IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 1


__ADS_3

Dalam sebuah rumah sakit umum di Bandung, Egi dan Ibunya menangis melihat kondisi Ayahnya Egi yang semakin parah dan drop. Saat itu, Egi cuti kerja karena Egi udah seminggu di Bandung untuk menemani Ayahnya. Egi bekerja sebagai Guru Olahraga di Jakarta.


"Maafin Ayah Nak, gara-gara Ayah kamu jadi libur kerja." Ucap Ayahnya Egi sambil memegang tangan Egi.


"Ayah, tidak boleh berkata seperti itu! Egi ikhlas temani Ayah dan Ibu. Ayah harus sembuh yah!" minta Egi.


"Egi, Ibu, Ayah sudah tidak kuat lagi! Ayah minta satu permintaan sama kamu Nak, apa boleh?" tanya Ayahnya Egi.


"Ayah minta apa? Egi pasti berikan Yah!" ucap Egi meneteskan air mata.


"Ayah gak boleh bicara seperti itu! Ayah harus bersama Ibu dan Egi!" minta Ibunya Egi.


"Ayah sudah tidak kuat Bu, Ayah hanya minta satu permintaan sama Egi! Egi, umur kamu kan sudah 26 tahun. Ayah mau kamu berumah tangga Nak! Ayah sudah berdiskusi dengan teman Ayah, namanya Om Yono. Dia mempunyai Anak gadis yang sangat cantik, tapi masih SMA kelas 3. Umurnya pun, masih 18 tahun. Karena kondisi Ayah seperti ini, Ayah ingin kamu menikah dengannya, gak apa-apa kamu melakukannya nanti setelah dia lulus. Ayah banyak berhutang budi dengan Om Yono Nak, mau ya kamu turutin permintaan Ayah!" minta Ayahnya sambil meneteskan air mata.


"Tapi Yah, gadis itu masih sekolah! memang gak ada gadis lainnya selain dia?" tanya Egi.


"Ayah mohon Nak! mohon!" minta Ayahnya Egi.


"Egi, kamu harus nurut, ini permintaan Ayah Nak!" minta Ibunya Egi.


"Egi hanya takut, gadis itu tidak mau Yah, Bu!" ucap Egi.


"Kamu tenang aja Egi, sebentar lagi Om Yono, istrinya dan Anak gadisnya ke sini!" ucap Ayahnya Egi.


Ya Allah, Apa aku sanggup ikutin semua kemauan Ayah? gimana perasaan gadis itu? apa dia mau? hiks-hiks-hiks.....


Di perjalanan, Shakila menangis. Shakila terpaksa mengikuti kemauan Ayahnya. Kalau tidak, jantung Ayah akan kumat. Shakila termenung, gak bisa bayangin diusia dia yang masih dini, dia harus menikah dan pindah sekolah ke Jakarta. Jika dia sudah menikah dengan Egi.


"Kila, kamu jangan nangis terus dong!" minta Ibunya Shakila membelai Shakila.


"Bu, Shakila masih sekolah. Apa pantas jalanin rumah tangga?" tanya Shakila.


"Shakila, Ayah kan sudah bilang sama kamu! kamu menikah aja dulu, untuk punya Anak kan bisa ditunda! Ayah gak mau sampai kamu permalukan Ayah! teman Ayah ini sudah baik sama Ayah, Ayah juga kenal Anaknya tanggung jawab! jadi, kamu gak usah khawatir!" ucap Ayah Shakila.


****


Shakila, Ayahnya dan Ibunya sampai di rumah sakit. Ayahnya Shakila langsung memeluk sahabatnya itu! dan memperkenalkan Shakila dan Egi. Shakila hanya cemberut dan terpaksa tersenyum.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Salam Ayahnya Shakila, Ibunya dan Shakila dengan suara kecil.


"Wa'alaikumsalam, Dek Yono! akhirnya, kamu datang juga." Ucap Ayahnya Egi yang berbaring sambil menahan nafas.


"Gimana keadaan Mas? maaf, kalau saya dan keluarga lama datang." Ucap Ayahnya Shakila.


"Seperti yang kamu lihat Dek, saya sudah tidak kuat lagi. Uhuk-uhuk-uhuk... saya senang, kamu memenuhi permintaan saya Dek, ini Anak kamu?" tanya Ayahnya Egi.


"Iya Mas, ini Shakila. Shakila ayo kenalkan ini Om Danu!" minta Ayahnya Shakila.


