Idola Ku Suami Ku

Idola Ku Suami Ku
Bab 71


__ADS_3

"oh iya Le kaya nya gue balik duluan deh soal nya gue ada yang mau di kerjain lagi deh" ucap Rendy tiba - tiba


"gue nebeng dong ren" ucap Rita


"kalian berdua seriusan udah mau balik ? masih banyak tuh makanan yang belum kalian coba atau mau ngebungkus aja ?"


" nggak deh Le, gue mau balik aja" jawab Rendy


"iya gue juga, lagi diet nih" canda Rita


"diet apaan lu" jawab ku


"ya diet suka suka gue ha ha ha udah ya kita balik dulu" ucap Rita lalu melangkah keluar bersama Rendy


"hati - hati di jalan ya gengs" ucap ku dan di jawab dengan lambaian tangan oleh Rita dan Rendy


Kemudian aku dan Jordan kembali menyantap makanan kami lagi.


"ternyata kamu suka banget ya sama aku" goda Jordan tiba - tiba


"uhuk kamu percaya aja sama kata - kata Rita?"ucap ku sambil tersedak di awal


"iya dong kan dia temen kamu yang paling deket dan pasti nya dia nggak bohong kan"


"mana tau dia cuman becanda aja gitu" jawab ku lagi


"nggak sih kaya nya, aku percaya sama cerita Rita"


" ihh iya iya seneng kamu kalau aku emang se suka itu sama kamu" ucap ku menyerah sambil cemberut


"ha ha ha ekspresi kamu lucu banget sih" ucap Jordan sambil mengacak rambut ku lembut


"ihh Jordan nanti rusak rambut nya" ucap ku protes


"sini sini aku rapi in, duh cantik banget deh tunangan aku jadi makin sayang kan" ucap nya sambil merapikan rambut ku yang dia acak tadi


"itu becanda atau beneran kata - kata nya ?"


"ya beneran dong, aku itu orang nya jarang becanda"


"apaan jarang becanda tadi aja ada ngejokes receh gitu"


"ha ha ha tapi beneran kamu cantik banget malam ini. Aku kaya ngerasa beruntung aja"


"ya ampun ya ampun jantung gue" ucap ku dalam hati


"kamu juga malam ini kaya beda banget penampilan nya jadi makin ganteng he he" ucap ku


Jordan dan Levina pun tersenyum malu - malu sambil bertatapan.


Kemudian datang lah kedua orang tua kami menuju meja kami dan mulai menggoda kami berdua

__ADS_1


"cie cie yang berduaan aja" ucap mamah ku menggoda ku


"apa sih mah" ucap ku sambil malu - malu


"oh iya Jordan itu teman - teman kamu ya ?" tanya papah ku


"iya om, aku ngundang mereka sama manager aku juga"


"berarti mereka udah tau kamu siapa ?" tanya papah Jordan


"udah pah, Jordan sebelum ngundang mereka akhir nya Jordan ngaku juga. Awal nya mereka sempet kesel gara - gara aku nggak jujur tapi ternyata hari ini mereka bisa datang dan bilang nggak permasalahin hal itu lagi"


"bagus lah kalau gitu daripada kamu bohong gitu. Lagian kenapa juga kamu bohong di awal, nggak seneng jadi anak nya mamah papah ?"


"nggak gitu juga pah, Jordan cuman nggak mau aja orang mikir Jordan bisa masuk agensi karna anak orang kaya. Jordan pengen orang liat karna usaha Jordan sendiri"


"gimana le ? kamu udah siap nggak dukung Jordan ?" tanya mamah Jordan


"siap 1000% tante he he" ucap ku sambil menunjuk kan gigi ku


"emang siap apaan ?" tanya Jordan


"ya dukung kamu jadi idol kan" jawab ku


"kamu juga mesti siap le kalau nanti si Jordan punya fans fanatik dan akhir nya nge bully kamu"ucap mamah Jordan


"kalau itu sih aku yakin aku bisa tan, kalau mereka nya keterlaluan ya aku lapor Jordan biar di marahin sama Jordan ha ha ha"


"pokok nya mulai sekarang kalian jaga hubungan kalian dengan baik. Kalau ada masalah jangan di pendam sendiri tapi omongin sama - sama" ucap mamah ku


Setelah itu tamu pun makin banyak berdatangan dan kami pun menyapa mereka walaupun kami tidak terlalu mengenal mereka karna kebanyakan tamu yang datang adalah teman - teman kerja dari orang tua kami berdua.


