
Kila dan Egi akhirnya kembali pulang. Egi menggendong Kila sampai rumah. Sesampainya di rumah, Egi kena marah lagi oleh Bu Lastri karena dianggap tidak bisa menjaga istrinya.
"Assalamu'alaikum." Salam Kila dan Egi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Pak Yono dan Bu Lastri.
"Astaghfirullah Kila kamu kenapa?" tanya Bu Lastri.
"Tadi tersandung Bu, Kila gak apa-apa kok sudah diobati oleh Mas Egi." Ucap Kila.
"Dasar kamu yah, suami gak berguna kamu! jaga istri aja gak becus!" ucap Bu Lastri.
"Bu-Bu, sudah dong! jangan marah-marah gitu!" ucap Pak Yono.
"Gimana gak kesal Ayah! dia gak bisa jaga istrinya sendiri! kenapa hanya diobati bawa ke Dokter dong! gak mampu kamu? gak punya uang?" ucap Bu Lastri.
"Astaghfirullah, Ibu! Kila gak apa-apa, cukup Bu! jangan menghina Mas Egi lagi!" ucap Kila.
"Tapi kamu harus ke Dokter Nak, biar Ibu yang bawa kamu ke Dokter!" ucap Bu Lastri.
"Gak usah Bu, Kila gak apa-apa." Ucap Kila.
"Sayang, kalau emang kamu mau ke Dokter aku antar yah!" ucap Egi.
"Alah, sok-sok an! kenapa baru sekarang? Ayah, pesan taksi online!" ucap dan minta Bu Lastri.
"Biar Egi yang antar Bu, Egi ada motor!" ucap Egi.
"Kamu mikir gak sih Egi? Anak saya sakit gini kamu suruh naik motor? dasar kamu, suami gak berguna." Ucap Bu Lastri.
"Bu, gak usah lah!" ucap Kila.
"Diam kamu! Ibu gak mau kamu infeksi nanti." Ucap Bu Lastri.
Setelah lama, taksi pun datang. Bu Lastri menuntun Kila ke mobil. Egi ingin membantu malah didorong oleh Bu Lastri.
"Awas gak usah!" ucap Bu Lastri.
"Ibu!" ucap Kila kesal.
"Bu, izinkan saya ikut! saya ingin menemani istri saya!" ucap Egi.
"Gak usah kamu ikut! ikut juga kamu gak guna! kamu temanin Ayah aja di rumah!" bentak Bu Lastri.
__ADS_1
"Bu, Kila ingin sama Mas Egi!" minta Kila.
"Kila! kamu harus nurut kata kata Ibu!" ucap Bu Lastri.
Egi tersenyum pada Kila dan memberi kode, kalau Kila harus ikutin perkataan Ibunya. Kila langsung tenang saat melihat Egi tersenyum. Kila dan Ibunya pun berangkat ke rumah sakit.
"Egi, sini! Ayah mau bicara Nak." Minta Pak Yono.
"Iya Yah, ada apa?" tanya Egi.
"Ayah bangga sama kamu Nak, meskipun sikap Ibu mertua kamu jahat, kamu tetap sabar dan tenang. Ayah mau kamu seperti ini terus, jangan sampai goyah gara-gara sikap Ibu Mertua kamu!" ucap Pak Danu.
"In sya Allah Yah, Egi akan kuat dan tegar untuk Kila. Biar gimana juga, Ibu Kila Ibu saya juga. Masa gara-gara Ibu, saya goyah." Ucap Egi.
"Syukur Alhamdulillah, Ayah tidak salah pilih mantu seperti kamu! semoga suatu saat Ibu Mertua kamu bisa sadar, dan terbuka pintu hatinya yah! kamu sabar!" ucap Pak Yono.
"Iya Yah." Ucap Egi tersenyum.
Ayah tahu, pasti hati kamu sakit Egi. Karena kamu cinta dengan Kila, sampai kamu tahan rasa sakit ucapan dari Ibu Mertua kamu.
Gak lama, Bu Retno menghubungi Egi kembali. Bu Retno menanyakan kabar Kila dan Besannya. Saat Egi jujur kalau Kila lagi dibawa ke rumah sakit, Bu Retno menghubungi Bu Lastri.
"Assalamu'alaikum, Nak. Kamu di rumah? gimana kabar mantu Ibu dan Besan Ibu? apa Ibu sudah boleh video call?" tanya Bu Retno.
