IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 4


__ADS_3

"Oh, Ibu. Sebentar Bu!" ucap Kila langsung membuka pintu kamarnya.


"Kila, kamu apa-apaan sih? masa kamu dorong-dorong suami kamu keluar kamar! gak baik itu!" ucap Ibunya Kila.


"Ya aku kan mau pakai baju Bu, kalau dia lihat gimana?" tanya Kila cemberut.


"Ha-ha-ha... Kila-kila, kamu gimana sih? dia itu suami kamu. Ngapain kamu harus malu-malu sama suami sendiri? Ibu gak mau lihat kamu dorong-dorong suami kamu lagi!" minta Ibunya Kila.


"Bu, biar dia udah jadi suami aku, aku gak mau nanti dia nodai aku dan aku hamil. Ihhhh... enggak-enggak! jangan sampai! Kila masih mau sekolah Bu. Gak mau hancur gara-gara dia!" ucap Kila.


"Haduh, Kila-kila. Kamu polos banget sih Nak. Ya udah, kamu makan dulu yah! baru kamu tidur. Ajak suami kamu!" minta Ibunya Kila.


"Terserah Bu, pokoknya Kila gak mau! Kila belum siap. Iya Bu!" ucap Kila.


Saat Kila menghampiri Egi, Egi tertidur lelap. Kila melihat wajahnya dan menghampirinya. Dalam hati Kila, dia berdosa dan dia kasihan melihat suaminya itu.


Kasihan suamiku, dia sampai tidur di bale. Maafin Kila Mas Egi, Kila belum bisa jadi istri seutuhnya buat Mas. Kalau dilihat tampan juga.


"Hah? kamu ngapain?" tanya Egi melihat Kila memandangi wajah Egi.


"Suruh Ibu makan dulu!" ucap Kila langsung malu-malu.


"Oh, kok nyuruh makan malah lihatin wajah saya? kamu udah naksir sama saya yah? ha-ha-ha..." ucap Egi tertawa meledek Kila.


"Siapa yang naksir, itu semua gak mungkin ya Mas! jangan ngarep!" ucap Kila.


Kila, Ibu, dan Egi makan bersama. Kecuali Ayah Kila tidak ikut makan bersama. Karena Ayah Kila pulang terkadang sampai malam.


"Bu, Ayah pulang jam berapa biasanya?" tanya Egi.


"Ayah pulang malam. Kenapa Egi?" tanya Ibunya Kila.


"Oh, gitu. Gak apa-apa Bu, Egi nanya aja." Ucap Egi.


"Kalian gak ada rencana buat bulan madu?" tanya Ibunya Kila.


"Gak ada Bu, paling nanti saya rencana mau prewedding aja Bu! kan kemarin gak sempat." Ucap Egi.

__ADS_1


"Ngapain? enggak-enggak!" ucap Kila.


"Kila, kamu gak boleh kaya gitu! kamu harus turutin semua kata suami kamu!" ucap Ibunya Kila.


"Iya buat album aja Bu, kenang-kenangan." Ucap Egi tersenyum.


"Ibu setuju Egi. Setuju banget!" ucap Ibunya Kila.


"Makasih Bu!" ucap Egi.


Setelah selesai makan, Kila sudah ada di kamar dan tertidur lelap. Egi masuk kamar dan melihat wajah manis Kila yang lelap tertidur. Egi tersenyum karena Allah sudah kasih gadis kecil yang manis dan cantik untuknya.


Gadis kecilku sudah lelap tidur. Saya janji sama kamu, saya akan turutin semua permintaan kamu. Saya akan menjaga dan melindungi kamu sekaligus membimbing kamu pelan-pelan. Agar kamu bisa jadi istri penurut dan saya minta semoga Allah bukakan pintu hati kamu untuk tidak melanjutkan sekolah lagi dan saya ingin kamu fokus mengurus saya. Itu yang saya harapkan.


Egi membelai wajah Kila dan ingin mencium kening Kila. Tapi, Kila malah bangun dan kaget melihat Egi ingin menciumnya. Kila berteriak dan memukuli Egi dengan bantal.


"Aaaaaaaa..... kamu mau ngapain? jangan macam-macam Mas!" ucap Kila.


"Apa sih Kila, saya hanya ingin mencium kening kamu udah." Ucap Egi.


