
Keesokan pagi nya Levina terbangun karna alarm nya yang berbunyi tanda dia harus siap - siap untuk pergi ke kampus.
Levina pun mematikan alarm di handphone nya dan melihat jam kalau waktu untuk dia bersiap - siap masih banyak.
Kemudian dia menelpon Jordan untuk meminta tolong mengantar kan nya ke kampus. Cukup lama Levina menunggu Jordan untuk mengangkat telpon nya dan akhir nya Jordan mengangkat telpon dari Levina
"halo" jawab nya dengan suara serak khas orang baru saja bangun
"nanti bisa antar aku ke kampus ?" tanya ku
"kamu masuk kampus jam berapa ?" tanya nya
"jam 9 pagi kok, ini masih jam 6 pagi jadi kamu nggak usah buru - buru"ucap ku
"ok nanti aku kabarin kalau aku mau kesana"
"ok siap. thank you ya" ucap ku kemudian mengakhiri telpon kami
Namun sebelum beranjak dari tempat tidur, aku merasakan ada hal yang janggal.
"bentar deh, kemarin aku kan tidur tuh di mobil nya Jordan lalu siapa yang bawa aku sampai ke kamar ya ?" ucap ku berbicara sendiri
"ah nanti nanya mamah aja deh siapa yang bawa aku mending aku mandi dulu" ucap ku lagi dan masuk ke kamar mandi
Setelah selesai mandi aku langsung mencari baju yang akan aku pakai ke kampus dan memakai lipstik dengan warna natural dan menyemprot kan parfum ke tubuh ku. Kemudian mengambil tas ku yang sudah aku masuk kan dompet, handphone, buku tulis dan peralatan tulis ku lalu aku pun turun ke bawah untuk sarapan
"pagi mah pah" ucap ku pada mamah dan papah ku yang sudah duduk untuk sarapan
"pagi sayang" ucap mereka
Sambil aku duduk, makanan pun di hidangkan oleh ibu yang telah menjadi pembantu di rumah kami sejak aku masih kecil. Setelah selesai di hidang kan pembantu ku pun pergi ke belakang dan tak lupa aku mengucap kan terima kasih pada nya.
Di saat makan, aku pun bertanya pada mamah siapa yang membawa ku sampai ke kamar karna seingat ku kemarin seperti nya aku ketiduran di mobil Jordan.
"oh iya mah, kemarin Levina siapa yang ngangkat sampai ke tempat tidur ?" tanya ku
"kamu nggak ingat le ?" tanya mamah lagi dan sambil tersenyum
"nggak mah, kaya nya aku udah lelap banget tidur nya sampai nggak sadar kalau udah pindah tempat"
__ADS_1
"kemarin itu Jordan yang gendong kamu ke kamar" ucap papah
"oh Jordan aku kirain papah yang angkat" ucap ku santai tapi ada sesuatu yang seperti nya terlewat seperti ada yang salah
"bentar deh kaya nya ada sesuatu yang salah deh ini, apa ya " batin ku dan akhir nya membuat ku teringat sesuatu,
"ASTAGA" ucap ku keras yang membuat mamah dan papah ku terkejut
"kamu kenapa le ? bikin mamah dan papah kaget aja" ucap mamah ku sambil mengelus dada nya
"iya nih kamu kenapa sih tiba - tiba bikin kaget gitu" ucap papah ku lagi
"itu Jordan beneran yang ngantar Levina sampai kamar ?" tanya ku lagi memastikan
"iya beneran" jawab mamah ku
"duh kenapa nggak papah aja sih yang gendong levina" ucap ku lagi
"papah ini udah nggak muda lagi le, masa kamu nyuruh papah gendong kamu. Yang ada pinggang papah retak gara - gara nggak kuat gendong kamu" jawab papah ku sambil bercanda
"emang kenapa sih ?" tanya mamah ku lagi
"emang rahasia apa ?" ucap mamah ku masih belum sadar apa yang aku maksud
"aduh mah, itu loh yang di kamar nya Levina kan banyak banget tuh foto yang tidak bukan foto - foto nya Jordan" ucap ku akhir nya
"oh gitu doang, ya nggak apa - apa lah le. Nanti kan dia juga pasti tau kalau kamu itu fans berat nya dia" ucap papah ku santai
"ih tapi masalah nya kan Levina belum cerita sama Jordan secara langsung tentang rahasia nya Levina ini" ucap ku sambil menutup muka ku karna malu
"ya mungkin itu jalan nya Tuhan biar Jordan tau" ucap mamah ku lagi
"Levina malu banget, mana nanti yang jemput ke kampus Jordan. Mesti gimana nih Levina nya ?"
"ya biasa aja le" ucap mamah ku
"biasa kaya gimana mah ? pasti bakal canggung gitu nanti" ucap ku lagi
"bisa kok bisa, malah bagus kan kalau Jordan tau kamu suka sama dia jadi hubungan kalian makin erat dan Jordan juga makin cepat juga suka nya sama kamu" ucap papah ku menyemangati
__ADS_1
"hmm" jawab ku dengan menarik nafas yang panjang
"semoga aja nanti ketemu Jordan nggak bakal canggung" doa ku dalam hati
Ku lihat jam tangan ku yang menunjuk kan kalau aku harus berangkat ke kampus sebentar lagi agar tidak terlambat sampai kampus.
Handphone ku pun berbunyi tanda ada pesan yang masuk dan benar tebakan ku kalau itu adalah dari Jordan
"aku udah di depan ya" ketik nya
"nggak mau masuk dulu ? sarapan bareng" balas ku
"aku nunggu di depan aja, titip salam aja sama om dan tante" balas nya lagi
Aku pun memasuk kan handphone ku ke dalam tas dan menaruh piring dan gelas yang sudah aku pakai ke dapur dan langsung mencuci nya.
"mah pah, Levina pergi ke kampus dulu ya" pamit ku
"hati - hati ya le, jangan lupa kamu undang teman - teman kamu buat datang acara pertunangan kamu besok" ucap mamah mengingat kan
"ok siap mah nanti aku infoin lagi ke mereka" ucap ku sambil melambaikan tangan kemudian keluar rumah
Di depan, pintu pagar pun sudah terbuka oleh supir papah yang melihat aku baru saja keluar rumah
"makasih pak" ucap ku dan di jawab senyuman oleh supir papah ku
Setelah ku lihat mobil Jordan yang sudah terparkir depan rumah ku, aku pun menarik nafas agar menghilang kan kegugupan ku dan berusaha untuk terlihat biasa - biasa saja.
"hai, udah lama nunggu nya ?" ucap ku basa basi
"nggak kok baru aja" jawab nya yang kemudian menghidup kan mobil dan menjalankan nya
"tadi udah makan di rumah ?" tanya ku lagi
"udah kok tadi makan sereal" jawab nya
"oh gitu" jawab ku dan kemudian seketika otak menjadi tidak bisa berpikir untuk membahas apa lagi dengan Jordan karna otak ku yang masih mengingat kalau Jordan sudah tau rahasia ku kalau aku sebenar nya fans nya.
Namun yang membuat aku heran adalah kenapa Jordan nggak mengungkit tentang itu. Padahal biasa Jordan pasti akan mengusili ku.
__ADS_1
"sebenar nya Jordan liat nggak sih isi kamar aku" ucap ku dalam hati