IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 3


__ADS_3

"Terima-terima-terima!" sorak Anak-anak ramai.


"Ayo Kila, terima Hendru!" minta Yeyet.


"Iya Kila, ayo!" ucap lagi Susi.


"Stop! biarkan Kila ngomong!" ucap Uun.


"Hendru, sebelumnya gue makasih banyak sama lo, lo udah nyatain dan suka sama gue. Gue senang, lo orang yang baik dan selalu ada buat gue saat gue susah. Tapi, maaf! gue, gak bisa menerima lo! karena gue, anggap lo itu sebagai sahabat gak lebih. Hiks-hiks-hiks...." ucap Kila langsung berlari ke luar sekolah.


"Tapi, Kila!" panggil Hendru lemas dan kesal sambil duduk.


"Kila kebangetan banget sih, tega-teganya dia sakitin Hendru!" ucap Susi mengejar Kila.


"Susi!" panggil Yeyet.


"Ayo Yet! ikutin." Ajak Uun.


"Sabar ya Bro!" ucap temannya Hendru.


"Kenapa dia tolak gue? padahal, gue tulus sama dia!" ucap Hendru.


"Ya habis mau gimana lagi? dia nolak." Ucap Temannya Hendru.


Susi menghampiri Kila dan marah-marah pada Kila. Susi menampar Kila dengan keras.


Prak....


"Tega lo yah! lo udah sakitin hati Hendru. Dia cinta banget sama lo Kil, kenapa lo tolak? hah? KENAPA?" bentak Susi.


"Maaf Sus, gue gak bisa! semua ada alasan, yang gak bisa gue ceritain ke lo! hiks-hiks-hiks... maafin gue!" ucap Kila sambil menangis.


"Lo anggap kita apa sih? sahabat bukan? hah? lo kalau ada masalah bilang sama kita semua! BILANG KILA! dulu lo bilang suka sama Hendru, lo nunggu dia buat nyatain cinta sama lo! saat dia nyatain, lo tolak dan lo mau pindah ke Jakarta. Jahat lo Kil! JAHAT!" ucap Susi.


"Hiks-hiks-hiks... Susi! maafin gue Sus! maafin!" ucap Kila sambil menangis.


"Maaf lo gak berarti buat gue! gak usah nangis! air mata lo itu air mata buaya tahu gak! gue benci sama lo!" ucap Susi meninggalkan Kila.


"Kila, jangan nangis dong!" ucap Yeyet.


"Yeyet, Uun! ayo tinggalin dia!" ajak Susi menarik Yeyet dan Uun.


"Tapi Sus, dia sahabat kita!" ucap Uun.


"Kita gak punya sahabat kaya dia! dia sekarang, bukan sahabat kita lagi!" ucap Susi.

__ADS_1


"Tapi Sus!" ucap Yeyet.


"Lo mau temanin dia? kalau lo temanin dia, jangan anggap gue sahabat lo Yet!" ucap Susi. Yeyet dan Uun mengikuti kemauan Susi. Bel pun berbunyi, semua Anak-anak masuk kelas. Perlahan Kila masuk kelas, Tas Kila dipindahkan ke belakang oleh Susi. Anak-anak pun hanya terdiam melihat Kila berjalan ke belakang. Begitu juga dengan Hendru, tanpa wajah senyuman di wajah Hendru. Yang terlihat oleh Kila kekesalan dan kebencian pada Hendru.


Semua Anak-anak membenci gue, begitu juga dengan Hendru. Maafin gue teman-teman, gue gak bisa bilang ke kalian. Masalah gue rumit dan sulit diceritakan.


Saat satu jam sudah, bel pun berbunyi. Hari ini terakhir Kila menginjakkan kaki di sekolah. Kila berusaha memanggil Hendru dan teman-temannya. Tapi, mereka malah mengabaikan Kila. Saat itu, Egi suami Kila sudah menunggu di depan gerbang.


"Hendru!" panggil Kila.


"Mau apa lagi lo?" tanya Susi ketus.


"Gue mau bicara sama Hendru Sus, bukan lo!" ucap Kila.


"Lo mau bicara apa lagi sama gue? puas lo udah ngasih harapan palsu ke gue? mendingan lo pergi jauh-jauh dari hidup gue!" ucap Hendru.


