
"le, kamu mau makan yang mana biar mamah sendokin"
"nggak papa mah biar aku aja"
"ya udah"
"anak papah kenapa nangis tadi?" tanya papah nya dan langsung di tatap mamah nya dan memberi kode lewat tatapan kalau jangan menanyakan hal itu
"cuman sakit mata pah makanya bengkak nih nanti aku kasih obat aja biar ga makin bengkak" ucap levina
"ok lah kalau begitu" jawab papah nya
suasana di ruang makan tampak sepi karna levina yang biasa nya suka bercerita hari ini tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut nya.
setelah menyelesaikan makanan nya, levina pun kembali memasuki kamar nya. Ia pun merebah kan tubuh nya di atas ranjang sambil memandangi foto yang ia pajang di dinding kamar nya.
"jordan, wanita itu siapa? kamu kok pelukan sama dia?" ucap levina sambil menatap foto jordan
"kenapa kamu harus punya pacar? hiks hiks" tanya levina kembali sambil menangis
"padahal di tiap malam aku berdoa agar bisa bertemu sama kamu tapi kenapa malah ketemu nya harus liat kamu pelukan sama orang lain"
"apa ini saatnya buat aku lepasin kamu?"
"tapi apa aku sanggup ya" setelah beberapa jam bicara sendiri sambil melihat foto jordan akhirnya levina memutuskan untuk tidur.
keesokan harinya karna hari minggu levina pun memutuskan untuk bangun lebih telat karna biasa nya dia selalu bangun pagi karna ada kuliah. Biasanya di hari minggu levina akan menghabiskan waktu untuk melihat ulang video tentang jordan atau mendengar lagu cover dari jordan. Namun karena suasana hati nya tidak baik saat mengingat jordan akhirnya levina memutuskan untuk membantu mamah di butik nya.
"tumben kamu mau datang ke butik mamah di hari minggu biasa nya kan kamu ngurung diri tuh di kamar"
" ih mamah harus nya seneng dong aku bantuin malah di komentarin huh" ucap levina protes
__ADS_1
"iya iya mamah cuman bercanda. sini bantuin mamah taruh baju ini di etalase"
"ok siap mah"
Hari itu levina hanya fokus membantu mamah nya sampai ia benar - benar lupa akan jordan. Tiba - tiba handphone mamah nya pun berbunyi.
"halo pah?" jawab mamah levina yang ternyata dari papah levina
"mah malam ini kita makan di luar ya, ada teman lama papah yang ngajak ketemuan"
"ok pah, perlu pakai baju formal gitu"
"nggak kok mah soalnya makan biasa aja nanti dia juga sama istri dan anaknya jadi bawa levina juga ya mah"
"nanti papah jemput mamah sama levina di butik aja ya pah biar bareng kesana nya"
"ok mah,nanti papah kabarin kalau udah mau jemput"
lalu mamah pun menghampiri levina yang masih asik mengatur baju.
"le, nanti malam kita dinner sama teman nya papah dan keluarga nya. Kamu ikut ya?"
"tapi baju aku kaya nggak formal gini mah, emang nggak apa?"
"iya nggak apa kok tadi papah bilang kita cuma makan malam biasa aja jadi nggak harus dandan yang rapi"
"oh ya udah kalau gitu, levina ngikut aja"
Setelah waktu menunjukkan pukul 5 sore papah levina pun menuju butik untuk menjemput levina dan mamah nya.
"udah siap?" tanya papah nya
__ADS_1
"udah pah" jawab mamah
"emang kita mau makan dimana pah?"
"di restoran chinese gitu didekat rumah kita juga kok"
"ooh"
"emang itu teman yang mana pah" tanya mamah
"itu loh mah, teman aku waktu SMA yang aku bilang dekat banget sama aku tapi kami harus terpisah karna dia kuliah di inggris kalau papah di australia"
"oh yang nama nya Hardin ya pah?"
"bener mah tadi papah kaget banget waktu dia nelpon dan dia cerita kalau dia juga punya perusahaan di indonesia maka nya dia sekaligus ingin reuni sama papah sambil mau bahas bisnis juga"
"wah akhir nya ya bisa ketemu teman lama papah juga"
mamah dan papah levina asik berbincang di dalam mobil sedangkan levina hanya diam sambil bermain game di handphone nya.
tak terasa mereka pun sampai di restoran dan ternyata teman papah levina pun sudah sampai di restoran. Seketika papah levina yang masih mengenal wajah teman nya pun langsung menghampiri dan di ikuti oleh levina dan mamah nya. Namun saat berjalan levina hanya menundukkan kepala dan tidak melihat siapa teman papah nya yang mereka temui hari ini. Sampai akhirnya papah levina memperkenalkan istri nya dan levina
"ini istriku hardin nama nya linda sedangkan ini anak ku levina"
"wah anak mu cantik sekali seperti nya dia seumuran dengan anak ku"
"oh ya? tapi seperti nya wajah anak mu tampak tak asing di mata ku"
"mungkin kamu pernah liat dia di majalah atau televisi. Perkenalkan anak ku nama nya jordan" seketika mendengar nama itu levina merasa ada yang aneh namun ia masih belum mau mengangkat kepala nya dan melihat siapa anak dari teman papah nya sampai akhirnya laki-laki itu pun bersuara
"jordan om" ucap jordan sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman. Dengan cepat levina pun mengangkat kepala nya dan tak mampu menyembunyikan perasaan kaget nya.
__ADS_1