IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 17


__ADS_3

"Kita gak nguping kok Pak!" ucap Sarah dan teman-temannya.


"Iya benar enggak kok Pak!" ucap teman-temannya Sarah.


"Kalau gak nguping, kalian ngapain dekat pintu?" tanya Egi.


"Enggak Pak, soalnya buku saya kayanya tertinggal di kelas. Eh gak enak mau masuk ada Bapak sama Kila lagi ngobrol." Ucap Sarah.


"Ya sudah! Kila hati-hati kalau pulang yah!" ucap Egi.


"Iya!" ucap Kila singkat.


Akhirnya, Kila pulang naik angkutan umum. Wajah Kila kesal. Baru pertama kali sekolah udah sial. Kila berpikir, andaikan dia gak nikah sama Egi, dia gak akan kaya gitu.


Semua gara-gara pernikahan ini. Jadi kacau semua. Coba kalau aku gak nikah dan gak dijodohkan, semua akan baik-baik aja.


"Kiri Pak!" ucap Kila memberhentikan supir angkot.


"Makasih Neng." Ucap supir angkot.


"Neng! kamu istrinya Egi kan? kok sekolah?" tanya Ibu-ibu.


"Emang kenapa Bu, kalau saya sekolah?" tanya Kila.


"Kalau udah berumah tangga mah ngapain sekolah Neng, mendingan ngurus suami." Ucap Ibu-ibu.


"Si Egi gimana sih, nikahin wanita masih dibawah umur dan masih sekolah. Kan aneh!" ucap Ibu-ibu gosip lainnya.


"Apa jangan-jangan hamil duluan! anaknya sudah lahir, ditaro di panti atau apa?" tanya Ibu-ibu gosip lainnya.


"Ibu-ibu, gak baik bicarakan orang lain. Mau Egi nikah sama siapa pun itu urusan dia! kita gak boleh ikut campur." ucap Ibu lainnya.


Kila berlari dan masuk rumah sambil menangis. Sebelum masuk rumah, Ibu tetangga sebelah melihat Kila menangis.


"Pulang neng!" ucap Ibu Marnah.


Kenapa Neng Kila nangis yah? kasihan dia. Apa saya samperin aja, takut kenapa-kenapa.


Tok-tok-tok


"Neng, ini Bu Marnah. Neng kenapa?" tanya Bu Marnah sambil mengetuk pintu.


"Saya gak apa-apa, Bu!" ucap Kila membuka pintu.


"Tapi, Neng nangis gitu. Bilang dan cerita sama Ibu Neng!" ucap Bu Marnah.


"Kenapa sih Bu, warga sini banyak yang bergosip? saya dibilang hamil duluan dan Anak ditaro di panti asuhan. Terus, Mas Egi kenapa nikahin anak sekolah." Ucap Kila.


"Kalau tetangga sini mah gak usah didengarkan Neng! anggap aja angin." Ucap Bu Marnah.


"Iya Bu, padahal saya ada alasan menikah dengan Mas Egi. Semua karena keinginan Ayah Mas Egi yang sakit. Jadi Ayah Mas Egi sahabatan sama Ayah aku, dia mau bayar balas budi pada Ayahku. Sebelum meninggal ingin menikahi Anaknya dengan ku Bu. Ya, saat aku masih sekolah." Ucap Kila.

__ADS_1


"Oh, gitu? kenapa Neng gak berhenti sekolah aja! fokus ngurus suami!" ucap dan saran Bu Marnah.


"Saya gak bisa Bu, saya masih punya cita-cita dan masa depan, saya gak ingin sia-siakan kesempatan saya." Ucap Kila.


"Bagus deh kalau gitu, cuma Neng harus tahan sama omongan warga sini! jangan dimasukin hati aja!" ucap BU Marnah.


"Insya Allah Bu.


"Yang sabar ya Neng, sebenarnya Neng beruntung punya suami kaya Egi. Egi itu baik Neng, Anak saya suka sama dia waktu itu! tapi, Eginya malah gak suka menghindar." Ucap Bu Marnah.


"Oh, gitu Bu. Sekarang, Anak Ibu sudah nikah?" tanya Kila.


"Belum Neng, dia sekarang kerja jadi asisten rumah tangga. Jam 5 pulang." Ucap Bu Marnah.


"Oh, gitu Bu." Ucap Kila.


