
Sesampai nya di belakang panggung, Levina langsung menemukan Jordan dan Jordan pun menatap Levina.
Saat melihat Jordan, Levina pun langsung tersenyum dan ingin menyapa Jordan namun terhalang karna tiba - tiba ada manager nya yang menghalangi kami untuk mendekat.
"mohon maaf kalian tidak bisa mendekat" ucap manager nya sambil menyuruh kami untuk pergi
Saat itu aku sebenarnya merasa kecewa karna Jordan sama sekali tidak bertindak waktu manager nya menyuruh kami pergi tapi itu juga mungkin resiko sebagai calon artis agar tidak terkena skandal.
Lalu kami pun pergi dan melanjutkan untuk berkeliling mall sampai akhirnya memutuskan untuk pulang.
Akupun mengantar rita terlebih dahulu lalu mengantar rendy karna rumah nya searah dengan jalan pulang. Di jalan aku hanya diam sambil berpikir mengingat perilaku Jordan tadi dan mengingat lagi kenapa dia tidak ada memberitahu tentang hari ini dan setelah piknik terakhir kami pun dia tidak ada menghubungi lagi.
"untuk apa kamu kasih nomor kamu kalau ternyata kamu diemin aku kaya gini" gumam ku pelan namun masih bisa di dengar rendy
"le? kamu nggak apa - apa ?"
"hah ? nggak apa - apa kok ren. Rumah lo yang mana? " ucap ku mengalihkan
"oh itu di depan yg rumah nya ada di kiri" ucap nya menunjukkan arah
Setelah sampai rendy pun turun dan sempat bertanya lagi tapi aku meyakinkan nya kalau aku tidak apa - apa.
" hati - hati ya le" ucap rendy
" thank you ren" jawab ku sambil menyunggingkan senyum ku
Lalu aku melanjutkan perjalanan ku kembali ke rumah dan sampai di rumah aku pun langsung memakirkan mobil ku di garasi lalu langsung ingin masuk ke dalam tanpa menyadari bahwa ada orang lain yang ternyata menunggu ku.
"le" ucap nya sambil memegang tangan ku. Aku pun kaget dan langsung menoleh
__ADS_1
"ngapain lo kesini malem - malem ? " jawab ku datar kepada Jordan
"gue pengen ketemu aja sama lo"
"buat apa ? nggak bisa besok pagi aja?"
"lo marah ya sama gue ? "
"emang kenapa gue mesti marah ?"
"karna tadi gua kaya orang yang nggak kenal sama lo"
"gue lebih sakit hati gara - gara lu nggak ada kabar sama sekali Jordan" ucap ku dalam hati
"biasa aja sih gue , gue tau kok lo kan nggak boleh sampai dapet skandal apalagi kalian belum debut" ucap ku sambil berusaha untuk tetap mengontrol diri
" perasaan lo aja kali" ucap ku mengelak
" gue yakin lo marah sama gue dan gue mau minta maaf soal itu"
"gue nggak marah kok santai aja"
"serius le, lu bilang aja apa yang sebenarnya bikin lo kesel gini sama gue kalau bukan masalah tadi? " ucap nya yang akhirnya membuat ku tak tahan untuk menahan emosi ku lagi
" iya gue kesel sama lo. Puas ??" ucap ku tak mampu lagi menahan emosi
" lo kesel sama gue karna apa le ?" tanya nya lagi, dalam hati aku makin merasa memang aku memang bukan orang yang penting makanya Jordan tidak pernah terpikir untuk memberi kabar
"iya gue kesel karna lo semenjak kita pulang dari piknik nggak ada kabar, lalu apa gunanya kita tukeran nomor kalau nggak ada chat sama sekali. Nanyain kek kemarin udah nyampe apa belum" ucap ku tanpa mampu mengerem semua kata - kata ku dan akhirnya aku pun merasa malu
__ADS_1
"oh jadi karna itu? lo pengen gue tanyain kabar nya atau lagi dimana gitu ?" ucap jordan menggoda ku
" nggak usah ngapain" ucap ku berusaha menutupi rasa malu ku
" tuh kan marah lagi, iya deh habis ini bakal sering di chat" ucap Jordan makin menggoda ku
"apaan sih, udah sana balik entar di cariin" ucap ku lalu ingin cepat - cepat masuk tapi Jordan menahan ku lagi
" tapi udah nggak kesel lagi kan ? "
" udah enggak yang ada sekarang gue ilfeel"
"yah itu sama aja, maafin gue ya. gue habis balik kemarin langsung fokus latihan buat ikutan lomba hari ini makanya handphone aja sama sekali nggak ada megang dan buat manajer gue tadi gue juga minta maaf"
"iya iya, udah sana pulang gue maafin"
"tapi kok masih cemberut gitu ? senyum dong" ucap Jordan yang tiba - tiba menyentuh kan 2 jari nya ke pipi ku dan membuat bentuk senyuman di wajah ku
"ngapain sih" ucap ku langsung menjauhkan jari nya dari wajah ku karna jantung ku yang tiba - tiba berdetak dengan kencang
" senyum dulu baru gue balik"
"iya ini senyum" ucap ku akhirnya menyerah
" ok sekarang gue udah tenang, gue balik dulu ya. nanti gue chat kalau sudah sampe asrama" ucap nya dan tak ku jawab. aku langsung cepat - cepat masuk ke rumah dan langsung menuju kamar.
"ya ampun jantung ku, le sadar nggak boleh berharap banyak dia udah punya cewek" ucap ku lalu memutuskan untuk mandi untuk membersihkan diri karna hampir seharian di luar.
Selesai mandi, aku pun mengecek handphone ku dan terkaget melihat apa yang baru saja muncul
__ADS_1