
"Semua udah terjadi, mau gimana lagi? ya udah, ayo cepat wudhu!" ajak Egi.
"Kamu sih, orang lagi ngantuk-ngantuk-nya maksa bangunin!" ucap Kila bangun sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Sedangkan Egi hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja. Egi heran atas kelakuan istrinya yang sangat lucu dan polos.
Setelah selesai mandi, Kila mengambil air wudhu. Kila kembali ke kamar, di dapur Kila melihat Egi yang sedang menunggu Kila. Egi tersenyum dan menyapa Kila.
"Sudah?" tanya Egi tersenyum.
"Udah lah! ngapain sih, senyum-senyum gitu!" ucap Kila.
"Kamu juga kalau mau senyum, senyum aja! gak usah ditahan." Ucap Egi.
"Siapa yang nahan senyum? enggak kok! cepatan mandi, aku tungguin! lama aku salat duluan!" ucap Kila.
Ya Allah, kenapa aku harus cium pipi dia sih? malu-maluin banget aku ini. Bodoh kamu Kila, bodoh banget.
****
Setelah selesai mandi, Egi wudhu. Egi langsung masuk kamar melihat Kila sudah menunggu memakai mukena. Gak lupa, saat masuk kamar Egi selalu mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum." Salam Egi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Kila.
"Masya Allah, istriku ternyata nunggu yah! cantik banget kamu gadis kecilku." Ucap Egi.
"Udah Mas, cepatan! gak mempan gombalan Mas sama saya!" ucap Kila ketus.
Egi dan Kila selesai salat berjamaah. Kila dan Egi pun bersiap-siap merapikan baju mereka. Saat Kila ingin melipat baju, Egi malah mengajari Kila.
Tok-tok-tok
"Egi, Kila, Ibu boleh masuk?" tanya Ibunya Kila.
"Masuk aja Bu!" ucap Kila.
"Kalian udah beres-beres aja. Makan dulu lah, Ibu udah siapkan buat kalian. Oh, iya. Egi, ada Ibu kamu lho." Ucap Ibunya Kila.
"Oke siap Bu, habis ini saya dan Kila ke meja makan." Ucap Egi.
"Ya udah! cepat yah!" minta Ibunya Kila langsung keluar kamar.
"Alhamdulillah, saya udah selesai. Astaghfirullah, kamu dari tadi ngelipat baju belum kelar-kelar?" tanya Egi.
"Gak muat!" ucap Kila.
"Astaga! gimana gak penuh, kalau ngelipat baju aja kaya gitu. Sini! begini yah, kalau ngelipat baju ke koper tuh!" ucap Egi geleng kepala melihat Kila tidak bisa melipat baju.
"Kalau gak ikhlas ngajarin, gak usah! lagian siapa suruh mau nikah sama Anak kecil kaya aku?" tanya Kila.
"Kamu bukan Anak kecil, tapi kamu remaja! kamu emang gak pernah ngelipat baju? manja sih." Ucap Egi.
"Siapa suruh mau nikah sama gadis manja?" tanya Kila.
"Udah selesai tuh! ngerti kan sekarang cara ngelipat baju kaya gimana? sekarang, kita ke meja makan! Ada Ibu aku juga." Ajak Egi.
__ADS_1
"Makasih Mas, udah diajarin." Ucap Kila.
****
Kila dan Egi langsung keluar kamar. Di meja makan sudah ada Ibunya Kila, Ibunya Egi dan Ayahnya Kila.
"Wah, pengantin baru, baru keluar kamar." Ucap Ibunya Egi.
"Ibu udah dari tadi?" tanya Egi.
"Udah, gimana? happy kalian berdua?" tanya Ibunya Egi.
"Pasti happy lah besan, masa gak happy." Ucap Ayahnya Kila.
"Andaikan Mas Danu ada bersama kita, pasti lengkap kebahagiaan kita!" ucap Ibunya Egi.
"Bu, udah dong ah! jangan ingat Ayah lagi." Ucap Egi.
"Iya besan, kita doakan saja supaya Mas Danu tenang di surga." Ucap Ayahnya Egi.
"Egi, kamu jadi hari ini ke Jakarta?" tanya Ibunya Egi.
"Jadi Bu." Ucap Egi.
"Tolong jaga kesehatan kamu, jaga istri kamu yah! kamu dan Kila baik-baik di Jakarta!" minta Ibunya Egi.
"Ayah titip Anak Ayah sama kamu yah! kalau bandel, omelin aja! tapi, jangan sampai kamu ringan tangan!" minta Ayahnya Egi.
