
Saat malam tiba. Egi masih terlihat agak kesal dengan Kila. Egi hanya terdiam dan memperhatikan Kila mencari selimut untuk tidur.
"Kamu masih marah Mas?" tanya Kila.
"Enggak! kamu cari apa?" ucap dan tanya Egi.
"Selimut. Aku tuh, lupa bawa selimut dari rumah." Ucap Kila.
"Gak ada selimut. Ada kain, ini pakai!" ucap Egi.
"Hah? selimut apaan nih Mas? tipis banget. Gak mau! aku mau selimut tebal!" ucap Kila.
"Terserah kamu mau pakai atau enggak yah! selimut tebal di sini gak ada! pakai yang ada!" ucap Egi tegas.
"Ikh... jahat banget sih!" ucap Kila.
"Kamu tidur aja di sini! biar saya tidur di ruang tamu." Ucap Egi langsung keluar kamar.
Saat satu jam berlalu, Egi telah lelap tidur. Kila kepanasan dan banyak nyamuk menggigiti kulitnya yang mulus.
Aduh..... gatal! ikh..... rumah apa sih ini? banyak nyamuk, panas. Aduh.....
"Mas Egi! Mas! Mas E-gi!" panggil Kila.
"Mmmm...." ucap Egi masih tertidur lelap.
Kasihan kamu Mas, kayanya kecapean. Aku mau bangunin kamu gak tega. Maafin aku ya Mas Egi, kalau aku udah sakitin hati kamu terus.
****
Di kediaman rumah Shakila di Bandung. Ibunya selalu kepikiran Kila. Ibunya juga khawatir, sejak teman-temannya mengetahuinya. Ibunya ingin menghubungi gak enak sudah malam.
"Bu, kenapa belum tidur?" tanya Ayahnya Kila Cahyono.
"Ibu itu, masih kepikiran Kila Yah." Ucap Bu Lastri.
"Kepikiran apa Bu? Kila sudah sama suaminya kok!" ucap Pak Cahyono.
"Tadi, teman-temannya Kila datang. Ibu lupa masukan foto pengantin Kila dan Egi ke dalam. Terbongkar lah semuanya Yah!" ucap Bu Lastri.
"Ya ampun Ibu, kalau emang terbongkar ya gak apa-apa. Memang faktanya, Kila sudah nikah. Buat apa kita tutupin lagi?" tanya dan ucap Pak Cahyono.
__ADS_1
"Iya sih Yah, Ibu takut, teman-temannya Kila sebarluaskan. Yang ada Kila bisa sakit hati karena dibully oleh teman-temannya. Menikah, saat masih sekolah." Ucap Bu Lastri.
"Yang bully siapa Bu? kalau dia sahabat Kila, gak mungkin dia bully. Pokoknya Ibu tenang aja, sekarang kan Kila sekolah di Jakarta. Egi pasti bisa jaga dan lindungi Kila." Ucap Pak Cahyono.
"Iya Yah. Ibu juga kepikiran sama Kila Yah, kan kata Ayah Kila tinggal di rumah bekas Neneknya Egi. Kenapa gak di rumah Egi aja yang agak bagus sih Yah. Kasihan Kila belum terbiasa. Ibu juga khawatir, dia juga belum bisa urus suami." Ucap Bu Lastri.
"Ibu gak usah khawatir, Ayah lakukan ini agar Kila jadi anak yang dewasa dan terbiasa hal yang sederhana Bu. Ayah ingin, Kila jadi Anak yang gak selalu dimanja. Di sini kan apa-apa, Ibu manja. Nah, Ayah suruh Egi, agar bisa dan sabar mendidik Kila jadi pribadi yang dewasa dan lebih baik. Kila kan sekarang udah jadi istrinya Egi, dia harus belajar Bu." Ucap Pak Cahyono.
"Semoga Kila kuat dan bisa ya Yah." Ucap Bu Lastri.
"Bapak percaya sama Egi. Egi pasti bisa didik Kila. Egi itu punya kepribadian yang bertanggung jawab, soleh, yang Ayah suka satu rajin beribadah." Ucap Cahyono.
"Semoga yang kita inginkan tercapai ya Yah. Gak menyiksa Kila." Ucap Bu Lastri.