"Kamu gimana sih Egi? itu namanya gak baik-baik. Kenapa bisa ke rumah sakit? istri kamu kenapa? terus kamu kenapa gak ikut ke rumah sakit?" tanya Bu Retno.
"Kila hanya tersandung aja Bu, luka kakinya. Takut infeksi mangkanya dibawa ke rumah sakit. Kalau Egi ikut, Ayah sendirian." Ucap Egi.
"Oh, iya betul Nak. Ibu doakan baik-baik ya Nak." Ucap Bu Retno.
"Aamiin, makasih Bu!" ucap Egi.
"Salam buat Ayah Mertua kamu yah!" ucap Bu Retno.
Saat menutup telepon dengan Egi, Bu Retno video call Bu Lastri. Bu Lastri marah-marah pada Bu Retno.
"Assalamu'alaikum, Alhamdulillah diangkat." Ucap Bu Retno.
"Wa'alaikumsalam, Besan ngapain video call saya?" tanya Bu Lastri.
"Lho kok Besan seperti itu? Saya mendapatkan kabar dari Egi, kalau Kila celaka, mangkanya saya video call." Ucap Bu Retno.
"Ngeribetin Besan! tahu gak? semua gara-gara Anak Besan yang gak bisa jaga istrinya! kalau gak becus jadi suami jangan dinikahkan dengan Anak saya!" ucap Bu Lastri.
__ADS_1
"Ibu! cukup, Ibu gak boleh bicara seperti itu! sini Kila mau bicara!" ucap dan minta Kila.
"Gak usah! Besan, sudah dulu yah! saya repot!" ucap Bu Lastri langsung mematikan video call Bu Retno.
"Hiks-hiks-hiks...." Kila menangis.
"Jangan nangis! biarin aja, biar dia sadar kalau Anaknya gak becus!" ucap Bu Lastri.
"Ibu sudah keterlaluan, hiks-hiks-hiks... itu Mertua aku Bu. Ibu kenapa sih, berubah banget! hiks-hiks-hiks..." ucap Kila.
"Ibu berubah saat lihat kamu menderita! harusnya, Ibu waktu itu melarang kamu menikah dengan cowok itu!" ucap Bu Lastri.
"Cukup Bu! akh...." ucap Kila kesal langsung kesakitan.
"Syukurin! itu kamu kuwalat karena bantah orang tua!" ucap Bu Lastri.
Setan apa yang merasuki Ibu ya Allah, kenapa Ibu berubah drastis. Gimana perasaan Bu Retno? pasti dia sedih dan kaget melihat dan mendengar kelakuan Ibuku, sadarkan Ibu ya Allah.
****
Di kediaman rumah Bu Retno. Bu Retno kaget melihat dan mendengarkan ucapan Besan perempuan di video call sangat sinis dan marah-marah. Bu Retno menangis dan memeluk foto Almarhum suaminya.
"Ayah! ada apa dengan pernikahan Anak kita? saya kaget melihat dan mendengarkan Besan perempuan kita seperti itu! apa salah Anak kita Ayah? apa Egi tidak bisa membahagiakan Kila? ada apa ini? saya sedih Ayah!" ucap Bu Retno berbicara sendiri dengan foto Almarhum suaminya.
Gak lama, Desi teman kecil Egi datang membawa nasi, lauk dan sayur untuk Bu Retno. Desi menyukai Egi sejak kecil dan ada rasa saat SMP bersama Egi.
"Assalamu'alaikum, Bu Retno." Salam Desi.
"Wa'alaikumsalam, masuk Nak." Ucap Bu Retno.
"Maaf Desi ganggu Bu, ada titipan dari Ibu. Ibu kenapa nangis?" tanya Desi.
"Enggak Nak, Ibu gak apa-apa. Kamu gak usah repot-repot gini Nak. Bilang makasih sama Ibu kamu yah!" ucap Bu Retno tersenyum.
"Enggak merepotkan kok Bu, saya tahu Ibu tinggal sendiri. Jadi sekalian Ibu cobain masakan Desi juga. Ibu juga pesan, sering-sering tengok Ibu Retno. Walaupun Kak Egi sudah menikah dengan orang lain, saya tetap peduli kok sama Ibu." Ucap Desi.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
CINTA HAFISA
__ADS_1