
"bentar lagi papah selesai sebelumnya kita cari makan dulu yuk buat di bawa pulang biar bisa di makan sama mamah"
"ok pah"
Setelah jam menunjukkan waktu di 6 sore maka tiba waktu nya untuk mereka pulang namun sebelum nya mereka berhenti di sebuah restoran untuk membeli makan.
Sampai di restoran mereka pun memesan makanan yang akan dibawa pulang. Saat menunggu pesanan mereka, tiba - tiba pandangan levina teralih melihat sosok seorang pria yang sangat tidak asing bagi nya karna wajah itu yang tiap hari ia lihat di kala bangun tidur sampai tidur kembali. Dengan tak bisa menahan diri, levina pun langsung ingin menghampiri pria itu.
"pah, levina mau kesana dulu ya. levina liat ada jordan"
"hah? dimana?" tanya ayah nya bingung
"itu pah" ucap levina menunjuk kearah jordan yang sedang duduk seperti sedang menunggu seseorang
"aku kesana ya" dan di jawab anggukan oleh papah nya. Namun sebelum levina sampai ke tempat duduk jordan tiba - tiba ada wanita yang datang menghampiri dan langsung memeluk jordan.
seketika levina pun terdiam dan tidak mampu untuk berjalan ketika ia melihat pemandangan itu. Hati nya hancur ketika melihat idola nya yang selama ini dia mimpi kan sebagai pasangan ternyata sudah memiliki orang lain. Tak terasa air mata nya pun terjatuh dan akhirnya levina pun berbalik mendatangi papah nya untuk mengajak pulang dan kebetulan pesanan mereka pun sudah datang lalu mereka pun pulang.
__ADS_1
Dalam perjalanan levina hanya terdiam dan tak banyak bicara yang membuat papah nya bingung. Apalagi tadi saat restoran papah nya melihat levina yang seperti habis menangis dan mata yang sembab. Pikir papah nya, apa levina sebegitu senang nya ketika bertemu jordan sampai - sampai menangis.
"idola kamu ganteng banget ya sampai - sampai anak papah ini diam terus dari tadi ?" tanya papah memulai pembicaraan.
Levina tetap diam dan tak menjawab pertanyaan papah nya dan terhanyut kembali dengan apa yang dia lihat di restoran tadi. Masih merasa tak percaya dengan yang dia lihat, hati nya masih terasa sakit ketika mengingat itu lagi.
Akhirnya sampai di rumah dan levina langsung memutuskan untuk memasuki kamar dan tidak bergabung untuk makan.
"levina kenapa pah ?" tanya mamah nya yang bingung melihat levina yang berlalu begitu saja tanpa menyapa mamah nya
"papah juga bingung mah, abis dia liat idola nya tiba - tiba gitu aja"
"belum, ini makanya beli makan biar kita makan bareng"
"mamah cek levina dulu deh"
Lalu mamah nya pun mendatangi levina dan untung nya kamar nya tidak di kunci.
__ADS_1
"le, makan yuk" ucap mamah nya namun tidak di jawab oleh levina yang membuat mamah menjadi khawatir dengan anak nya
"levina, kamu kenapa? sini cerita sama mamah" ucap mamah nya lembut
"jordan mah" akhirnya levina pun membuka mulut nya sambil dengan tersedu - sedu
"jordan? oh idola kamu, emang dia kenapa?"
"dia udah punya pacar mah"jawab nya masih terisak
"lalu?"
"aku sakit hati mah, dia kan orang yang pengen aku jadiin calon suami" mendengar itu mamah nya langsung memeluk anak nya walaupun dalam hati tak mengerti mengapa anak nya harus sesedih ini
"udah udah anak mamah yang cantik ga boleh sedih gini, mungkin aja emang dia bukan jodoh kamu. sekarang waktu nya kamu buka hati buat orang yang mungkin ada di dekat kamu dan sekarang mamah minta kamu buat mandi dulu dan makan. liat tuh matanya udah kaya panda yang ga tidur 1 minggu" ucap mamah nya sambil menaikkan mood levina
"iya mah, levina mandi dulu habis ini makan. maacih mah, levina sayang banget sama mamah" ucap levina memeluk erat mamah nya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, levina berusaha menyemangati diri nya dan menghampiri orang tua nya yang telah menunggu di meja makan untuk makan bersama.