"Iya Yah, insya Allah Egi gak seperti itu!" ucap Egi.
"Kila, kamu juga harus patuh sama suami kamu! jangan nakal dan bantah suami!" minta Ibunya Kila.
"Iya Bu." Ucap Kila.
"Iya, kalian harus sama-sama membina rumah tangga yang baik. Kalau istri salah suami bilangin, begitu pun sebaliknya, jangan sama-sama egois dan Emosi! Ayah tidak suka perceraian. Bagi Ayah, menikah itu satu kali seumur hidup." Ucap Ayahnya Kila.
****
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang. Egi dan Kila pamit pada Ayah, Ibu, dan Ibunya Egi. Pesan-pesan sudah tersampaikan oleh Kila dan Egi. Egi dan Kila berjalan kaki tanpa kendaraan. Kila terdiam dan termenung. Kila kaget, kenapa Egi mengajak Kila tidak dengan kendaraan.
"Egi dan Kila berangkat ya Bu, Bu mertua, dan Ayah Mertua. Assalamu'alaikum. Ucap dan salam Egi.
"Wa'alaikumsalam." Serempak menjawab salam.
"Tunggu Mas! kita jalan?" tanya Kila.
"Iya, jalan sampai depan!" ucap Egi.
"Ah, yang benar aja! itu jauh banget lho Mas! jangan gila deh Mas!" tolak Kila.
"Kila, gak apa-apa dong Nak, lebih sehat jalan kaki!" ucap Ayahnya Kila tersenyum.
"Iya Kila, sambil olahraga!" ucap Ibunya Kila.
"Nak, gak sebaiknya pesan becak atau taxi?" tanya dan tawar Ibunya Egi.
__ADS_1
"Gak usah lah Bu, Kila kuat kan?" tanya Egi langsung menarik Kila.
"Ku-kuat! Assalamu'alaikum semua!" salam Kila.
"Hati-hati Nak!" ucap Ayahnya Kila.
"Kasihan besan, kalau Kila harus jalan." Ucap Ibunya Egi.
"Gak apa-apa Besan, biar Kila bisa belajar dewasa dan mandiri bersama Egi." Ucap Ayahnya Kila.
****
Baru beberapa saat berjalan, Kila sudah capek dan lelah. Kila cemberut dan menegur Egi.
"Mas! gak kuat aku, jalanan masih jauh banget! tega banget kamu Mas sama aku!" ucap Kila.
"Jalan jauh itu sehat. Kamu harus terbiasa! sini kopernya saya yang bawa!" minta Egi tersenyum.
"Mas, aku gak sanggup!" ucap Kila.
"Kamu harus bisa!" minta Egi.
Ikh.... nyebelin banget sih nih cowok. Kalau bukan suami, ingin rasanya aku timpuk.
"Kenapa? mau ngeluh lagi?" tanya Egi.
"Ini namanya penyiksaan istri tahu gak! harusnya, istri tuh disayang, gak boleh capek! ini malah disiksa kaya gini!" Kila terus ngedumel.
"Kamu kan gak mau disayang sama saya, iya kan?" tanya Egi.
"Sayangnya bukan kaya gitu! ya kali, istrinya dipaksa jalan jauh gini!" ucap Kila.
"Kamu harus belajar mandiri, biasakan dengan hal seperti ini!" ucap Egi.
"Tahu ah! siksa terus aja aku!" ucap Kila.
"Capek?" tanya Egi.
"Pakai ditanya lagi, ya capek lah! lihat aja jalan masih jauh! matiin aja aku!" Kila ngedumel kesal.
"Ayo naik!" ajak Egi menyuruh Kila naik ke punggungnya.
"Naik ke punggung Mas? ogah!" ucap Kila.
"Ya udah, terserah. Ditawarin gak mau." Ucap Egi.
"Mas! mau deh! tapi kamu jangan macam-macam yah!" ancam Kila.
"Tadi gak mau, sekarang mau. Gimana sih?" tanya Egi.
"Ya udah mau! kaki aku sakit Mas, lihat nih merah!" Ucap Kila melas.
"Ya udah ayo!" ajak Egi langsung menyuruh Kila naik ke punggungnya. Egi dengan sabarnya, menggendong Kila dan membawa dua koper. Sampai Kila memperhatikan Egi. Egi cowok yang sabar menghadapi istri yang manja dan labil seperti Kila yang manja. Ucap Kila dalam hatinya.
Bersambung....
__ADS_1