
Selama perjalanan pulang kami banyak sekali berbicara dan kadang ada membully satu sama lain sehingga selama perjalanan tidak terasa sepi sampai akhirnya jordan memulai topik yang berbeda
"le" panggil jordan yang sambil tetap fokus menyetir
"iya ?" jawab ku
"perasaan lo sekarang gimana?" tanya Jordan yang membuat levina bingung
"maksud nya ?" tanya ku bingung
"iya, perasaan lo ke gue" jawab jordan yang membuat jantung levina jadi berdebar - debar
"astaga kenapa jordan tiba - tiba nanya gitu sih, kan gue pengen jujur kalau gue udah suka dia dari lama" ucap ku dalam hati
"kok tiba - tiba nanya gitu" ucap ku sambil berusaha menetral kan jantung ku
"lu kaget ya ? he he he tapi ini udah gue pikirin dari lama"
"apaan sampe di pikirin gitu ?"
__ADS_1
"ya lo tau kan kalo kita di jodohin dan bentar lagi kita tunangan dan selama gue kenal dan dekat sama lo gue ngerasain hal yang berbeda tentang lo" ucap jordan makin membuat jantung ku tak karuan
"apa nya yang beda ?" tanya ku sambil berusaha tetap tenang yang walaupun hati ga bisa bohong gue berharap lebih dari ucapan jordan kali ini
"jangan - jangan jordan udah mulai suka sama gue" ucap ku lagi dalam hati sambil menahan suara ingin berteriak karna saking senang nya dengan pemikiran ku
"ya beda, gue ngerasa nyaman deket lo tapi gue masih belum bisa pastiin itu apa dan sebenarnya gue pengen bahas hal ini juga sama lo. Gue sebenarnya belum siap untuk punya hubungan dengan cewek karna gue pengen fokus sama debut gue jadi kalau emang nanti kita udah tunangan gue ga bakalan maksa lo untuk ngikut gue kemana - mana atau ngelarang lo deket sama cowok lain. Kalau emang kita ga jodoh kita bakal pisah secara baik - baik" mendengar itu yang awal nya bahagia tiba - tiba aku di sadarkan kembali dari mimpi ku
"tapi setidak nya jordan sudah ngerasa nyaman dengan ku berarti ada kesempatan untuk aku bisa lebih dekat dengan nya" ucap ku lagi dalam hati menguatkan diri
"oh gitu, ok lah kalau gitu" jawab ku seadanya
"kalau lo ke gue gimana?" tanya nya dalam hati aku memikirkan kata - kata apa yang harus aku bilang apa mengatakan sejujur nya atau hanya mengatakan yang seperlu nya saja karna aku masih takut untuk mengakui kalau aku fans nya
"oh berarti lo juga mudah nyaman sama cowok lain kalau di ajakan makan kaya tadi?"
"ya nggak juga lah"
"lalu ?"
__ADS_1
"tergantung, cowonya"
"tergantung apaan?"
"ganteng nggak cowok nya"
"oh berarti gue ganteng dong" ucap jordan menggoda
"mati gue, mesti jawab apaan nih" ucap levina dalam hati
"pede banget lo" ucap ku
"lah kan katanya tergantung cowok nya ganteng apa enggak makanya bisa nyaman. ya berarti gue ganteng ha ha ha" ucap nya bangga
"ya terserah lo aja deh" ucap ku berusaha untuk tidak melanjutkan perbincangan ini
Tak berapa lama akhirnya kami sampai di depan rumah ku.
"thanks ya udah di traktir makan enak" ucap ku sebelum membuka pintu mobil
__ADS_1
"bentar le ada sesuatu nyangkut di mata lo" ucap jordan yang tiba - tiba mendekat dan jarak antara kami pun semakin sedikit dan jantung ku mulai berdetak dengan tidak beraturan nya.
"Tuhan apa lagi ini" ucap ku dalam hati