"Kapan-kapan, Ibu kenalin yah!" ucap Bu Marnah.


"Iya Bu." Ucap Kila.


****


Di kediaman sekolah Bandung. Uun, Yeyet dan Hendru bercerita pada Susi yang sebenarnya. Saat jam istirahat, Uun dan Yeyet menarik Susi yang keras kepala.


"Susi! sini!" tarik Uun.


"Apaan sih lo! gue mau istirahat, ada apa lagi? masih butuh lo teman kaya gue?" tanya Susi.


"Lo jangan emosi dulu Sus! kita mau cerita hal penting sama lo!" ucap Hendru.


"Ayo ikut!" ajak Hendru, Yeyet dan Uun.


"Mau apa sih, kalian!" ucap Susi kesal.


"Lo dengarin kita dulu dong!" ucap Yeyet.


"Apa?" tanya Susi.


"Ini masalah Shakila." Ucap Hendru.


"Akh... malas!" ucap Susi.


"Susi! dengarin gue jelasin dulu! gue gak suka sebagai sahabat lo seperti ini!" ucap Hendru.


"Apa hen?" tanya Susi.


"Kila sudah menikah. Dia nikah karena terpaksa, karena sahabat Ayahnya Sus! dia pindah ke Jakarta karena ikutin suaminya." Ucap Hendru.


"Apa? Kila udah nikah? ya ampun, kenapa dia gak mau cerita sih? kenapa?" tanya Susi.


"Mungkin dia malu, dan takut kita-kita menghindari dia!" ucap Uun.

__ADS_1


"Ya Allah, jadi selama ini gue salah menduga Kila. Gue gak enak banget udah marah-marah sama dia. Terus sekolah dia gimana? pasti malu yah dan berat di posisi dia." Ucap Susi.


"Dia tetap sekolah Sus, Suaminya berjanji gak akan menyentuh Kila sampai Kila lulus." Ucap Yeyet.


"Ya Allah, Kila maafin gue! jadi ini alasan lo buat nolak Hendru. Guys boleh dong gue vc Kila! pasti dia udah pulang sekolah. Siapa tahu, dia masuk pavi." Ucap Susi.


"Kalau dia siang sama kaya kita gimana?" tanya Uun.


"Lah coba dulu deh!" ucap Susi.


"Coba-coba!" ucap Yeyet.


Susi, Yeyet, Uun dan Hendru langsung video call Shakila. Shakila kaget Susi ternyata sudah baik pada Shakila dan mau meminta maaf.


Video call dari Hendru.


"Hallo, Kila!" ucap Hendru.


"Hallo, Hen. Ada apa?" tanya Kila.


"Gue ada kejutan buat lo!" ucap Hendru.


"Kejutan apa?" tanya Kila.


"Hallo, Kila!" ucap Susi, Uun, dan Yeyet tersenyum dan melambaikan tangan.


"Ya Allah, Susi. Hiks-hiks-hiks.... lo udah gak marah sama gue?" tanya Kila.


"Enggak Kila, gue udah tahu semuanya. Kenapa lo gak cerita sama gue sih, gue kan jadi salah paham Kila!" ucap Susi.


"Maafin gue yah, gue gak jujur sama lo dan semua! gue malu Susi. Tapi, gue lakukan ini terpaksa demi Bokap dan Nyokap gue Sus." Ucap Kila.


"Udah, jangan nangis! cup-cup-cup ah! sekarang keadaan lo gimana?" tanya Susi.


"Alhamdulillah, gue baik. Cuma gue kangen sama kalian! gue pengen sekolah yang dulu lagi." Ucap Kila.


"Lo yang sabar ya Kila, lo harus kuat dan semangat. Kita-kita sayang semua sama lo! sekolah lo gak masalah kan?" tanya Susi.


"Gak masalah Sus, cuma gue merasa asing aja! gue takut banget terbongkar kalau gue udah nikah." Ucap Kila.


"Ya Allah, Kila lo yang sabar yah! kalau ada apa-apa, lo bisa cerita sama gue! tapi, suami lo gimana? galak, baik atau macam-macam gak?" tanya Susi.


"Alhamdulillah, dia baik banget. Dia ngertiin gue Sus, selama ini gue belum pernah tidur bareng sama dia!" ucap Kila.


"Suami lo yang waktu itu jemput kan?" tanya Susi.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


TA'ARUF CINTA



__ADS_2