Karna hari semakin malam teman satu grup Jordan pun mengundur kan diri setelah menyanyi kan 1 - 2 lagu dan sudah menikmati makanan yang ada.


"sekali lagi congrats ya bro" ucap mereka menyelamati kami


"thanks guys" jawab Jordan kemudian teman - teman nya pun pergi


"ini sampai kapan ya selesai nya ?"tanya ku pada Jordan


"kenapa ? kamu udah capek ?"


"iya nih, udah nggak nyaman aja apalagi aku pakai heels"


"kita duduk disana aja dulu" ucap Jordan menunjuk meja yang kami pakai saat menyantap makanan kami


"kamu tunggu disini sebentar ya" ucap Jordan lalu meninggal kan ku


Aku pun melepas kan heels ku karna memang rasa nya sudah tidak enak dan memang aku yang tidak terbiasa memakai heels. Lalu aku memijat kaki ku yang terasa pegal.


Tak lama Jordan pun muncul dan sudah membawa sendal yang biasa aku pakai di rumah dan sebelum dia memakai kan nya Jordan mengambil kaki ku dan menaruh nya di paha nya dan mulai memijat kaki ku

__ADS_1


"enakan nggak ?"tanya nya sambil tetap memijit kaki ku


"hmm iya lumayan mendingan jadi nya"


"untung lah, aku biasa nya kalau salah satu teman - teman aku yang tadi nggak sengaja kaki nya cidera biasa aku yang kasih pertolongan pertama" jelas nya dan membuat ku makin terkagum dengan perhatian yang Jordan beri untuk ku


"makasih ya"ucap ku


"makasih buat apa ?"tanya Jordan


"ya makasih aja"


"ada ada aja" jawab nya sambil tersenyum dan tetap fokus memijat kaki ku.


Setelah aku rasa kaki ku lebih mendingan aku langsung menyuruh Jordan untuk berhenti memijat ku dan di saat Jordan memijat kaki ku ternyata sudah lumayan banyak orang yang telah pulang dan tinggal beberapa saja.


"aku kaya nya mau istirahat aja deh" ucap ku ke Jordan


" ya udah kita bilang ke mamah papah kamu kalau kamu mau istirahat dulu" ucap nya dan ku jawab dengan anggukan


Sebelum aku berdiri, Jordan sudah memasangkan sendal di kaki ku dan dia langsung menenteng heels ku dan juga menggandeng ku seperti takut kalau aku terjatuh


"mah, Levina ke kamar ya udah capek banget" ucap ku


"iya sayang, ini juga udah selesai kok acara nya kamu istirahat aja. oh iya Jordan kalau kamu mau pulang duluan juga nggak apa - apa nanti papah mamah kamu biar supir nya tante yang antar"


"nggak apa - apa tan, nanti Jordan bareng aja pulang nya" jawab nya


Lalu kami menuju kamar ku dan di saat aku menghidupkan lampu kamar ku di situ juga aku dengan muka tebal ku tampak tidak perduli kalau Jordan yang saat ini sedang tersenyum melihat dinding kamar ku.


"udah kalau mau ketawa nggak usah di tahan gitu" ucap ku yang sudah duduk di atas ranjang


"siapa juga yang mau ketawa, aku cuman kagum aja kamu bisa ngumpulin foto aku sebanyak ini padahal kan debut aja belum aku nya"


"Levina gitu loh" ucap ku bangga


"ha ha ya udah kamu istirahat aja, aku mau turun ke bawah lagi siapa tau papah sama mamah aku mau pulang"


"hmm ok" ucap ku seperti tidak terima kalau Jordan pulang


"kok gitu suara nya ?" tanya nya


"mungkin akibat capek aja kali" jawab ku asal


"besok kamu masih bisa ketemu aku lagi kok, nanti juga masih bisa chat dan telponan" jawab nya


Namun aku termenung dalam dunia ku, aku tiba - tiba merasa takut kalau hari ini adalah mimpi saja yang besok ketika aku bangun maka semua nya hanya khayalan saja


Melihat itu membuat Jordan menghampiri dan memeluk Levina.


"nggak usah banyak mikir gitu, ini beneran kok bukan mimpi" ucap Jordan seperti tau isi kepala Levina saat ini

__ADS_1


"aku turun ke bawah dulu ya" ucap Jordan kemudian mencium kening ku dan refleks membuat ku menutup mata


"good night sayang"ucap Jordan kemudian keluar dari kamar ku


__ADS_2