "


"pakai yang ada di butik mamah aja, dekor nya nanti kita simple aja ya mah"


"ok siap sayang"

__ADS_1


"mah, levina beneran nggak mimpi kan ? levina masih nggak percaya nih. papah kok bisa temenan sama papah nya jordan sih? kok aku gak pernah tau"


"dulu waktu muda kita itu sohib banget, kemana - kemana berdua kalau ada masalah kita akan saling bantu. makanya bisa sedekat itu cuman waktu kuliah kita akhirnya kepisah makanya kontak nya aja papah nggak punya" cerita papah nya


"oh gitu cerita nya"


"makanya kamu berterimakasih lah sama papah kamu ini"


"iya iya. levina makin sayang deh sama papah" ucap levina sambil memeluk papah nya dari belakang


"oh papah aja nih yang di sayang ?" ucap mamah levina pura - pura cemburu


"ha ha ha sini sini mamah ku sayang" ucap levina sambil mencium pipi kedua orang tua nya


Sampai di rumah, levina pun langsung pergi menuju kamar nya dan tak lupa untuk mencuci muka, menyikat gigi dan mengganti baju.


Setelah selesai, levina pun menuju tempat tidur dan merebahkan diri nya. Kemudian levina melihat poster yang ada di dinding nya sambil berbicara sendiri.


"jordan ini beneran kan bukan mimpi ? aku emang berharap bisa nikah sama kamu tapi nggak pernah terpikirkan kalau sebentar lagi khayalan aku itu menjadi kenyataan"

__ADS_1


Levina pun hanya bisa tersenyum dan kadang tertawa karna masih tidak percaya. Namun hari pun semakin larut dan levina pun mulai mengantuk sehingga ia pun memutuskan untuk tidur


__ADS_2