
Hari ini menjadi hari terakhir aku bisa bersama dengan keluarga Levina sebelum akhirnya aku harus kembali dengan rutinitas ku menjadi calon Idol. Aku sangat menikmati liburan singkat kali ini yang membuat ku bisa untuk menarik napas sebentar dan juga mengenal Levina lebih dalam karna sesungguh nya aku masih merasa bahwa aku masih belum yakin dengan perasaan ku sendiri. Mungkin aku suka dengan Levina tapi aku masih belum yakin apa aku suka dengan diri nya atau aku hanya memanfaatkan kebaikan Levina sebagai tempat aku melupakan rutinitas ku yang biasa nya.
Terkadang rasa ingin berhenti dan kembali membantu di perusahaan orang tua ku muncul. Namun rasa ego karna aku yang dulu sangat ingin menjadi idol yang membuat ku sampai ada di posisi ini. Bertemu Levina layak nya angin segar diantara gersang nya hutan yang kering. Dengan tingkah nya dan pribadi nya yang akhir - akhir ini aku lihat cukup membuat aku lupa dengan ke khawatiran ku dan lelah ku.
Menjadi seorang trainee bukan lah hal yang mudah untuk ku. Mungkin di awal aku masih dapat menikmati nya namun semakin kesini dengan berjalan nya waktu dengan cepat membuat ku sering bertanya apa yang kurang dengan ku. Mengapa sampai saat ini kami masih belum bisa debut ? Harus berapa lama lagi kami bertahan ? Kami yang hanya bisa tampil di jalan karna belum mendapatkan wadah yang seharusnya membuat ku semakin frustasi ketika memikirkan nya.
Sekembali nya lagi ke asrama, aku pun memantapkan kembali niat ku dan sambil menyemangati setiap member yang lain nya.
"halo semua nya, aku sudah kembali" ucap ku dengan suara yang keras sampai membuat mereka berbalik dan melihat ku
"cie cie pengantin baru akhirnya pulang habis bulan madu ha ha" ucap Raka
__ADS_1
"enak aja, masih belum nikah kita kok udah jadi pengantin baru aja" jawab ku
"nih gue bawain jajanan buat kalian semua biar semangat latihan nya" ucap ku sambil memberikan beberapa snack yang aku bawa
"jadi udah sampai mana hubungan lu sama Levina ?" tanya Wilson
"ya baik - baik aja pokok nya. Dia anak nya perhatian, ga masalah kalau gue tiba-tiba hilang dan nggak ngabarin dia"
" ya gue nyaman aja sama dia sejauh ini"
" yee ni anak, nyaman aja nggak cukup. Lu mesti pastiin perasaan lu. Jangan sampai nyakitin anak orang lu"
__ADS_1
"gue bingung juga sebenarnya cuman gue mau coba jalanin aja dulu" jawab ku
"ya udah, kita makan aja dulu siapa tau lu ga bingung lagi" jawab Wilson sambil merangkul ku dan bergabung dengan member yang lain. Kami pun menutup malam ini dengan makan - makan snack yang aku bawa sambil bersenda gurau dan kemudian kami beristirahat.
Keesokan hari nya, aku pun terbangun karna cahaya yang masuk dari sela - sela tirai dan menyilaukan mata ku. Aku pun bangun dan ke dapur untuk meminum air putih. Ku lihat bekas makanan kami tadi malam dan mulai membereskan setiap bekas bungkus makanan
"rajin banget Jor" ucap denis yang baru bangun
"berantakan gini gatal tangan gue pengen beresin" jawab ku
"sini sini gue bantuin" ucap denis sambil mulai mengambil setiap bungkus yang berserakan dan kami pun saling membersihkan dalam diam
__ADS_1