"Gak mau! pokoknya, kamu gak boleh sentuh aku Mas! aku mendingan tidur di luar kalau kamu bersikap seperti itu!" ucap Kila.


"Ya udah, janji! jangan kaya gitu lagi! kalau sampai kaya gitu lagi, aku gak mau tidur sekamar sama kamu!" ucap Kila.


"Iya-iya. Kamu istirahat lagi yah! maafin saya!" ucap Egi.


"Ya udah, aku maafin! awas lho!" ucap Kila.


Kamu lucu banget sih, padahal kalau kita melakukan juga gak akan buat kamu hamil. Tapi, udah lah saya cukup sabar dan sabar.


****


Waktu terus berjalan. Malam pun tiba. Ayah Kila dan Egi sedang asyik mengobrol sambil bermain catur.


"Pintar sekali kamu Egi. Kamu mirip sekali dengan Ayahmu!" ucap Ayahnya Kila.


"Ayah juga jago kok! ha-ha-ha...." ucap Egi.

__ADS_1


"Egi, Ayah titip Anak Ayah sama kamu! tolong jaga dia, sayangi dia! kalau Shakila salah, omelin aja! Anak itu sepertinya masih ingin main-main. Tugas kamu, kamu harus bisa bimbing dia yah!" ucap Ayahnya Kila.


"Siap Yah, Egi akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Kila." Ucap Egi.


"Ayah percaya sama kamu! tapi, Ayah mau tanya sama kamu? gimana sikap Kila sama kamu?" tanya Ayahnya Kila.


"Kila baik kok Yah, dia nurut kata Egi." Ucap Egi.


"Syukur Alhamdulillah, kalau begitu. Ayah senang dengarnya. Memang, pernikahan ini sangat cepat. Itu sudah kehendak Allah ya Gi, jadi ke depannya itu tergantung kamu dan Kila. Kalau kamu ingin Kila berhenti sekolah, ya gak apa-apa. Tapi, kalau kamu mengizinkan dia untuk sekolah lagi juga silakan, tapi tunda untuk punya Anak yah! gimana caranya itu pintar-pintar kamu! Ayah serahkan semua pada kamu Gi." Ucap Ayahnya Kila.


"Shakila ingin melanjutkan sekolah Yah, karena itu cita-cita Kila. Egi gak bisa larang Kila. Kalau untuk Anak, nanti gampang Yah, bisa Egi atur." Ucap Egi.


"Bagus! Ayah bangga sama kamu Gi! kamu itu, sabar, tanggung jawab, setia dan mengerti. Kalau Ayah lihat sih dari kamu itu." Ucap Ayahnya Kila.


"Insya Allah Yah! ini berkat dukungan Ayah juga." Ucap Egi.


Diam-diam Kila mendengarkan pembicaraan Ayahnya dengan Egi. Kila tersenyum mendengar perkataan Egi. Kila salut dan beruntung memiliki suami baik seperti Egi.


Ternyata, Mas Egi adalah suami pengertian. Maafin Kila Mas, belum bisa memenuhi keinginan Mas. Kila janji, kalau Kila lulus atau kerja, Kila akan siap menjadi istri seutuhnya Mas Egi.


Saat selesai ngobrol, Egi langsung ke kamar untuk tidur. Kila langsung berbaring di ranjang untuk pura-pura tidur.


"Assalamu'alaikum." Salam Egi masuk kamar.


Wa'alaikumsalam, Mas.


"Ternyata, gadis kecilku sudah tidur. Mimpi indah ya gadis kecilku." Ucap Egi.


Selamat tidur juga Mas, maaf aku pura-pura tidur.


****


Keesokan paginya, Kila dan Egi seperti biasa bangun pagi untuk salat berjamaah. Kila sampai ngantuk-ngantuk bangun dari tempat tidur. Karena ngantuk, Kila nyusruk dan mencium pipi Egi. Ngantuknya Kila hilang, mata langsung melotot, dada berdetak kencang. Kila malu sampai menutupi wajahnya dengan bantal.


"Kenapa ditutupin? hah? kenapa? he-he-he..." ucap Egi tertawa.


"Itu aku gak sengaja lho Mas! maafin aku Mas! jangan GR ya Mas!" ucap Kila masih malu menutupi wajahnya di bawah bantal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2