"Om, Tante, saya Shakila!" ucap Shakila sambil mencium tangan Ayahnya Egi dan Ibunya Egi.


"Kok sama Om dan Tante aja? ini kenalin juga dong, Egi! dia Anak Om satu-satunya!" ucap Ayahnya Egi tersenyum.


"Egi!" ucap Egi tersenyum.


"Shakila!" ucap Shakila senyum terpaksa.


"Masih malu-malu, he-he-he...." ucap Ibunya Egi.


"Shakila, mungkin kamu sudah tahu dari Ayah dan Ibu kamu Ndo, kalau Om dan Ayah kamu meminta kamu buat menikah dengan Egi Anak Om. Apa kamu yakin, ikhlas Ndo? sebelum Om pergi, Om ingin kalian melakukan ijab kabul di sini! Om ingin menjadi saksi pernikahan kalian!" ucap Ayahnya Egi.


"Om, sudah tidak kuat lagi Ndo! tapi, Om bahagia jika kamu ikhlas dan ridho menikah dengan Egi. Egi, gimana dengan kamu Nak?" tanya Ayahnya Egi. Ayahnya Egi mempersatukan tangan Egi dan Shakila.


"Egi ikhlas Yah, hiks-hiks-hiks...." ucap Egi.


"Alhamdulillah...." ucap Ayahnya Egi, Ibunya Shakila dan Ibunya Egi.


****


Keesokan harinya, Egi dan Shakila menikah di rumah sakit. Egi mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan syah. Ayahnya Egi tersenyum melihat mereka sudah syah menjadi suami dan istri. Pernikahan mereka tidak banyak diketahui banyak orang apa lagi teman-teman Shakila. Kecuali tetangga turut membantu menjadi saksi pernikahan mereka.


Saat Egi selesai memasangkan cincin dan mencium kening Shakila, Ayahnya menghembuskan nafas terakhir. Dan berpesan pada Egi, agar selamanya menjaga istrinya dan menjadi suami dan Imam yang baik untuk Shakila.


"Hiks-hiks-hiks.... Ayah!" teriak Egi dan Ibunya.


"Yang sabar Besan!" ucap Bu Lastri Ibunya Shakila.

__ADS_1


"Semoga husnul khotimah Mas, dan ditempatkan di surga-Nya Allah." Ucap Ayahnya Shakila.


****


Setelah selesai ke pemakaman, Ibunya Egi dan Egi masih di pusar pemakaman. Bu Lastri dan Ayahnya Shakila membujuk Bu Retno dan Egi untuk pulang.


"Ibu dan yang lainnya, duluan aja! saya masih ingin di sini!" ucap Egi.


"Ayo, Nak! bujuk suami kamu untuk pulang." Minta Ayahnya Shakila.


"Ta-tapi Yah?" tanya Shakila masih canggung.


"Ayo, Nak!" ucap Ibunya Shakila dan Ibunya Egi tersenyum. Mereka pulang duluan, sedangkan Egi dan Shakila masih di pemakaman.


"Kamu yang tabah ya Mas!" ucap Shakila canggung.


"Hmmm..." ucap Egi sambil melihat ke arah Shakila.


"Ayo kita pulang! sebentar lagi, mau hujan!" minta Shakila.


"Kan tadi saya sudah bilang, kamu dan yang lain pulang aja!" ucap Egi.


"Tapi, Ayah dan Ibu menyuruhku untuk membujuk Mas Egi pulang." Ucap Shakila.


"Ayo pulang!" minta Egi menggenggam tangan Shakila. Dan menyuruh Shakila naik motornya.


Haduh, kenapa jadi dag-dig-dug gini sih? ya Allah, jangan gerogi! jangan! Shakila jangan baper.


"Kamu kenapa? ayo naik!" ajak Egi.


"Ayo Mas!" ucap Shakila.


****


Egi dan Shakila akhirnya sampai rumah Ayahnya Shakila. Ibu Retno dan Almarhum Ayah-nya Egi sudah menyiapkan rumah di Jakarta untuk Egi dan Shakila. Secepatnya, Shakila harus melakukan pindah sekolah dari Bandung ke Jakarta.


"Nak Kila, dan Besan, saya mau menyampaikan pesan dari Almarhumah juga, kalau saya dan Almarhumah sudah menyiapkan rumah untuk Egi dan Shakila. Egi biasanya pakai rumah itu, saat dia bekerja di Jakarta. Apa Shakila bersedia ikut suami ke Jakarta?" tanya Bu Retno.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2