IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 29


__ADS_3

"Makasih ya Nak Desi, dari dulu Nak Desi dan keluarga selalu baik sama keluarga Ibu." Ucap Bu Retno.


"Sama-sama Ibu. Oh iya, gimana kabar Kak Egi di Jakarta Bu?" tanya Desi.


"Alhamdulillah, baik. Cuma sedikit ada masalah." Ucap Bu Retno.


"Ada masalah? masalah apa Bu?" tanya Desi.


"Ini lho, Ibu video call Besan Ibu yang lagi ada di Jakarta. Tapi, Ibu gak ngerti kenapa marah-marah gak jelas." Ucap Bu Retno.


"Ibu yang sabar yah, kenapa Ibu gak datangin ke Jakarta?" tanya Desi.


"Minggu depan Ibu ke Jakarta." Ucap Bu Retno.


****


Setelah selesai berobat, Bu Lastri langsung membawa Kila pulang kampung. Kila menangis dan berteriak minta pulang ke rumah Egi.


"Ayo Kila, masuk!" ucap Bu Lastri.


"Iya Bu." Ucap Kila.


"Tunggu! kok arahnya beda? Bu, kita mau pulang ke rumah Mas Egi kan? ini jalan mana Pak?" tanya Kila.


"Sesuai pesanan Ibu Neng, kita ke Bandung!" ucap Pak Supir.


"Apa? Bu, saya gak mau Bu! saya mau turun!" ucap Kila.


"Kila! kamu harus cerai dari si Egi itu! biar kamu lanjutkan sekolah lagi di Bandung! ini mau kamu dari dulu kan?" tanya Bu Lastri.


"Hiks-hiks-hiks... Bu, Kila mohon! Kila sudah menjadi istri Mas Egi. Berdosa kalau Kila gak pulang dan ninggalin Mas Egi Bu, Kila mau keluar!" minta Kila sambil nangis.


"Sini! buat apa kamu telepon Egi!" ucap Bu Lastri langsung mematahkan nomor handphone Kila.


"Hiks-hiks-hiks... Bu jangan! istighfar Bu! hiks-hiks-hiks... Pak Berhenti! berhenti!" minta Kila berteriak.


"Lanjut Pak! lanjut!" minta Bu Lastri.


"Baik Bu!" ucap Pak supir.


Gak lama, Kila nekat membuka pintu dan loncat dari mobil. Kila langsung berlari dan naik taksi ke arah rumah Egi dengan tangan berdarah.


"Cepat Pak!" minta Kila.

__ADS_1


"Mbak kenapa? tangannya berdarah. Ini ada tisu sama alkohol!" ucap supir taksi kasihan.


"Makasih Pak!" ucap Kila.


Sepanjang perjalanan Kila menangis. Kila tidak mau meninggalkan Egi. Karena Kila sudah sayang dengan Egi. Saat sampai rumah dan membayar taksi. Kila berlari dan langsung memeluk Egi. Egi kaget melihat Kila tangannya berdarah dan menangis.


"Assalamu'alaikum, Mas Egi! hiks-hiks-hiks..." ucap Kila sambil memeluk Egi.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Egi dan Pak Yono.


"Kamu kenapa Kila? tangan kamu berdarah. Kamu kenapa?" tanya Egi.


"Kila, kenapa kamu sendiri? Ibu kamu kemana?" tanya Pak Yono.


"Ayah, hiks-hiks-hiks... Kila gak mau pisah sama Mas Egi. Tadi, Ibu mau bawa Kila ke Bandung Yah, Kila terpaksa loncat dari mobil. Hiks-hiks-hiks... Kila takut Ayah!" ucap Kila.


"Keterlaluan Ibu kamu! kamu tenang ya Nak, kamu gak akan pisah sama Egi. Ayah, akan dukung kalian!" ucap Pak Yono.


"Makasih Ayah! hiks-hiks-hiks..." ucap Kila sambil menangis.


"Sekarang, kamu gak usah takut lagi yah? saya obatin luka kamu yah!" ucap Egi.


"Egi, silakan kamu obatin! Ayah mau menghubungi Ibu." Ucap Pak Yono kesal.


"Jangan nangis Mas!" ucap Kila.


"Enggak kok sayang, cuma perih aja!" ucap Egi pura-pura tersenyum.


"Kamu gak usah bohong Mas, maafin Ibu ya Mas!" ucap Kila.


