
"ha ha ha abis nya nanyain gitu, lu ga perlu diet segala entar siapa yang nemenin gue wisata kuliner"
"emang mau wisata kuliner sama gue lagi ?"
"iya dong soalnya lu ga pemilih kalau soal makan"
"kirain gara - gara jordan udah makin suka sama aku" ucap ku dalam hati
Lalu kami pun menikmati nasi goreng yang ada dengan sangat lahap
"gue boleh nanya nggak ?" tanya ku sambil tetap memakan nasi goreng
"nanya apaan? asal jangan nanya soal matematika ya nggak paham gue" canda jordan
"yee ngapain juga gue nanya soal matematika sama lu, gue juga bukan dari jurusan matematika"
"oh iya ngomong - ngomong gue belum tau loh jurusan lu apaan"
"loh gue belum ngasih tau ya ?"
"menurut otak gue sih belum atau gue nya yang lupa ingatan ha ha ha"
"perasaan udah gue kasih tau deh. hmm ya udah gue kasih tau lagi, gue ambil jurusan pariwisata jangan sampai lupa tuh"
"oh iya inget, ternyata lu pernah ngasih tau ha ha ha"
"tuh kan udah, awas aja ini lupa lagi"
"ha ha bakal gue inget kali ini, tapi enak ya lu jalan - jalan mulu" celetuk jordan
"nggak tiap hari jalan - jalan mulu sih tapi gara - gara itu juga gue milih jurusan pariwisata ha ha ha lumayan kalau nanti gue buka bisnis atau jadi guide jalan - jalan nya di bayarin ha ha"
"jangan lupa ajak - ajak gue kalau liburan"
"kalau itu sih gampang ha ha"
"gratis ya gue" canda jordan
"nggak kebalik ? harus nya gue yang gratis kan lu yang bayarin gue jadi guide pribadi"
"ha ha ha iya bener juga sih, ngomong - ngomong mau nanya apa tadi? jadi kepotong kan gara - gara gue nanya jurusan lu"
"oh iya gue mau nanya, lu selama ini apa nggak capek latihan terus ?"
__ADS_1
"kalau di tanya capek ya pasti capek tapi mau gimana lagi gue mesti berusaha sangat keras biar bisa debut"
"tapi gue juga khawatir sama kesehatan lu, pasti selama ini lu juga jarang tidur atau telat makan"
"wah kok lu tau? cenayang ya?" canda jordan
"ihh ni anak sempat aja becanda"
"ha ha ha suka aja gue kalau becanda sama elu" ucap jordan sambil tertawa dan melihat itu ada rasa sedikit lega di hati ku bisa membuat jordan tertawa untuk sejenak
"seriusan nih nanya nya" ucap ku kembali ke topik awal pembicaraan kami
"itu udah resiko sih buat gue" jawab jordan serius
"orang tua lu gimana?"
"emang mereka kenapa?"
"ya kaya pernah nggak mereka nyesel buat biarin lu jadi trainee gini"
"di awal emang mereka nggak setuju apalagi karna jadi trainee gue akhirnya mesti nunda buat kuliah tapi akhirnya orang tua ngalah dan dukung apa pun keputusan gue"
"hmm gitu ya" ucap ku seadanya bingung harus bicara apa lagi
"eh udah malam nih, gue entar di cari orang rumah" ucap ku mengalihkan pembicaraan
"oh iya, ya udah gue bayar dulu" ucap jordan lalu membayar pesanan kami dan kami pun masuk kembali ke mobil dan kami pun mengarah ke asrama jordan
Selama perjalanan kami hanya diam saja, di dalam hati aku menyalahkan mulut ku kenapa tidak menjawab dulu pertanyaan jordan. andai kan aku menjawab pertanyaan nya tadi mungkin saja kami tidak akan sediam ini di dalam mobil.
Sebenar nya aku ingin menjawab kalau aku akan menjadi orang yang mendukung jordan apa pun keputusan nya karna aku tau itu adalah yang terbaik buat jordan itu adalah impian nya yang harus dia gapai dan tugas aku adalah menjadi pendukung nya tapi entah kenapa mulut ku malah mengatakan hal yang lain.
"le" tiba - tiba jordan memulai memecah keheningan yang ada
"iya?" jawab ku tanpa melihat wajah jordan dan hanya melihat ke depan
"pertanyaan gue yang terakhir jangan terlalu di pikirin ya" ucap jordan singkat
Di dalam hati aku makin merasa bersalah karna aku tidak mengungkap kan apa yang aku rasa dan pikir kan
"jordan" panggil ku tapi tetap masih menatap ke depan
"kenapa le ?" jawab jordan dan tetap fokus menyetir
__ADS_1
"gue bakal dukung keputusan lu" ucap ku cepat
"hah maksud nya apa le?" tanya jordan bingung
"pertanyaan lu yang terakhir, gue bakal dukung apapun keputusan lu karna gue tau di saat lu bilang impian lu di saat itu juga lu pasti akan sungguh - sungguh buat wujudin walaupun emang susah" ucap ku menjelaskan dan di situ juga akhirnya aku merasa lega karna bisa mengucapkan yang ada dalam pikiran ku. Namun jordan diam saja dan tak terasa kami pun sampai di depan asrama jordan.
Aku dan jordan pun turun dari mobil menuju pagar depan asrama jordan
"Thanks ya le" ucap jordan
"sama - sama, lagian gue emang suka laper kok"
"bukan yang itu tapi iya itu gue juga terimakasih sama lu"
"lalu makasih yang mana?"
"makasih buat jawaban lu yang bilang bakal dukung gue apapun keputusan gue"
"oh itu" ucap ku canggung
"ya udah gue masuk ya, lu hati - hati di jalan jangan lupa chat gue kalau sudah sampai rumah"
"ok siap bos" ucap ku sambil memberi hormat
"ha ha bye" ucap jordan lalu masuk dan aku pun juga memutuskan untuk kembali ke rumah sebelum mamah dan papah mencari aku yang belum pulang - pulang
Selama di perjalanan aku pun memutar lagu agar tidak terasa suasana malam yang mulai sepi dan tidak lupa juga aku berdoa di dalam hati agar tidak bertemu orang aneh di jalan.
Sampai di rumah akhirnya perasaan aku pun lega dan aku memasukkan mobil di dalam garasi lalu masuk ke dalam rumah dan langsung di sambut oleh mamah papah yang masih belum tidur karna menunggu aku
"malam banget le baru pulang nya" ucap papah dengan suara agak khawatir
"he he maaf pah abis nya banyak makanan yang tutup di pinggir jalan"
"ya udah kamu sekarang istirahat, lain kali bilang sama jordan jangan malam - malam gini kecuali dia yang jemput kamu nggak apa - apa tapi ini kamu pulang sendiri" ucap papah ku lagi
"iya pah nanti aku bilang sama jordan ya, levina istirahat dulu. mamah papah juga istirahat udah jam berapa ni"
" ya kan kita nungguin kamu" ucap mamah ku menyahuti ku
"nah sekarang levina kan udah di rumah jadi yuk kita bobo dan bermimpi indah" ucap ku lalu mengajak orang tua ku untuk ke kamar masing - masing
Di dalam kamar aku langsung mengambil handphone dan memberikan pesan kepada jordan kalau aku sudah sampai di rumah
__ADS_1