"Maafin gue, kalau emang gue salah. Gue cuma minta maaf, ini terakhir gue injakan kaki di sekolah ini! tolong, kalian semua maafin gue! tolong!" ucap Kila meneteskan air mata. Tapi mereka malah tertawa dan mengabaikan Kila.


"Hey, kenapa nangis?" tanya Egi memberikan tisu.


"Cepatan pulang! aku mau pulang!" ucap Kila.


"Iya-iya!" ucap Egi.


"Kalian apakan Kila?" tanya Egi.


"Ternyata, Kila gak sepolos yang kita kira. Lihat cowok ganteng dikit, langsung naksir." Ucap Susi.


"Gue mau tanya sama lo, lo siapa-nya Kila? kayanya mata Kila udah buta deh, sama Mas-mas gini mau. Gantengan gue lah!" ucap Hendru.


"Ayo kita pulang!" ajak Kila.


Akhirnya, Kila dan Egi mengabaikan semua teman-temannya. Sesampainya di rumah, Kila langsung masuk kamar dan menangis.


"Astaghfirullah, ada apa Egi?" tanya Ibunya Kila.


"Assalamualaikum Bu, sepertinya bertengkar dengan temannya Bu, Egi juga kurang ngerti." Ucap Egi.


"Wa'alaikumsalam, ya sudah, kamu bujuk istri kamu! kamu harus sabar menghadapi Kila yang masih polos yah! dia harus banyak belajar dari kamu Egi." Ucap Ibunya Kila.


"Iya Bu, insya Allah. Ibu saya sudah pulang Bu?" tanya Egi.


"Iya sudah pulang. Besok, Ibu kamu ke sini sebelum kamu ke Jakarta bersama Kila." Ucap Ibunya Kila.


"Iya Bu." Ucap Egi.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Salam Egi masuk kamar. Tapi Kila tidak menjawab salam.


"Kalau ada orang yang ucapin salam, itu di jawab! dosa lho kalau gak jawab." Ucap Egi.


"Wa'alaikumsalam." Ucap Kila.


"Kamu kenapa?" tanya Egi.


"Gak usah banyak tanya! gak lihat apa, tadi teman-teman aku pada benci semua sama aku? itu semua gara-gara kamu Mas! gara-gara kamu!" ucap Kila sambil memukul Egi dengan bantal.


"Sini-sini!" tarik tangan Egi dengan sabar-nya mengambil kepala Kila agar bersandar di dadanya.


"Hiks-hiks-hiks... semua benci aku! semua benci aku! hiks-hiks-hiks...." ucap Kila menangis di dada Egi.


"Maafin saya yah! maafin!" ucap Egi membelai rambut Kila.


Ya Allah, kuatkan saya ya Allah. Kuatkan saya menghadapi istri yang masih labil dan polos seperti Kila. Biar bagaimana pun, saya harus kuat membimbing dia.


"Jangan nangis lagi yah!" ucap Egi menghapus air mata Kila.


"Lepasin! kenapa aku nangis di dada Mas! cari-cari kesempatan yah!" ucap Kila mendorong Egi.


"Habis, kamu sedih. Jadi saya gak tega lihat cewek nangis, emang kenapa sih, saya kan suami kamu ini!" ucap Egi.


"Tetap aja, aku gak suka! aku mau tidur! kamu keluar Mas, aku mau ganti baju!" minta Kila.


"Jangan tidur dulu, kamu makan dulu lah!" minta Egi.


"Terserah aku dong! aku mau tidur dulu kek, makan dulu, intinya kamu cepat keluar!" Kila menarik Egi agar keluar kamar.


Haduh, kenapa sih aku sampai sandaran di dadanya. Akh.... bodoh! bodoh! aku gak mau.


"Egi, kenapa lagi Nak?" tanya Ibunya Kila.


"Kila lagi ganti baju Bu, katanya mau tidur dulu!" ucap Egi.


"Hadeh, dasar Kila! biar Ibu yang ngomong." Ucap Ibunya Kila. Sedangkan Egi keluar rumah dan rebahan di balai Ayahnya Kila.


Tok-tok-tok


"Apaan sih, sabar dong!" minta Kila.


"Ini Ibu! Buka Kila! buka!" minta Ibunya Kila.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2