"Sssttt... udah yah! kita gak usah bahas Ibu lagi, saya bersyukur banget, kamu mau berkorban demi saya. Sampai tangan kamu luka gini! wajar Ibu kamu marah, karena dia gak mau kamu menderita." Ucap Egi.


"Aku gak peduli Mas menderita, karena kamu aku bisa hidup mandiri. Tanpa kamu, aku gak bisa apa-apa Mas. Aku gak mau pisah sama kamu Mas!" ucap Kila.


"Iya sayang, saya juga!" ucap Egi.


Pak Yono sedang menghubungi Bu Lastri dengan nada kesal. Pak Yono menyuruh Bu Lastri balik ke rumah Egi. Tapi, Bu Lastri malah mematikan handphonenya dan memutuskan pulang ke Bandung.


"Ibu benar-benar keterlaluan yah! sadar Bu, istighfar Bu!" ucap Pak Yono.


"Ayah aja yang istighfar! semua salah Ayah! Ayah yang menjodohkan Kila dengan Guru gembel seperti itu! Ibu minta Kila bercerai dari Guru itu!" minta Bu Lastri.


"Ayah gak akan biarkan Ibu, pisahkan Kila dengan Egi! sekarang, Ibu pulang ke sini!" ucap Pak Yono.

__ADS_1


"Gak akan Yah! gak akan!" ucap Bu Lastri.


"Ayah, gimana Ibu?" tanya Egi.


"Ibu kamu gak mau balik ke sini, kalau gitu Ayah titip Kila yah! kamu jaga Kila baik-baik. Jangan sampai Kila kenapa-kenapa." Ucap Pak Yono.


"Siap Ayah! Egi akan jaga Kila sebaik mungkin. Ayah gak usah khawatir yah!" ucap Egi.


"Ayah sangat percaya sama kamu nak!" ucap Pak Yono.


Setelah lama, Kila memutuskan berhenti dari sekolah, karena Kila Hamil dua bulan. Kila dan Egi tidak mau semua tahu, apa lagi teman-teman Kila. Hingga banyak yang bertanya-tanya kenapa Kila berhenti. Karena semua sudah keputusan Kila dan Egi. Saat Itu, Bu Retno melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bertemu Egi dan Kila. Tapi, Bu Retno kecelakaan. Egi pamit pada Kila untuk ke Bandung menjenguk Ibunya.


"Mas, aku ikut yah!" minta Kila.


"Jangan! kamu kan sedang hamil, kamu harus jaga Dedek bayi kita yah!" ucap Egi.


"Tapi, Mas jangan lama-lama yah! salam buat Ibu Mas." Ucap Kila.


Setelah Egi sampai rumah sakit Bandung, Ibunya harus dioperasi. Egi harus mengeluarkan uang sebanyak 20 juta untuk operasi. Sedangkan Egi tidak punya uang sebanyak itu.


Pak Joni Papahnya Desi menjenguk ke rumah sakit. Pak Joni mendengar semua keluhan Egi yang harus secepatnya mendapatkan uang untuk operasi. Egi sudah mencoba ke rumah Mertuanya, tapi Pak Yono sedang tidak ada di rumah karena keluar kota. Egi diusir dan dmaki-maki oleh Bu Lastri.


"Egi! kenapa?" tanya Pak Joni.


"Saya bingung Pak, buat bayar operasi Ibu gak ada. Saya sudah usaha ke sana-kemari tapi tidak ada yang pinjamkan." Ucap Egi.


"Kamu sudah coba ke Mertua kamu?" tanya Pak Joni.


"Sudah Pak, tapi Ayah Yono tidak ada. Yang ada Ibu Lastri. Tapi, saya malah diusirnya!" ucap Egi kesal.


"Astaghfirullah, kejam sekali Mertua kamu! padahal untuk bantu Besan kamu sendiri lho! coba kamu dulu nikah sama Desi, kamu gak akan diperlakukan seperti ini! semua salah Ayah kamu Danu. Yang menjodohkan kamu dengan Anak si Yono." Ucap Pak Joni.


"Pak, saya gak mau bahas itu! saya boleh minta tolong sama Bapak! apa Bapak mau tolong saya! hiks-hiks-hiks... semua demi Ibu saya Pak! tolong saya! hiks-hiks-hiks..." ucap Egi menangis dan memohon.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


Diary Asmara


__ADS_1


__ADS_2