"Insya Allah, Kila akan terbiasa Bu. Kita berdoa yang terbaik aja buat Kila ya Bu." Ucap Pak Cahyono.
****
Astaga! Shakila! ngapain kamu? Heh! bangun!" panggil Egi mencolek Kila.
"Hah! kamu mau ngapain?" tanya Kila.
"Justru saya yang tanya sama kamu Kila, kamu ngapain di sini? keluar kamar. Jangan-jangan kamu yang mau dekatin saya." Ucap Egi meledek Kila sambil tersenyum.
"Kenapa gak bangunin saya?" tanya Egi.
"Kamu tidur nyenyak banget. Mau bangunin gak enak." Ucap Kila.
"Jam satu malam lagi. Tunggu bentar!" ucap Egi mencari lotion anti nyamuk.
"Lagian rumah apaan sih ini? udah kaya hutan aja. Kalau gak ada AC, kipas angin kek!" ucap Kila.
"Saya belum punya uang untuk beli kipas. Nanti yah! sini tangan kamu!" tarik Egi ingin mengusapkan lotion anti nyamuk ke tangan dan kaki Kila.
"Mau ngapain? itu apa? aku gak mau yah, nanti kulit aku jadi kenapa-kenapa lagi." Ucap Kila.
"Berisik banget! bisa gak sih, kalau gak ngoceh terus. Kamu itu udah kaya burung beo tahu gak! ini gak ada efek sampingnya, dari pada besok wajah kamu korengan, bentol-bentol gede mau? percaya sama saya, kamu nyenyak pakai ini!" ucap Egi sambil mengusapi ke tangan dan kaki Kila.
"Iya-iya. Awas aja, kalau kulit aku sampai kenapa-kenapa." Ucap Kila tersenyum memandangi wajah Egi yang serius mengusapkan lotion ke tangannya Kila.
"Senyum-senyum lagi. Jangan bilang, kamu udah naksir sama saya!" ucap Egi tersenyum.
__ADS_1
"Apaan? aku naksir sama kamu? No way! jangan ke gr-an yah!" ucap Kila.
"Oke-oke! udah sana tidur!" ucap Egi.
"Gak mau ah! panas." Ucap Kila.
"Terus, kamu mau di sini sama aku? ya udah, kita tidur di sini berdua yah!" ucap Egi tersenyum.
"Ikh... enggak! enak aja. Kamu aja sana Mas, tidur di kamar! aku di sini aja." Ucap Kila.
"Yakin? hah? yakin kamu mau di sini?" tanya Egi.
"Yakin lah! udah sana!" ucap Kila.
"Oke! selamat tidur." Ucap Egi tersenyum.
Egi langsung masuk kamar dan langsung kembali tidur. Saat 15 menit, Kila berteriak karena ada kecoa lewat. Kila berlari ke kamar dan menindih badan Egi. Kila dan Egi saling bertatapan. Egi langsung merapikan poni Kila yang hampir menutupi matanya.
"Aaaaaaaa... ikh...." ucap Kila langsung bangun.
"Ssstttt... berisik banget sih! ini udah malam, sangkain orang diapain lagi." Ucap Egi.
"Aku gak mau tidur di bawah. Banyak kecoa, hiks-hiks-hiks.... aku takut. Rumahnya jorok banget sih ya Allah." Ucap Kila.
"Katanya yakin tidur di bawah. Sekarang kamu yang nyamperin saya. Artinya kamu yang genit sama saya." Ucap Egi masih meledek.
"Bukan ikh... aku bilang, tadi ada kecoa! aku kan paling takut sama kecoa, besok aku gak mau tahu semua ruangan disemprot!" ucap Kila.
"Iya-iya. Bawel banget sih, sekarang jadi kita satu ranjang dong!" ucap Egi tersenyum.
"Ya enggak lah! kamu di depan sana!" minta Kila.
"Kamu tega banget sih, saya disuruh mondar-mandir. Tega banget sih, saya juga gak mau di kecoain!" Ucap Egi.
"Tadi, kamu biasa aja tidur di depan. Kamu jangan modus deh!" ucap Kila.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
__ADS_1
KISAH ARGA SEASON 2